Tampilkan postingan dengan label Tarbiyah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tarbiyah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 13 Februari 2020

Rektor IAIN Parepare: "Mari Kita Berpikir Visioner"


IAIN PAREPARE--- Rektor IAIN Parepare Dr. Ahmad Sultra Rustan, M.Si secara resmi membuka kegiatan rapat kerja, Kamis (13/2/2020) di J4 Hotel Legian Bali.





Rektor dalam sambutannya menyampaikan beberapa hal penting terkait pelaksanaan rapat kerja tahun 2020. “Meskipun beberapa sorotan media online menyoroti kegiatan rapat kerja yang dinilai sebagai pemborosan anggaran, namun tetap kita laksanakan. Sebab kalau kita menelusuri PTKIN di Indonesia, maka kitalah orang-orang yang terakhir melakukan kegiatan rapat kerja di luar pulau," ujarnya.









"Pelaksanaannya telah diajukan tahun 2019 melalui rapat kerja dan telah disetujui Kementerian Agama, sehingga kegiatan rapat kerja ini tetap kita laksanakan di Bali ini sesuai dengan perencanaan,” jelasnya.





Lebih lanjut diuraikan pula, “Teman-teman kita ini bekerja tanpa jeda, sehingga perlu juga diapresiasi dalam rapat kerja di luar pulau, saya malah bermimpi suatu saat kita rapat kerja di luar negeri. Kalau tidak terwujud dalam kepemimpinan saya maka diharapkan pada pemimpin mendatang," tambahnya.





Rapat kerja menjadi rapat program kerja lembaga pada setiap tahun. "Saya berharap rapat kerja dijadikan sebagai acuan, menyusun program kerja. Mari kita berpikir visioner dalam menyusun program dengan menghadirkan masa yang akan datang dengan lompatan-lompatan program kegiatan yang relevan dengan masa depan," jelasnya lagi.









"Marilah kita mulai bekerja dengan membiasakan yang benar, dan patuh terhadap regulasi yang tertuang dalam pedoman yang lahir di kampus kita. Perubahan pedoman akan dilakukan apabila dalam pelaksanaannya kita menemukan beberapa hal yang perlu disempurnakan setelah dilakukan evaluasi ," harapnya kepada peserta dalam sambutan pembukaan rapat kerja (nhk/mif).


Rektor IAIN Parepare: "Mari Kita Berpikir Visioner"


IAIN PAREPARE--- Rektor IAIN Parepare Dr. Ahmad Sultra Rustan, M.Si secara resmi membuka kegiatan rapat kerja, Kamis (13/2/2020) di J4 Hotel Legian Bali. Rektor dalam sambutannya menyampaikan beberapa hal penting terkait pelaksanaan rapat kerja tahun 2020.









“Meskipun beberapa sorotan media online menyoroti kegiatan rapat kerja yang dinilai sebagai pemborosan anggaran, namun tetap kita laksanakan. Sebab kalau kita menelusuri PTKIN di Indonesia, maka kitalah orang-orang yang terakhir melakukan kegiatan rapat kerja di luar pulau Sulawesi," ujarnya.









"Pelaksanaannya telah diajukan tahun 2019 melalui rapat kerja dan telah disetujui Kementerian Agama, sehingga kegiatan rapat kerja ini tetap kita laksanakan di Bali ini sesuai dengan perencanaan,” jelasnya.









Lebih lanjut diuraikan pula, “Teman-teman kita ini bekerja tanpa jeda, sehingga perlu juga diapresiasi dalam rapat kerja di luar pulau, saya malah bermimpi suatu saat kita rapat kerja di luar negeri. Kalau tidak terwujud dalam kepemimpinan saya maka diharapkan pada pemimpin mendatang," tambahnya.





Rapat kerja menjadi rapat program kerja lembaga pada setiap tahun. "Saya berharap rapat kerja dijadikan sebagai acuan, menyusun program kerja. Mari kita berpikir visioner dalam menyusun program dengan menghadirkan masa yang akan datang dengan lompatan-lompatan program kegiatan yang relevan dengan masa depan," jelasnya lagi.





"Marilah kita mulai bekerja dengan membiasakan yang benar. Mari kita menjalankan regulasi dengan sebaik-baiknya, dan patuh terhadap regulasi yang tertuang dalam pedoman yang lahir di kampus kita. Perubahan pedoman akan dilakukan pada saat sudah dirasakan," harapnya kepada peserta dalam sambutan pembukaan rapat kerja. (Nurhakki/Mif)


Rapat Kerja: “OKEMI, Optimalisasi Kinerja”


IAIN PAREPARE- Rapat
Kerja IAIN Parepare dibuka secara resmi, Kamis (13/2/2020) dengan tema “Optimalisasi
Kinerja Menuju Kampus Eduwisata dan Islam
”. Kegiatan
yang diselenggarakan
di J4 Hotel Jalan
Raya Legian No. 74, Bali dilaksanakan selama empat hari, Kamis-Sabtu, (13-16/2/2020)









Rapat Kerja ini dihadiri Rektor IAIN Parepare Dr Ahmad Sultra Rustan, Wakil
Rektor I, II dan III, Senat, Dekan dan Wakil Dekan, serta pimpinan unit.
Sebelumnya, Rektor dan rombongan dikalungkan bunga sebagai bentuk sambutan
pengunjung yang datang ke Bali. 





Rapat Kerja diawali laporan Ketua Panitia Hj.
Musyarrafah Amin dengan
menyampaikan tema kegiatan rapat kerja. “Jadi
kegiatan kita ini temanya Optimalisasi
Kinerja Menuju Kampus Eduwisata dan Islam
disingkat ‘OKEMI’ sebagai semangat kita merencanakan program kerja mewujudkan IAIN
sebagai kampus eduwisata,”
jelasnya.





Foto: Hj. Musyarrafah Amin (Kabiro AUAK IAIN Parepare)




 Kegiatan ini bertujuan untuk review penyusunan rencana program tahun 2021 dan juga menghadirkan beberapa narasumber antara lain, Rektor IAIN Parepare Dr Ahmad Sultra Rustan, Biro Keuangan dan Barang Milik Negara (BMN) Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia, Inspektorat Jenderal wilayah IV Kementerian Agama dan Direktoral Jendral Pendidikan Islam.









Selanjutnya, ketua panitia sekaligus Kepala Biro (Kabiro) Administrasi Umum, Akademik, dan Kemahasiswaan (AUAK) IAIN Parepare menyampaikan harapan kepada peserta agar mengikuti kegiatan dengan semangat.





“Saya berharap kita semua semangat melaksanakan kegiatan rapat kerja ini, demi kemajuan lembaga kita dan mewujudkan mimpi-mimpi kita kedepan, sebab kita hadir demi kita dan untuk kita,” urainya menutup laporan ketua panitia.





Peserta rapat kerja juga dihibur oleh tari tradisional Bali saat pembukaan acara. (Nurhakki/mif)






Kamis, 02 Mei 2019

Inspirasi Pendidikan, Langkah Nyata Mahasiswa Tadris IPS Peringati Hardiknas


IAIN Parepare--- Sejumlah mahasiswa Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare melakukan kunjungan ke beberapa sekolah, Kamis (02/05).









Kunjungan tersebut dalam rangka Sehari bersama Tadris IPS melalui Fun Learning based Culture. Ahdar Djamaluddin selaku Ketua Penanggungjawab Program studi (Prodi) Tadris IPS mengungkapkan inspirasi pendidikan ini dilakukan agar mahasiswa sadar akan nilai-nilai perjuangan Ki Hajar Dewantara lewat perjuangannya di dunia pendidikan.





Perlu diketahui setiap tanggal 2 Mei diperingati Hari Pendidikan Nasional, disingkat HARDIKNAS.





Tanggal 2 Mei merupakan hari nasional yang bukan hari libur, ditetapkan oleh pemerintah Indonesia untuk memperingati kelahiran Ki Hadjar Dewantara, tokoh pelopor pendidikan di Indonesia dan pendiri lembaga pendidikan Taman Siswa.





Adapun beberapa sekolah yang dikunjungi di antaranya SDN 76 Bacukiki dan MI DDI Bacukiki dan Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri 1 Parepare.





"Sekolah ini kami pilih sebagai sekolah sekolah inspirasi karena sekolah ini berbatasan dengan kabupaten Sidrap yang sebagian dari siswa pada SD 76 berasal dari Sidrap mereka menempuh perjalanan sekita 1.5 jam jadi mereka harus menempuh sekitas 3 jam dalam sehari," jelas Ahdar.









Dengan mengangkat tema Inspirasi pendidikan, para mahasiswa dapat saling sharing bersama siswa-siswi pada sekolah tersebut.





"Kami pilih juga tema fun learning based culture dengan mengenalkan model-model pendidikan yang menyenangkan dan cara playing with learning," tambah Ahdar.









Nurhikmah salah satu mahasiswa Tadris IPS mengaku bersyukur dengan dilaksanakannya kegiatan ini.





"Semoga adek-adek bisa menghargai sebuah pendidikan bahwa pendidikan itu sangat penting. Selain itu, Tadris IPS juga bisa dikenal lebih luas dan alhamdulillah guru-guru menyambut baik dan mereka berharap agar kegiatan seperti ini sering-sering dilaksanakan," jelasnya saat diwawancarai via whatsapp.






Rabu, 01 Mei 2019

Inspirasi Pendidikan, Langkah Nyata Mahasiswa Tadris IPS Peringati Hardiknas


IAIN Parepare--- Sejumlah mahasiswa Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare melakukan kunjungan ke beberapa sekolah, Kamis (02/05).





Kunjungan tersebut dalam rangka Sehari bersama Tadris IPS melalui Fun Learning based Culture. Ahdar Djamaluddin selaku Ketua Penanggungjawab Program studi (Prodi) Tadris IPS mengungkapkan inspirasi pendidikan ini dilakukan agar mahasiswa sadar akan nilai-nilai perjuangan Ki Hajar Dewantara lewat perjuangannya di dunia pendidikan.





Perlu diketahui setiap tanggal 2 Mei diperingati Hari Pendidikan Nasional, disingkat HARDIKNAS.





Tanggal 2 Mei merupakan hari nasional yang bukan hari libur, ditetapkan oleh pemerintah Indonesia untuk memperingati kelahiran Ki Hadjar Dewantara, tokoh pelopor pendidikan di Indonesia dan pendiri lembaga pendidikan Taman Siswa.





Adapun beberapa sekolah yang dikunjungi di antaranya SDN 76 Bacukiki dan MI DDI Bacukiki dan Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri 1 Parepare.





"Sekolah ini kami pilih sebagai sekolah sekolah inspirasi karena sekolah ini berbatasan dengan kabupaten Sidrap yang sebagian dari siswa pada SD 76 berasal dari Sidrap mereka menempuh perjalanan sekita 1.5 jam jadi mereka harus menempuh sekitas 3 jam dalam sehari," jelas Ahdar.





Dengan mengangkat tema Inspirasi pendidikan, para mahasiswa dapat saling sharing bersama siswa-siswi pada sekolah tersebut.





"Kami pilih juga tema fun learning based culture dengan mengenalkan model-model pendidikan yang menyenangkan dan cara playing with learning," tambah Ahdar.





Nurhikmah salah satu mahasiswa Tadris IPS mengaku bersyukur dengan dilaksanakannya kegiatan ini.





"Semoga adek-adek bisa menghargai sebuah pendidikan bahwa pendidikan itu sangat penting. Selain itu, Tadris IPS juga bisa dikenal lebih luas dan alhamdulillah guru-guru menyambut baik dan mereka berharap agar kegiatan seperti ini sering-sering dilaksanakan," jelasnya saat diwawancarai via whatsapp.






Senin, 15 April 2019

Tarbiyah's Got Talent Part 2


IAIN Parepare-- Himpunan Mahasiswa jurusan (HMJ) Fakultas Tarbiyah menggelar Tarbiyah's Got Talent di Auditorium lama IAIN Parepare, Jum'at (12/04). Kegiatan ini diikuti sebanyak 730 peserta dan akan berlangsung hingga tanggal 19 April mendatang.





Kegiatan ini merupakan program kerja HMJ yang dilaksanakan setiap tahun. Ketua Panitia Firman Arifin, kegiatan ini sebagai ajang mengembangkan potensi, minat atau bakat mahasiswa dengan ikut berpartisipasi pada lomba-lomba yang disediakan.





Berbagai lomba disediakan oleh piha panitia mulai dari lomba pada bidang olaraga seperti futsal, volly, takraw, badminton, tennis meja, tarik tambang, catur hingga lomba bidang seni seperti lomba nyanyi solo, puisi, debate, fashion show, tilawah, tata boga/tarbiyah chef, demo perkusi, dan pembuatan profil tarbiyah.





Hadir membuka kegiatan, DR. H. Muhammad Saleh selaku Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama IAIN Parepare.






Kamis, 21 Februari 2019

Wisuda Perdana, Dirjen Pendis; Alumni IAIN Harus Memiliki Soft Skill

IAIN Parepare--- Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare menggelar wisuda perdana di Auditorium IAIN Parepare, Kamin (21/02).

Sebanyak 532 wisudawan dan wisudawati terdiri dari empat fakultas yakni, Fakultas Tarbiyah, Ekonomi dan Bisnis Islam, Hukum Syariah, dan Ushluddin Adab dan Dakwah. Alumni Strata 1 (S1) berjumlah 511 orang dan program magister Pascasarjana 21 orang.

Rektor IAIN Parepare, DR Ahmad Sultra Rustan mengungkapkan pada wisuda perdana ini sebanyak 195 alumni berpredikat Cum-Laude atau dengan pujian.

Rektor berharap agar para wisudawan dan wisudawati tetap menjaga almamater kampus yang akulturasi budaya Islam teknologi informasi.

"Terus menjaga nama baik almamater kampus yang kita cintai, dengan memperkenalkan IAIN lebih luas ke masyarakat. Serta siap menghadapi tantangan global di era teknologi,"ucapnya saat memberi sambutan.

Hadir Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) Kementerian Agama Republik Indonesia, Prof DR Phil H Kamaruddin Amin, membawakan orasi ilmiah yang bertemakan Pengembangan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam.

"Alumni IAIN harus memiliki kompetensi, soft skill untuk menghadapi era revolusi industri 4.0, kita tingkatkan salah satunya lewat pendidikan berkualitas," ungkap Dirjen Pendis.

Dalam wisuda ini, turut dirangkaikan peresmian gedung baru Auditorium yang berkapasitas 2.000 orang dengan anggaran senilai 17,5 miliar.

Turut hadir wakil walikota Parepare Pangerang Rahim beserta unsur jajaran pimpinan Daerah Kota Parepare, jajaran civitas akademik IAIN Parepare, serta para orangtua/wali alumni



Kamis, 07 Februari 2019

Prodi Tadris IPS, Komitmen Beri Kontribusi pada Fakultas

IAIN Parepare--- Memasuki tahun kedua Program Studi (Prodi) Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Fakultas Tarbiyah  Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare, DR Ahdar selaku Ketua Penanggung jawab Prodi Tadris IPS berkomitmen akan memberikan kontribusi pada fakultas Tarbiyah.

"Kami dari Prodi Tadris IPS akan bersama-sama membangun dan memperjuangkan fakultas Tarbiyah. Walaupun kami baru seumur jagung, tapi Insyaa Allah akan memberikan kontribusi yang besar bagi fakultas Tarbiyah," ucap Ahdar saat ditemui pada acara silaturahim di Aula IAIN Parepare, Kamis (07/02).

Lebih lanjut Ahdar dalam sambutannya mengungkapkan visi Prodi tadris IPS.

"Bagaimana mewujudkan sarjana tadris IPS yang unggul, berkepribadian Islam, kompeten, responsif terhadap masalah sosial budaya dan perkembangannya demi terwujudnya masyarakat yang berkeadaban di kawasan timur Indonesia tahun 2026," ucapnya.

Prodi Tadris IPS pun akan melakukan pengkajian keislaman dalam rangka mendukung visi tersebut.

"Perlu ada pengkajian-pengkajian keislaman yang harus kita bekali kepada ananda-ananda khususnya pada tadris IPS, apakah itu pada tahsinul qiraat atau kajian keislaman lainnya, sehingga ketika ananda-ananda kita terjun ke masyarakat mereka akan siap pakai," jelas Ahdar.

Sementara DR Saepudin selaku Dekan Fakultas Tarbiyah menganggap pentingnya kebersamaan dalam memajukan fakultas maupun institusi.

"Fakultas Tarbiyah tidak akan maju kecuali kalau dilaksanakan bersama-sama maka kegiatan seperti ini patut kita syukuri bersama," ungkapnya.

Rabu, 23 Januari 2019

Ramah Tamah Fakultas Tarbiyah

IAIN Parepare--- Ramah tamah fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare dilaksanakan di Aula IAIN Parepare, Selasa (22/01).

 

Senin, 24 Desember 2018

Peringati Hari Ibu, Prodi PIAUD Adakan Tiga Jenis Lomba

IAIN Parepare---Dalam rangka memperingati hari Ibu 22 Desember, program studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) jurusan Tarbiyah dan Adab Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare  mengadakan lomba anak-anak, Sabtu (22/12).

Terdapat tiga jenis lomba di antaranya lomba mewarnai, menyanyi dan make up yang diikuti sebanyak 65 anak dari Tk/RA/Paud se kecamatan Soreang kota Parepare.

Syarifah Halifah, salah satu dosen pembimbing PIAUD mengungkapkan kegiatan ini dilakukan untuk membangun kerja tim dan kelekatan bersama anak dalam rangka memperingati hari Ibu.

"Adapun jenis lombanya mewarnai, duet menyanyi dan make-up anak, dalam hal ini bahwa hakikat anak adalah bermain karena dengan bermain anak menunjukkan berbagai potensi dan kelekatan bersama keluarga," ungkapnya saat diwawncarai via whatsapp (24/12).



Selain itu, kegiatan tersebut juga dapat mambangun silaturahmi antara lembaga kampus dengan guru-guru yang turut berpartisipasi. Hadir Wakil Rektor I IAIN Parepare Muhammad Djunaidi membuka kegiatan, didampingi oleh Ketua Jurusan Tarbiyah dan Adab, Bahtiar.

"“Hari Sabtu pergi ke kebun, ke kebun ambil semangka, selamat datang ibu tamu undangan, semoga senantiasa hidup bahagia,” sapa Muhammad Djunaidi dengan pantunnya.



 

Senin, 29 Oktober 2018

TAUBAT: Tarbiyah Generasi Hebat

IAIN Parepare--- Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Tarbiyah dan Adab Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare melaksanakan Taubat (Tarbiyah dan Adab untuk Generasi Hebat).

Ketua HMJ Tarbiyah dan Adab, Fauziah Musra mengungkapkan tujuan dilaksanan kegiatan ini selaras dengan tema yakni membangun mahasiswa yang bermoral dan bertabur prestasi.

Kegiatan tersebut diikuti 356 peserta yang merupakan mahasiswa baru jurusan Tarbiyah dan Adab dari berbagai program studi. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula IAIN Parepare mulai tanggal 26 sampai 28 Oktober 2018.

Beberapa pemateri pun dihadirkan baik dari kalangan dosen maupun alumni mahasiswa Tarbiyah dan Adab. Adapun materi yang akan diberikan oleh peserta seperti karakter building, kifayat, public speaking, pendidikan nilai dan etika, microteaching. Selain itu dalam kegiatan tersebut juga dirangkaikan launching buku yang ditulis oleh dosen IAIN Parepare, Dr. Ahdar, M. Pd. I.

Dari kegiatan taubat ini, para peserta diharapkan memiliki ketertarikan dalam berorganisasi. “Sebagai ketua HMJ Tarbiyah dan Adab, menginginkan mahasiswa baru untuk lebih solidaritas dan saya menginginkan mahasiswa Tarbiyah ini aktif berorganisasi,” harap Fauzia Musra, Ketua HMJ Tarbiyah dan Adab.

Jumat, 19 Oktober 2018

LKPKM 2018: Bangun Jiwa Integritas, Totalitas dan Loyalitas Mahasiswa

IAIN Parepare--- Pembukaan Latihan Kepemimpinan dan Pengembangan Karakter Mahasiswa (LKPKM) tahun 2018 dibuka secara resmi di gedung Auditorium IAIN Parepare, Kamis (18/10).

Kegiatan yang dilaksanakan oleh Dewan Mahasiswa (Dema) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare. LKPKM merupakan kegiatan tahunan yang diikuti oleh mahasiswa IAIN Parepare khususnya mahasiswa baru.

Sebanyak 860 peserta mengikuti kegiatan LKPKM yang mengusung tema Membangun Jiwa Integritas, Totalitas dan Loyalitas Mahasiswa yang Sadar akan Tanggungjawab Sosial. Kegiatan tersebut akan berlangsung mulai 18 sampai 21 Oktober 2018.



Meskipun dari jumlah keseluruhan mahasiswa baru tidak semuanya mengikuti LKPKM. Namun Ketua Dema IAIN Parepare Muhammad Arafah  melihat, mahasiswa yang memutuskan pilihan untuk mendaftarkan diri sebagai peserta LKPKM 2018 merupakan satu langka kemajuan.

"Maka kalianlah yang sampai pada titik ini, apa poin pertama yang kalian sudah dapatkan? Kalian sudah mampu berbeda dengan teman-teman seperjuangan kalian, satu langkah lebih maju," ucapnya saat memberi sambutan di hadapan ratusan peserta.



Sementara Pelaksana Tugas Wakil Rektor III bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, Dr. Abu Bakar Juddah melihat kegiatan LKPKM merupakan salah satu upaya untuk mempersiapkan diri sebagai pemimpin masa depan.

"Kita sudah dilahirkan bersama potensi itu tapi untuk mengimplementasikan potensi menjadi kompetensi tentulah tidak semudah membalikkan telapak tangan harus melalui sejumlah langkah-langkah di antaranya melalui pelatihan-pelatihan yang kalian ikuti seperti ini," ungkapnya.

[caption id="attachment_9085" align="alignnone" width="300"] Foto: Dr. Abu Bakar Juddah, M. Si (Plt. Wakil Rektor III)[/caption]

Lebih lanjut, Abu Bakar Juddah juga mengingatkan kepada peserta akan pentingnya kedisiplinan.

"Dalam diri kita, kita ini adalah pemimpin paling tidak memimpin diri kita menjadi orang yang disiplin karena kedisiplinan mengantar kita ke pintu kesuksesan. Kalau Anda tidak disiplin belajar, mengikuti perkuliahan tentulah amburadul. Tapi kalau disiplin, Insyaa Allah akan mengatar kalian mencapai cita-cita," jelasnya sebelum membuka kegiatan.

"Kita tidak mampu memprediksi masa depan kita, kita hanya mampu menata. Apa yang kalian lakukan hari ini merupakan bagian dari penataan masa depan"


-Dr. Abu Bakar Juddah, M. Si-


Plt. Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, IAIN Parepare


 

 

Selasa, 09 Oktober 2018

Tarbiyah Award: Workshop Media Pembelajaran Berbahan Limbah

IAIN Parepare--- Setelah penganugerahan penghargaan kepada sejumlah guru honorer berdedikasi, penganugerahan terhadap alumni Tarbiyah IAIN Parepare, penganugerahan TPA (Taman Pendidikan Anak) se-kota Parepare dan penganugerahan mahasiswa berprestasi akademik pada pembukaan kuliah strata (S1) IAIN Parepare, panitia Tarbiyah Award 2018 kembali melaksanakan rangkaian kegiatan Tarbiyah Award yakni workshop desain media pembelajaran berbahan limbah (09/10).

Pelaksanaan workshop dilaksanakan di gedung Auditorium IAIN Parepare, dirangkaikan dengan presentasi dari beberapa tim yang masuk dalam kategori tiga besar pada lomba desain media pembelajaran  berbahan dasar limbah. Dari tiga tim tersebut, tim dari IAIN Bone berhasil meraih juara 1, disusul juara 2 dari tim IAIN Palopo dan juara 3 dari tim IAIN Parepare.

[caption id="attachment_9011" align="alignnone" width="300"] Foto: Tim IAIN Bone saat presentasi[/caption]

Hadir sebagai pemateri dalam workhshop tersebut, Dr. Ir. Nurlita Pertiwi, M.T (Ketua Prodi S3 Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup Pascasarjana UNM), Dr. Ali Halidin, M. Pd. I (Dosen IAIN Parepare) dan Mustadirham, S. Pd (Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kota Parepare).

[caption id="attachment_9013" align="alignnone" width="300"] Tema workshop: Selamatkan Lingkungan dengan Kreativitasmu[/caption]

Ketua jurusan Tarbiyah dan Adab IAIN Parepare, Bahtiar mengungkapkan pelaksanaan Tarbiyah Award merupakan yang ke delepan dan senantiasa dilakukan pengembangan. ”Kegiatan Tarbiyah Award yang ke delapan ini disamping mengembangkan kapasitas akademik mahasiswa, ini juga adalah penguatan kekeluargaan kita,” ungkapnya.
Hal tersebut dibuktikan dengan hadirnya delegasi tim dan dosen pendamping dari IAIN Bone dan IAIN Palopo yang dapat memperkuat silaturahmi antar perguruan tinggi.


Kegiatan Workshop dibuka langsung oleh Pelaksana tugas (Plt) Wakil Rektor II bidang Akademik dan Kelembagaan, Muhammad Djunaidi.
Wakil Rektor I, melihat adanya perbedaan jika tenaga pendidik menggunakan media pembelajaran. “Dalam sebuah proses pembelajaran antara menggunakan media dengan tidak menggunakan media, tingkat ketahanannya jauh berbeda. Outputnya jauh lebih bagus dibandingkan dengan yang tidak menggunakan media pembelajaran,” jelas Wakil Rektor I, Muhammad Djunaidi sebelum membuka kegiatan.

Minggu, 30 September 2018

Workshop Pendidikan QMT sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Tenaga Pendidik

IAIN Parepare--- Program studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Inggris jurusan Tarbiyah dan Adab Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare menggelar workshop pendidikan Quantum Miracle Teaching (QMT) di lantai 5 gedung Perpustakaan IAIN Parepare, Minggu (30/09).

Hadir pemateri CEO Sinergi Motiva Indonesia, Sardin Damis. Ia merupakan CEO Sinergi Motiva Indonesia (Motivator Pendidikan penulis buku QMT Public Speaker).



Sebanyak 91 peserta yang terdiri dari mahasiswa IAIN Parepare(calon guru), guru serta dosen. Para peserta merupakan alumni STAIN Parepare yang  kini berubah menjadi IAIN Parepare maupun tamu undangan yang berasal dari berbagai daerah mulai dari dalam kota Parepare hingga luar kota seperti kabupaten Sidrap, Pinrang dan Polman.

Menurut Mujahidah selaku Ketua penanggungjawab Prodi Pendidikan Bahasa Inggris pelaksanaan workshop tersebut sebagai wujud komitmen serta tanggungjawab dalam peningkatan kualitas pendidikan.

“Sebagai penanggungjawab prodi pendidikan bahasa Inggris kami merasa ikut bertanggungjawab dalam meningkatkan kualitas pendidikan khususnya kepada tenaga pendidik ataupun yang memang secara langsung adalah output  dari jurusan Tarbiyah IAIN Parepare,” jelasnya saat menyampaikan laporan.



Lebih lanjut Mujahidah mengungkapkan pelaksanaan workshop Quantum Miracle Teaching  dapat dijadikan sebagai model inovasi pengajaran.

“Kami menfasilitasi para mahasiswa sebagai calon guru, guru dan dosen dalam meningkatkan kualitas mereka dalam kegiatan Quantum Miracle Teaching. Model Quantum miracle teaching ini adalah model inovasi pengajaran terbaru yang perlu diketahui dan menjadi bekal pada guru dalam proses belajar mengajar,” tambah Mujahidah.



Ketua jurusan Tarbiyah dan Adab IAIN Parepare, Bahtiar sangat mengapresiasi kegiatan tersebut. Bahtiar melihat kegiatan tersebut sebagai wujud kepedulian terhadap calon tenaga guru baik itu mahasiswa, alumni kampus, serta para tenaga pendidik yang turut hadir menjadi peserta workshop.

Sementara Pelaksana tugas (Plt) Wakil Rektor I bidang Akademik dan Kelembagaan, Muhammad Djunaidi yang turut hadir membuka kegiatan menjelaskan pentingnya mahasiswa memiliki kompetensi yang dibuktikan dalam SKPI (Surat Pendamping Ijazah).



“Ijazah-ijazah S1 sekarang itu harus didampingi dengan SKPI, apa yang tercantum didalamnya mengenai kemampuan apa, kompetensi apa  yang dimiliki oleh pemilik ijazah. Itulah yang dilihat oleh pemakai dalam rangka rekruitmen tenaga kerja,” jelas Muhammad Djunaidi saat memberi sambutan.

[caption id="attachment_8884" align="alignnone" width="300"] Penandatanganan MoU (Memorandum of Understanding) antara IAIN Parepare dengan CEO Sinergi Motiva Indonesia[/caption]

Kamis, 13 September 2018

Serap Masukan melalui Rapat Akademik Dosen

IAIN Parepare--- Menjelang aktifnya perkuliahan pada semester ganjil yang akan diikuti oleh seluruh mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare, ratusan orang mengikuti rapat dosen tahun akademik 2018/2019 di Aula IAIN Parepare, Kamis (13/09).




Dibuka langsung oleh Muhammad Djunaidi selaku Pelaksana tugas (Plt) Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kelembagaan, turut dihadiri pula para ketua dari berbagai jurusan, mulai dari Ketua jurusan Tarbiyah dan Adab, Ketua jurusan Syariah dan Ekonomi Islam dan Ketua jurusan Dakwah dan Komunikasi.

Rapat tersebut merupakan rapat yang rutin dilaksanakan sekali dalam setiap tahun. Hal ini dilakukan dalam rangka mengevaluasi serta membahas hal-hal yang terkait masalah-masalah (problem) yang ditemui dosen dalam aktivitas perkuliahan.  Selain itu dalam pertemuan ini para dosen juga diberi kesempatan mengajukan pertanyaan maupun saran dalam sesi tanya jawab.



Hamdanah Said salah seorang dosen sekaligus penggagas kode etik IAIN Parepare, memberi saran agar dalam proses perkuliahan kode etik tetap diberlakukan. "Dosen diharapkan membaca pelanggaran ringan dengan sanksi ringan. Sebab, dosen mempunyai hak menjatuhkan sanksi ringan berupa teguran," ungkapnya. Tidak hanya Hamdanah Said, beberapa dosen pun turut mengajukan beberapa pertanyaan serta saran yang ditanggapi langsung oleh para Ketua jurusan yang hadir.





Sementara Muhammad Djunaidi dalam memimpin rapat mengakui masih adanya  kekurangan yang perlu diperbaiki ke depannya. "Harus kita menyadari, memang pasti ada kekurangan. Namun, untuk menutupi kekurangan itu mari bersama-sama kita mencari solusi," ajaknya.



Selain itu, Muhammad Djunaidi juga mengungkapkan dalam waktu dekat ini, IAIN Parepare akan memiliki beberapa fakultas. "Pada saat kita berubah jadi fakultas, di situ saatnya perlu banyak pertemuan agar kita memperoleh masukan dan mencari solusi terhadap permasalahan-permasahan yang dihadapi,"terangnya.

 

Selasa, 28 Agustus 2018

PBAK: Internalisasikan Budaya Akademik Wujudkan Kampus Peradaban

IAIN Parepare--- Pembukaan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare resmi dibuka oleh Rektor IAIN Parepare, Dr. Ahmad Sultra Rustan di pelataran gedung zona akreditasi, IAIN Parepare (28/08).



Dihadiri oleh segenap sivitas akademika IAIN Parepare, peserta PBAK diikuti sebanyak 1.832 orang yang terdiri dari mahasiswa baru 1.789 orang dan mahasiswa lama 43 orang. Masih terdapat beberapa mahasiswa baru yang belum mengikuti PBAK dan dipastikan akan mengikuti kegiatan PBAK pada tahun berikutnya.

[caption id="attachment_8695" align="alignnone" width="300"] Foto: Ketua Panitia PBAK, Dr. Hj. Hamdanah Said, M. Si[/caption]

Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare merupakan lembaga formal dan menjadi social change serta menjadi institut yang mengembang budaya akademik yang berpangkal pada tridharma perguruan tinggi yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat. Hal tersebut sesuai dengan penjelasan ketua panitia Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK), Dr. Hj. Hamdanah Said.

"Dalam upaya membantu proses upaya sosialisasi mahasiswa baru ke dalam budaya akademik dan sistem yang berlaku di IAIN Parepare maka diselenggarakan suatu kegiatan akademik dengan visi terwujudnya mahasiswa yang berakhlakul karimah, inovatif, mandiri dalam mengembang kajian Islam dan akulturasi budaya berbasis teknologi informasi," ungkap Ketua Panitia PBAK 2018, Dr. Hj. Hamdanah Said.

[caption id="attachment_8692" align="alignnone" width="300"] Foto: Penyematan ID Card Peserta PBAK[/caption]

Sementara Rektor, IAIN Parepare Dr. Ahmad Sultra Rustan dalam sambutannya mewajibkan mahasiswa yang akan menjadi pengurus Organisasi kemahasiswaan (Ormawa) kampus, nantinya harus memiliki sertifikat PBAK sebagai tanda bukti telah lulus mengikuti kegiatan tersebut.

[caption id="attachment_8696" align="alignnone" width="300"] Foto: Rektor IAIN Parepare, Dr. Ahmad Sultra Rustan, M. Si[/caption]

Lebih lanjut, Ahmad juga mengajak mahasiswa untuk aktif dalam keoraganisasi tanpa mengindahkan aktivitas perkuliahan. "Tidak ada organisasi kemahasiswaan di IAIN Parepare ini yang mengajari anggotanya bermalas-malasan dan mengutamakan kegiatan organisasi daripada perkuliahan. Semua organisasi kemahasiswaan tetap mengedepankan perkuliahan disamping organisasi. Organisasi sukses, menuntut ilmu juga sukses," jelas Rektor IAIN Parepare, Dr. Ahmad Sultra Rustan sebelum membuka kegiatan.


Adapun tujuan dilaksanakannya PBAK, sebagai berikut:

  1. Mengembangkan pemahaman dan penghayatan peserta terhadap sistem pendidikan di IAIN Parepare

  2. Mengembangkan kecerdasan spritual, emosional, intelektual dan sosial peserta

  3. Memupuk semangat solidaritas dan toleransi antara sivitas akademika

  4. Mengembangkan rasa memiliki dan tanggungjawab akademik, sosial terhadap disiplin ilmu

  5. Mengembangkan sikap kritis dan kreatif mahasiswa

  6. Mengembangkan nilai-nilai kearifan lokal





[caption id="attachment_8693" align="alignnone" width="300"] Foto: Persembahan Tari Kreasi oleh Aliansi Mahasiswa Seni (Animasi) IAIN Parepare[/caption]

 

Selasa, 21 Agustus 2018

Dosen IAIN Parepare Belajar Riset Internasional Ke Universitas Leiden Belanda

Diktis, subdit penelitian dan publikasi Kementerian Agama Republik Indonesia (RI), tahun ini mengirim sebanyak sembilan orang dosen yang berasal dari Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dan PTKIS se-Indonesia untuk mengikuti Short Course berstandar Internasional di Universitas Leiden Belanda. Salah satu diantara 9 orang tersebut yakni Dr. Ali Halidin. Ia merupakan salah seorang dosen pada jurusan Tarbiyah, IAIN Parepare.

[caption id="attachment_8616" align="alignnone" width="300"] Foto: Dr. Ali Halidin, M. Pd. I (Dosen pada jurusan Tarbiyah, IAIN Parepare)[/caption]

 



Dari wawancara via whatsApp (Selasa, 21/08), Dr. Ali Halidin menjelaskan adapun materi pembelajaran yang akan diikuti dalam short course tersebut meliputi studi metodologi riset, akademik writing, riset publication, Islamic Study dan juga studi naskah klasik yang ada di perpustakaan Belanda. "Sampai saat ini naskah-naskah tersebut masih tersimpan dengan rapi dan terjaga, namun perlu untuk selalu dikaji dan diteliti konsep-konsep kandungan didalamnya", jelasnya.



Beberapa profesor, peneliti dan penulis hebat akan terlibat sebagai pengajar dalam short course ini, diantaranya professor Dr. David Henley, salah satu peneliti yang mengkaji tentang Contemporary Indonesia, Dr. Nico Captain Islam and Souheast Asia, Prof. Dr. Wadad Kadi, dan Prof. Dr. Petra Sijpesteijn, sebagai Senior Professor dalam studi Islam Arab serta beberapa pengajar lainnya yang ahli dalam naskah-naskah klasik.  Short course ini akan berlangsung selama sebulan penuh, mulai dari tanggal 20 Agustus dan berakhir pada tanggal 20 September 2018.

 

Kamis, 16 Agustus 2018

Publikasi Hasil Riset Dosen Tarbiah lewat Seminar

IAIN Parepare--- Jurusan Tarbiyah dan Adab Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare melaksanakan seminar makalah dosen di ruang seminar tarbiyah, Selasa (14/08). Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Bahtiar, Ketua jurusan Tarbiyah dan Adab IAIN Parepare.

Sebanyak 9 dosen yang melakukan presentasi, nantinya hasil seminar (kumpulan) makalah dosen akan diterbitkan dalam bentuk buku.

[caption id="attachment_8580" align="alignnone" width="300"] Daftar 9 dosen yang menjadi narasumber (Pelaksanaan mulai tanggal 14 sampai 15 Agustus 2018)[/caption]

Rahman Fasih selaku Ketua panitia menjelaskan kegiatan seminar makalah dosen dilakukan sebagai upaya memberikan pelayanan bagi dosen yang terkendala dalam penyusunan BKD (Beban Kerja Dosen) dalam bidang penelitian dan pengembangan ilmu.



Selain itu, seminar makalah dosen juga diharapkan dapat menjadi motivasi bagi dosen untuk melakukan riset dan publikasi ilmiah.