Tampilkan postingan dengan label Academic. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Academic. Tampilkan semua postingan

Jumat, 21 Februari 2020

KPM Nusantara IAIN Parepare di LB-Eropa


IAIN PAREPARE --- Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Nusantara IAIN Parepare akan dilaksanakan di Labuan Beropa (sering disebut LB-Eropa).









Berdasarkan hasil Studi Kelayakan KPM IAIN Parepare, Rektor IAIN Parepare Dr. Ahmad Sultra Rustan, M.Si menyimpulkan desa ini layak untuk dijadikan lokasi KPM.





“Saya anggap daerah ini layak untuk dijadikan lokasi KPM Nusantara dan satu hal yang unik karena desa ini belum pernah tersentuh oleh perguruan tinggi manapun, sehingga kita lah yang mengawali pengabdian masyarakat di tempat ini,” jelasnya.





Labuan Beropa merupakan nama sebuah desa yang ada di Kecamatan Laonti Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Luas Desa sekitar 20 kilometer persegi. Desa ini merupakan salah satu desa yang terluar, terpinggir, dan bahkan terisolasi. Hal ini dikarenakan untuk mengunjungi desa ini, hanya bisa ditempuh menggunakan jalur laut. Selain itu, listrik yang merupakan kebutuhan utama masyarakat juga sangat terbatas, hanya mengandalkan listrik tenaga surya saja.





Untuk ke Labuan Beropa, dapat diakses dari Kota Kendari yang merupakan Ibukota dari Provinsi Sulawesi Tenggara. Perjalanan dari pelabuhan kurang lebih 2 jam menggunakan kapal angkutan umum, yang menjadi sarana transportasi utama ke desa ini.





Desa ini juga merupakan salah satu obyek tempat wisata menarik dikunjungi karena setiap sudutnya menyuguhkan pemandangan indah yang menarik dan menawan. Di pantai pasir putih ini juga terdapat banyak pohon kelapa yang begitu asri menghias Labuan Beropa.





Namun sayangnya, faktor kebersihan masih perlu untuk diperhatikan. Pasalnya masih terdapat banyak sampah yang berserakan di sekitar pantai.









Wakil Rektor 1 IAIN Parepare, Dr. Sitti Jamilah Amin, M. Ag. mengatakan, “Kebersihan pantai masih perlu diperhatikan, karena terdapat beberapa lokasi terlihat sampah bersebaran dimana-mana.”





Selain kebersihan pantai, Sitti Jamilah Amin juga menjelaskan desa ini memiliki potensi untuk mengembangkan perkebunan khususnya jambu mete dan pala. Diperlukan juga pembinaan agama kepada masyarakat khususnya mengaji.





Wakil Dekan 1 Fakultas Syariah dan Hukum Islam, Budiman, M. Hi menuturkan, “Berdasarkan hasil wawancara awal, catatan saya hanya satu yaitu pembinaan baca al-quran khususnya pembelajaran Iqra. Karena selama ini masyarakat hanya diajarkan sebatas paham dan menyambung, tetapi masih kurang dalam hal pengucapan hijaiyyah.”









Hal ini sejalan dengan hasil seleksi panitia KPM bersama pimpinan masing-masing fakultas pada hari Kamis (20/02), yang telah menetapkan beberapa nama mahasiswa yang dianggap memiliki keterampilan sesuai kebutuhan masyarakat di Desa Labuan Beropa. (*)





Penulis : Ahmad Dzul Ilmi S
Editor : Alfiansyah Anwar


Rabu, 19 Februari 2020

Apa itu SPAN PTKIN?


Yuk... simak video berikut ini






https://youtu.be/4shhNp6KbMM

Pengumuman: Pembayaran UKT Diperpanjang


IAIN PAREPARE--- Bagi mahasiswa yang belum melakukan pembayaran UKT (Uang Kuliah Tunggal) semester genap tahun akademik 2019/2020, diberi kesempatan untuk melakukan pembayaran UKT sampai tanggal 21 Februari 2020 (sampai pukul 11:00 Wita).





Registrasi online dan pengisian Kartu Rencana Studi (KRS) dilayani sampai tanggal 21 Februari 2020 pukul 16:00 Wita.










Gelar Pertemuan Akademik, Fakshi Bahas Ujian Munaqasyah


IAIN PAREPARE ---- Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Islam (Fakshi) IAIN Parepare menggelar pertemuan akademik, Kamis (20/02/20).





Fakshi terakhir menyelenggarakan rapat akademik dibandingkan dengan fakultas lain, seperti Fakultas Tarbiyah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) dan Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD).





Rapat akademik Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Islam ini digelar di ruang seminar Fakshi.





Hadir dalam pertemuan akademik, Dekan Fakultas Syariah dan Hukum Islam Dr. Hj. Rusdaya Basri, Wakil Dekan (Wadek) I Budiman, M.HI, Wakil Dekan II Agus Muchsin, Dr. Fikri selaku anggota senat, Amiruddin, S.Ag selaku Kasubbag AKA dan ketua-ketua Program Studi serta seluruh dosen yang ada pada lingkup Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Islam.









Dekan Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Islam menyampaikan kondisi perkuliahan selama semester ganjil. "Kepada dosen untuk lebih menertibkan mahasiswa dalam berpakaian dan untuk lebih tertib lagi menyetor RPS dan kontrak kuliah," tuturnya. Dekan mengharapkan kepada seluruh dosen untuk saling bekerja sama dalam mengembangkan Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Islam.









Dr. M. Ali Rusdi memaparkan tentang penyelenggaraan sidang munaqasyah harus dibuat sakral agar mahasiswa tidak menganggap remeh pelaksanaan sidang munaqasyah. Menanggapi hal tersebut Wakil Dekan I Budiman, M.HI menyampaikan bahwa masukan tersebut akan tetap dipertimbangkan untuk dijalankan dan perlu lagi didiskusikan hal-hal teknis sebelum diterapkan.









Dr. Fikri mengharapkan agar seluruh aspirasi yang disampaikan oleh dosen-dosen dalam pertemuan akademik ini direalisasikan oleh pimpinan fakultas. Terutama mengenai pelaksanaan sidang munaqasyah dibuat sakral. Hal ini bertujuan agar mahasiswa dapat mempertahankan skripsinya dengan penuh tanggung jawab dan benar-benar diuji.









Dalam pertemuan akademik tersebut juga disinggung terkait dengan ruang transit dosen untuk Fakshi, agar dosen yang menunggu untuk masuk kelas atau selesai memberikan perkuliahan dapat beristirahat. Menutup pertemuan tersebut, Dekan Fakshi menyampaikan akan menindaklanjuti usulan-usulan dalam yang disampaikan untuk pengembangan Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Islam.





Penulis: Rustam M. Pikahulan





Editor: Mifda Hilmiyah


Tim Debat Konstitusi Menuju Ajang Nasional


IAIN PAREPARE --- Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Islam menggelar seleksi Debat Konstitusi IAIN Parepare, Rabu (19/02/2029) di ruangan seminar Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Islam.





Seleksi dilaksanakan dalam rangka memberikan motivasi untuk meningkatkan prestasi dan pembentukan generasi cerdas, kritis serta untuk mempersiapkan lomba Debat Konstitusi Tingkat Nasional.





Kegiatan seleksi Debat Konstitusi ini didukung oleh Dekan Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Islam Dr. Hj. Rusdaya Basri dan Wakil Dekan selaku pimpinan Fakultas.
Seleksi Tim Debat Konstitusi ini diikuti oleh 4 Tim terbaik yang berasal dari Prodi Hukum Tata Negara (HTN), Hukum Pidana Islam, Hukum Keluarga Islam, dan Hukum Ekonomi Syariah.
          
Mosi Debat Konstitusi yang diperlombakan, yaitu “Rancangan Undang-Undang Omnibus Law”. Dewan juri, yakni Dr. M. Ali Rusdi, S.Thi, M.Hi, Andi Marlina, S.H, M.H, CLA, dan Rusdianto Sudirman S.H, M.H.





Setelah mengamati prosesi debat yang berlangsung 2 sesi, selanjutnya dewan juri melakukan musyawarah untuk menentukan tiga peserta terbaik, yakni Nurul Annisa, Wiwin, dan Nur Syamsi serta satu cadangan yakni Muh. Andri.





Dr. M. Ali Rusdi selaku ketua dewan juri seleksi Debat Konstitusi menyampaikan harapannya agar seleksi seperti ini terus dilaksanakan untuk menghindari adanya persepsi bahwa peserta debat yang diutus itu karena unsur nepotisme.





"Pada umumnya peserta seleksi debat yang telah tampil semuanya luar biasa, bahkan tidak lagi didominasi oleh Prodi (Program studi) HTN tetapi sudah muncul potensi dari prodi-prodi lain. Yang paling mengejutkan bagi saya adalah munculnya peserta yang masih semester dua ikut dalam seleksi dan salah satu nya terpilih sebagai anggota tim debat konstitusi tingkat nasional," jelasnya.





Rusdianto selaku anggota dewan juri mengutarakan kebanggaannya kepada peserta.





"Secara umum para peserta yang mengikuti seleksi debat kali ini sangat memuaskan, tentu ini menjadi hal positif yang harus terus dikembangkan di kalangan mahasiswa hukum," ungkap Rusdianto.





"Ke depan saya berharap di IAIN Parepare juga kelak dapat dibentuk Pusat Kajian Konstitusi dan Hukum Islam agar dapat menjadi wadah para pemerhati konstitusi untuk belajar dan berbagi ilmu tentang hukum dan konstitusi," harapnya.





Penulis: Rustam M. Pikahulan





Editor: Mifda Hilmiyah


Jumat, 14 Februari 2020

Luncurkan Buku Moderasi Beragama, Dosen IAIN Parepare Undang Kemenag Pusat


IAIN PAREPARE--- Sejumlah dosen IAIN Parepare melakukan Focus Group Discussion (FGD) di Cafe 99 Parepare, Jumat (14/2/ 2020). Kegiatan ini diagendakan sebelum meluncurkan buku antologi moderasi beragama yang menghimpun beberapa dosen dalam tulisan berbentuk buku.





Kegiatan ini dihadiri Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Lektur, Khazanah Keagamaan, dan Manajemen Organisasi Badan Penelitian dan Pengembangan, dan Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Agama Republik Indonesia, Dr. Muhammad Zain.





Ia sangat mengapresiasi kegiatan ini dan mengajak para dosen-dosen IAIN Parepare bersama Kementerian Agama (Kemanag) dan Pemerintah untuk memperkuat kajian-kajian tentang moderasi. Sehingga civitas akademik kampus terus berperan dalam meredam benih-benih konflik bernuansa identitas agama di lingkup kehidupan masyarakat secara luas.





Dr. Muhammad Zain sangat antusias membedah ide dan gagasan para dosen muda IAIN Parepare yang tertuang dalam naskah buku berjudul “Mainstreaming Moderasi Beragama Berbasis Teks”.





FGD ini juga dihadiri Kepala Pusat Penerbitan dan Publikasi Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) IAIN Parepare, Dr. M. Ali Rusdi Bedong, M.HI., dan Kepala Pusat Penelitian LP2M, Dr. Muhiddin Bakry, M.Ag., beserta para dosen penulis naskah buku.





Adapun sepuluh dosen IAIN Parepare sebagai penulis buku....





Baca halaman berikutnya (page 2)









Adapun sepuluh dosen IAIN Parepare sebagai penulis buku tersebut diantaranya Islamul Haq, Muhammad Haramain, M. Majdy Amiruddin, Abdul Karim Faiz, Afidatul Asmar, Mahyuddin, Rustam Pikahulan, Hasanuddin Hasyim, Muhammad Ismail dan M. Ali Rusdi Bedong.





Dr. Muhammad Zain menilai naskah buku ini memiliki konten yang menarik dan aktual dengan dinamika kehidupan keberagamaan di Indonesia.





Dalam ulasannya, ia menyebutkan minimal ada empat hal yang menarik perhatiannya saat membaca naskah buku tersebut.





Pertama, para penulis merupakan dosen muda yang energik dan produktif serta semangat literasi yang baik. Khususnya dalam pengembangan khazanah keilmuan, kontribusi para penulis muda dibutuhkan sebagai penyegaran kembali kajian-kajian teks berbasis realitas kekinian.





Kedua, naskah buku tersebut menyajikan antologi kajian dari lintas rumpun keilmuan berbasis kajian teks yang sarat dengan konten historis, filosofis dan kontekstual. Ia menyebutkan narasi buku ini signifikan dalam mengurai kajian keagamaan dan kebangsaan yang integratif, dengan bahasa yang sederhana, mendalam serta lugas.





Ketiga, buku ini merupakan khazanah penting, khususnya yang terbit dari ranah akademik PTKIN di bawah lingkup Kementerian Agama RI, yang aktif mengarusutamakan moderasi beragama dalam dinamika kebangsaan masyarakat Indonesia. Buku ini memunculkan pesan-pesan konstruktif bagi terwujudnya kehidupan keagamaan yang damai dan sejuk.





Keempat, buku ini dapat sebagai sumber khazanah keilmuan bagi peningkatan literasi masyarakat, khususnya di bidang moderasi beragama. Ia menilai bahwa kecenderungan masyarakat plural di Indonesia sangat membutuhkan khazanah moderasi beragama yang secara aktif membangun semangat literasi, baik bagi para tokoh agama, tokoh masyarakat, akademisi maupun kaum muda milenial.





Dr. Muhammad Zain memberikan beberapa poin moderasi beragama dalam sejarah Rasulullah dan para sahabat yang perlu di-reaktualisasi dalam dinamika kehidupan kebangsaan. Ia menegaskan bahwa narasi moderasi itu tak melulu dari Barat, bahkan Islam di masa awal pun sudah banyak memberikan nilai-nilai mendasar moderasi beragama yang dapat di-kontestualisasi.









Selain itu, Dr. Muhammad Zain berharap para dosen-dosen tidak hanya disibukkan dengan mengajar di ruang kelas, tetapi juga turut serta mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya merawat keutuhan bangsa, salah satunya dengan memperkuat literasi moderasi beragama.









Penggagas buku antologi moderasi beragama yang juga Kepala Pusat Penerbitan dan Publikasi LP2M IAIN Parepare, Dr. Ali Rusdi Bedong mengatakan kegiatan ini akan terus berlanjut.





"Untuk tahap awal ini, kita hanya libatkan sepuluh dosen saja yang berasal dari lintas fakultas di IAIN Parepare dengan ragam perspektif dalam melihat moderasi beragama," ucapnya.





Selain menggiatkan literasi, FGD ini juga sebagai ajang mendorong para dosen agar aktif menulis yang manfaatnya tidak hanya dirasakan masyarakat luas, tetapi juga untuk maslahat bagi dosen sebagai pengembang Tri Dharma.





"Saya harap setelah FGD ini akan segera meluncurkan buku antologi tersebut dan kita target pelucurannya akan dirangkaikan dengan seminar nasional," tutupnya.





Sementara itu, Dr. H. Muhiddin Bakry, M.Ag., sebagai Kepala Pusat Penelitian LP2M IAIN Parepare juga sangat mengapresiasi kegiatan penyusunan buku tersebut. (mhy/mif)


Kamis, 13 Februari 2020

Adaptasi Ilmu Adab dan Humaniora Era 4.0


IAIN PAREPARE---- Ketua Prodi Sejarah Peradaban Islam Dr. A. Nurkidam mengikuti Seminar dan Workshop Asosiasi Dosen Ilmu-Ilmu Adab dengan tema " Penguatan Kelembagaan Fakultas Adab/Ilmu Humaniora di Era 4.0" di UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, Kamis sampai Jumat (13-14/2/2020)





Selain seminar, juga diagendakan workshop dengan tema “Revisi Kurikulum Sejarah Islam Menuju Kampus Merdeka”. Kegiatan
ini diselenggarakan Asosiasi Dosen Ilmu Adab (ADIA) dan Asosiasi Program Studi Sejarah
Islam Indonesia (APSSII). Seminar ini dihadiri Dekan Fakultas Adab, Ketua dan Sekretaris Prodi Sejarah Islam dari
beberapa wilayah di Indonesia dengan jumlah peserta sekira 50 orang.





Ilmu Adab dan Humaniora memiliki tantangan  di era 4.0. Tantangan yang dimaksud  terkait positioning dan daya tawar dalam menghadapi tumbuh dan berkembangnya fakultas-fakultas umum yang dianggap lebih menjanjikan bagi karir akademik dan pekerjaan para calon mahasiswa. Selain itu, perkembangan teknologi era industrial 4.0 meniscayakan adanya adaptasi dan perubahan signifikan.









Tujuan pertemuan ini
sebagai penguatan Ilmu Adab dan penguatan 
kurikulum Sejarah Islam.  Kegiatan ini juga bermaksud membangun
distingsi dan karakter keilmuan bidang Islam dan Humaniora yang ada di bawah
Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKIN), Kementerian Agama. Workshop
dan seminar ini juga
bermanfaat untuk memperluas wawasan dalam rangka pengembangan prodi Sejarah
Kebudayaan  Islam.









Pemateri yang hadir, diantaranya Prof. Dr. Oman
Fathurahman, M.Hum menjelaskan
materi penguatan kelembagaan Fakultas Adab/Ilmu Humaniora, Dekan Fakultas Adab UIN Syarif Hidayatullah Saiful Umam, Ph.D menjelaskan reposisi fakultas
adab/humaniora dan
Prof. Amelia Fauzia, Ph.D Sekretaris
Asosiasi Prodi Sejarah Islam Indonesia membawakan materi pengembangan kurikulum Sejarah Peradaban Islam. "Harapannya
agar Prodi Sejarah Kebudayaan Islam mampu 
menguasai persoalan sejarah Islam 
dan ilmu lainnya," harap Dr. Nurkidam saat dihubungi via WhatsApp. (mif)


Rektor IAIN Parepare: "Mari Kita Berpikir Visioner"


IAIN PAREPARE--- Rektor IAIN Parepare Dr. Ahmad Sultra Rustan, M.Si secara resmi membuka kegiatan rapat kerja, Kamis (13/2/2020) di J4 Hotel Legian Bali.





Rektor dalam sambutannya menyampaikan beberapa hal penting terkait pelaksanaan rapat kerja tahun 2020. “Meskipun beberapa sorotan media online menyoroti kegiatan rapat kerja yang dinilai sebagai pemborosan anggaran, namun tetap kita laksanakan. Sebab kalau kita menelusuri PTKIN di Indonesia, maka kitalah orang-orang yang terakhir melakukan kegiatan rapat kerja di luar pulau," ujarnya.









"Pelaksanaannya telah diajukan tahun 2019 melalui rapat kerja dan telah disetujui Kementerian Agama, sehingga kegiatan rapat kerja ini tetap kita laksanakan di Bali ini sesuai dengan perencanaan,” jelasnya.





Lebih lanjut diuraikan pula, “Teman-teman kita ini bekerja tanpa jeda, sehingga perlu juga diapresiasi dalam rapat kerja di luar pulau, saya malah bermimpi suatu saat kita rapat kerja di luar negeri. Kalau tidak terwujud dalam kepemimpinan saya maka diharapkan pada pemimpin mendatang," tambahnya.





Rapat kerja menjadi rapat program kerja lembaga pada setiap tahun. "Saya berharap rapat kerja dijadikan sebagai acuan, menyusun program kerja. Mari kita berpikir visioner dalam menyusun program dengan menghadirkan masa yang akan datang dengan lompatan-lompatan program kegiatan yang relevan dengan masa depan," jelasnya lagi.









"Marilah kita mulai bekerja dengan membiasakan yang benar, dan patuh terhadap regulasi yang tertuang dalam pedoman yang lahir di kampus kita. Perubahan pedoman akan dilakukan apabila dalam pelaksanaannya kita menemukan beberapa hal yang perlu disempurnakan setelah dilakukan evaluasi ," harapnya kepada peserta dalam sambutan pembukaan rapat kerja (nhk/mif).


Rektor IAIN Parepare: "Mari Kita Berpikir Visioner"


IAIN PAREPARE--- Rektor IAIN Parepare Dr. Ahmad Sultra Rustan, M.Si secara resmi membuka kegiatan rapat kerja, Kamis (13/2/2020) di J4 Hotel Legian Bali. Rektor dalam sambutannya menyampaikan beberapa hal penting terkait pelaksanaan rapat kerja tahun 2020.









“Meskipun beberapa sorotan media online menyoroti kegiatan rapat kerja yang dinilai sebagai pemborosan anggaran, namun tetap kita laksanakan. Sebab kalau kita menelusuri PTKIN di Indonesia, maka kitalah orang-orang yang terakhir melakukan kegiatan rapat kerja di luar pulau Sulawesi," ujarnya.









"Pelaksanaannya telah diajukan tahun 2019 melalui rapat kerja dan telah disetujui Kementerian Agama, sehingga kegiatan rapat kerja ini tetap kita laksanakan di Bali ini sesuai dengan perencanaan,” jelasnya.









Lebih lanjut diuraikan pula, “Teman-teman kita ini bekerja tanpa jeda, sehingga perlu juga diapresiasi dalam rapat kerja di luar pulau, saya malah bermimpi suatu saat kita rapat kerja di luar negeri. Kalau tidak terwujud dalam kepemimpinan saya maka diharapkan pada pemimpin mendatang," tambahnya.





Rapat kerja menjadi rapat program kerja lembaga pada setiap tahun. "Saya berharap rapat kerja dijadikan sebagai acuan, menyusun program kerja. Mari kita berpikir visioner dalam menyusun program dengan menghadirkan masa yang akan datang dengan lompatan-lompatan program kegiatan yang relevan dengan masa depan," jelasnya lagi.





"Marilah kita mulai bekerja dengan membiasakan yang benar. Mari kita menjalankan regulasi dengan sebaik-baiknya, dan patuh terhadap regulasi yang tertuang dalam pedoman yang lahir di kampus kita. Perubahan pedoman akan dilakukan pada saat sudah dirasakan," harapnya kepada peserta dalam sambutan pembukaan rapat kerja. (Nurhakki/Mif)


Selasa, 11 Februari 2020

Sumbang Saran dan Kritik, Begini Hasil Rapat Akademik FEBI


IAIN PAREPARE — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) menggelar Rapat Akademik Tahun 2019/2020 Genap di Ruang Seminar Fakultas Febi, Selasa (11/02/2020).





Hadir dalam
pertemuan tersebut Wakil Dekan 1 Dr. Zainal said,  M. H,  Wakil Dekan 2 Drs. Moh yasin soumena,  M.Pd, Kasubag Akademik Abd. Hamid, S. Kom,
Ketua Program Studi, dan Dosen dalam lingkup Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam.





Diawali dari Wakil Dekan 1 Zainal Said melaporkan beberapa hal yang menyangkut masalah Akademik baik dari jumlah dosen maupun jumlah mahasiswa. Dalam laporannya menyebutkan jumlah Dosen Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Febi 33 orang, Dosen Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri (PPNPN) 15 orang, Dosen Luar Biasa 19 orang, total keseluruhan sebanyak 67 orang.





Untuk jumlah mahasiswa per Program Studi (Prodi) dari tahun 2014-2019 sebanyak 2.211 orang, ”Febi yang paling terbanyak, dimana sebelumnya dipegang oleh fakultas yang lain," ungkap Zainal Said.





Ia mengatakan, jumlah mahasiswa setiap Prodi juga bervariasi, seperti Perbankan Syariah sebanyak 892 orang, Ekonomi Syariah 445 orang, Manajemen Zakat dan Wakaf 163 orang, Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah 241 orang, Manajemen Keuangan Syariah 216 orang, Akutansi Syariah 147 orang, Pariwisata Syariah 107 orang, dan jumlah keseluruhan rombongan belajar sebanyak 451 Rombel.









Selain itu
menurut Zainal Said, dalam proses evaluasi akademik tentu ada beberapa kendala
dan hambatan yang dilalui. Baik dari segi kedisiplinan dosen dalam mengajar,
kedisiplinan dalam penginputan nilai sesuai kelender akademik maupun dari sisi
sarana dan prasarana fakultas yang harus dibenahi. “Tentunya ada beberapa
kendala yang dihadapi, tapi Insya Allah sedikit demi sedikit kita akan benahi
semuanya,” tutupnya.





Hal senada juga disampaikan wakil Dekan 2 Moh yasin soumena  yang menangani terkait sarana dan prasarana fakultas. Menurutnya, FEBI harus jadi kiblat untuk fakultas yang lain. "Olehnya itu, sedikit demi sedikit kita akan benahi. Tapi sebelumnya kita akan mendengarkan masukan dari beberapa dosen dan kita akan eksekusi demi kepentingan lembaga kita bersama," paparnya.





Pertemuan
tersebut juga diwarnai dengan beberapa kritik dan saran dari beberapa dosen
baik dari sisi akademik maupun dari sisi fasilitas fakultas. “Silahkan semua
kritik dan sarannya ditumpahkan karena disinilah momenya kita mendengarkan
masukan dari dosen," ungkap Zainal said.





Dari pertemuan tersebut lahirlah beberapa ide dan inovasi yang sangat membangun untuk kemajuan fakultas ekonomi dan bisnis Islam kedepanya. Baik dari sisi akademik maupun dari sisi sarana dan prasarana fakultas, yang nantinya akan menjadi bahan pertimbangan pimpinan. (*)





Penulis : Musmulyadi





Editor : Alfiansyah Anwar


Minggu, 09 Februari 2020

Arah Pendidikan di Tangan Sang Founder Gojek


Oleh : Musmulyadi, S.H.I.,M.M
(Dosen Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, IAIN Parepare)





OPINI --- Satu hal yang sering luput dari perhatian kita adalah pentingnya arah mengevaluasi arah pendidikan kita di Indonesia. Tujuan pendidikan merupakan masalah central dalam filsafat pendidikan. Secara umum tujuan diartikan sebagai perbuatan yang diarahkan kepada suatu maksud yang hendak dicapai melalui upaya atau aktivitas.





Tujuan akan mengarahkan tindakan dan perumusan tujuan pendidikan yang benar merupakan inti dari seluruh pemikiran pedagogis dan perenungan filosofis. Oleh karena itu, tanpa merumuskan tujuan dan arah pendidikan yang tepat, maka semua usaha perbaikan hampir pasti akan berakhir dengan kegagalan.





Arah pendidikan tidak pernah lepas dari tujuan hidup manusia. Sejak kita lahir sampai akhirnya tercipta pertanyaan, “Kemana arah kehidupan ini?” Oleh karena itu, langkah awal yang harus kita lakukan untuk memperbaiki pendidikan kita adalah merumuskan ke mana arahnya.





Sejak duduk di bangku sekolah hingga perguruan tinggi, seharusnya seseorang sudah diberikan bekal pendalaman ragam profesi secara intens. Dalam persaingan global yang sangat sengit, sekolah dituntut untuk mengenalkan sikap profesionalisme dan ragam profesi.





Ketika mendengar ucapan tersebut, saya sebagai warga negara Indonesia mencium aroma sedap saat penyambutan dan harapan-harapan yang membuncah atas terpilihnya Nadiem Makarim sebagai Mendikbud “Sang Founder Gojek.” Presiden Joko Widodo menunjuk Nadiem yang merupakan salah satu sosok generasi milenial yang kini menangani masalah pendidikan dasar, menengah dan perguruan tinggi.





Halaman selanjutnya....





Apakah pertimbangan sang Presiden? Bagaimana respon masyarakat? tentunya ada Pro dan ada yang Kontra....













Melihat aspek perubahan mendasar yang diharapkan terjadi pada arah kebijakan pendidikan di tangan menteri Nadiem, yaitu soal pentingnya fondasi akhlak dan adab pada setiap jenjang pendidikan. Jangan sampai dunia pendidikan di Indonesia melahirkan manusia yang pintar cari makan, tetapi jahat, serakah, dan tidak peduli pada sesama insan, apalagi melahirkan manusia yang tidak profesional, tidak berguna, buruk pula akhlaknya.





Sudah barang tentu, kita tidak ingin pendidikan di Indonesia diarahkan pada tujuan-tujuan jangka pendek yang hanya memperhatikan urusan yang bersifat sementara saja, benar pendidikan perlu melek kemajuan teknologi, akan tetapi jangan lupa ilmu dan pengetahuan yang membangun hakikat dan jati diri sebuah bangsa yang besar tidak boleh dilupakan.
Sehingga anggapan bangsa kita sekarang laksana raksasa yang terlupakan (forgetfull giant) tidak mampu mengidentifikasi potensi dan kekuatan dirinya adalah hal yang keliru.





Nadiem lebih dikenal kontribusinya dalam dunia ekonomi dan financial technology dengan Gojek dan Gopay-nya. Nadiem memiliki beberapa gebrakan baru usai dilantik sebagai Mendikbud oleh Presiden Joko Widodo. Beberapa di antaranya adalah mengganti Ujian Nasional (UN) dengan sistem penilaian baru dan mengubah konsep pilihan ganda di Ujian Sekolah.





Selain itu, Nadiem juga mengubah sistem zonasi yang selama ini kerap menimbulkan masalah. Walaupun diubah, Kemendikbud tetap menggunakan sistem zonasi saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang lebih fleksibel. Nadiem juga ingin merubah konsep pilihan ganda di Ujian Sekolah, dan selain Tunjangan Profesi kini ada tambahan tunjangan lain. Ketum Ikatan Guru Indonesia (IGI) Ramli Rahim merespons positif.





Beberapa waktu yang lalu Founder Gojek ini juga menyuarakan “Kampus Merdeka“ dimana ia akan melakukan gebrakan terhadap perguruan tinggi, S1 cuma wajib kuliah 5 semester dan sisanya, Perguruan Tinggi wajib memberikan hak bagi mahasiswa untuk secara sukarela (dapat diambil atau tidak) mengambil Sistem Kredit Semester (SKS) di luar kampus tinggi sebanyak 2 semester (setara 40 SKS).





Di samping itu, mahasiswa boleh mengambil SKS di prodi berbeda di Perguruan Tinggi yang sama sebanyak 1 semester (setara dengan 20 SKS). Ketentuan itu nantinya tertuang dalam paket kebijakan Merdeka Belajar:
Pembuktian.





Catatan penting buat Nadiem adalah “Pembuktian”. Masyarakat menunggu pembuktian pertama dari Nadiem. Dan cara termudah dan tercepat sebagai langkah awal menjawab pembuktian itu adalah menuliskan gagasan dan pemikiran pendidikan seorang Nadiem Makarim.





Dalam konsep pendidikan Islam, pendidikan memiliki empat domain utama, yaitu tadrib (pembinaan fisik), ta’dib (penanaman iman dan adab), tarbiyah (pengembangan potensi dan kompetensi), dan ta’lim (pengajaran ilmu pengetahuan). Sementara, Kihajar Dewantara menyebutnya dengan istilah olah raga, olah pikir, olah rasa, dan olah karsa.





Karena itu, tantangan Nadiem adalah keluar dari jebakan pragmatisme pendidikan, apalagi bila sampai terperangkap dalam kapitalisme pendidikan. Membangun peradaban bangsa selalu dimulai dengan membangun manusianya. Sarana paling strategis membangun manusia adalah melalui pendidikan. Kita tidak ingin pendidikan kita sekadar menghasilkan SDM siap kerja yang tidak berbeda jauh dengan robot. (*)





Hp/wa : 085396410006


Rabu, 29 Januari 2020

Ujian Komprehensif, Mengukur Kemampuan Mahasiswa


IAIN Parepare -- Ujian komprehensif adalah ujian akhir secara komprehensif yang dilalui mahasiswa sebelum ujian meja. Proses ini sebagai prasyarat untuk melangkah ke ujian berikutnya.





Rabu (29/1/2020) di ruang seminar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (Febi) berlangsung ujian komprehensif dengan 5 materi ujian. Terdiri dari ayat-ayat dan hadis ekonomi, fiqhi muamalah, fiqh ibadah, ekonomi dan bisnis (keprodian) dan islamic public speaking.





Ujian ini diikuti 26 mahasiswa yang terbagi dalam beberapa mata ujian. 16 orang mengikuti tes fiqh ibadah dan 15 orang lainnya mengikuti 4 materi sekaligus.









Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Kamal Zubair yang juga penguji komprehensif berharap mahasiswa yang mengikuti ujian harus mampu menguasai materi yang akan diujikan. Karena, lanjut doktor ekonomi ini, hal tersebut merupakan proses yang harus dilalui untuk melangkah ke ujian selanjutnya.





"Ini sekaligus alat ukur untuk melihat kemampuan berpikir mahasiswa. Salah satu tujuan ujian komprehensif untuk mengukur kemampuan berpikir mahasiswa," paparnya.





Catatan penulis, ada 18 penguji dalam ujian komprehensif ini. Terdiri dari dosen pengampu mata kuliah yang diujikan dan Kaprodi pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam.(Adg)





Penulis : Musmulyadi
Editor : Alfiansyah Anwar


Rabu, 22 Mei 2019

Mahasiswa Prodi KPI, Jadikan Ramadan Penuh Karya


IAIN Parepare---- Di tengah aktivitas suasana bulan suci Ramadan, Radio Akademia IAIN Parepare berkolaborasi dengan Lentera Kuning TV (Kelompok belajar mahasiswa KPI) melaksanakan event Ramadan Penuh Karya.









Event tersebut dibuka langsung oleh Dr. Isklandar selaku Wakil Dekan
Bidang Akademik, Kemahasiswaan, Kelembagaan dan Kerjasama Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD) di Aula IAIN Parepare, Rabu (22/05).





Ketua Panitia Wahyudi mengungkapkan sebanyak tiga jenis lomba di antaranya lomba Fotografi, lomba Presenter TV dan lomba Penyiar Radio.





"Ramadan penuh karya ini bagaimana kita menciptakan suatu media mahasiswa Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah dalam menyalurkan bakat dan karyanya," ucapnya saat menyampaikan laporan.









Penanggungjawab Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) Nurhakki mengungkapkan tanggapan positifnya.





"Menjadikan bulan ramadan dan kegiatan ini untuk mendapatkan pahala amal jariyah dan kita berharap kegiatan ini semakin menyemarakkan aktivitas kita di FUAD setelah beralih dari jurusan Dakwah dan Komunikasi," ucapnya.









Sementara Wakil Dekan Bidang Akademik, Kemahasiswaan, Kelembagaan dan Kerjasama Dr. Iskandar mengapresiasi pelaksanaan kegiatan dan berharap kegiatan terus berlanjut.





"Saya berharap kegiatan yang dilakukan oleh Radio Akademia bersama LKTV (Lentera Kuning TV) itu punya keberlanjutan. Selain itu, kemampuan mahasiswa KPI dalam mengambil gambar ditengah fasilitas yang terbatas itu sangat luar biasa," ujarnya Iskandar sebelum membuka kegiatan.





Kegiatan yang bertepatan 17 Ramadan 1440 ini mengusung tema memperat tali silaturahmi FUAD harmoni dalam media karya. Hal ini terbukti dari peserta lomba yang berasal dari berbagai program studi yang ada di Fakultas Ushuluddin, adab dan Dakwah (FUAD).














Mahasiswa Prodi KPI, Jadikan Ramadan Penuh Karya


IAIN Parepare---- Di tengah aktivitas suasana bulan suci Ramadan, Radio Akademia IAIN Parepare berkolaborasi dengan Lentera Kuning TV (Kelompok belajar mahasiswa KPI) melaksanakan event Ramadan Penuh Karya.





Event tersebut dibuka langsung oleh Dr. Isklandar selaku Wakil Dekan
Bidang Akademik, Kemahasiswaan, Kelembagaan dan Kerjasama Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD) di Aula IAIN Parepare, Rabu (22/05).





Ketua Panitia Wahyudi mengungkapkan sebanyak tiga jenis lomba di antaranya lomba Fotografi, lomba Presenter TV dan lomba Penyiar Radio.





"Ramadan penuh karya ini bagaimana kita menciptakan suatu media mahasiswa Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah dalam menyalurkan bakat dan karyanya," ucapnya saat menyampaikan laporan.





Penanggungjawab Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) Nurhakki mengungkapkan tanggapan positifnya.





"Menjadikan bulan ramadan dan kegiatan ini untuk mendapatkan pahala amal jariyah dan kita berharap kegiatan ini semakin menyemarakkan aktivitas kita di FUAD setelah beralih dari jurusan Dakwah dan Komunikasi," ucapnya.





Sementara Wakil Dekan Bidang Akademik, Kemahasiswaan, Kelembagaan dan Kerjasama Dr. Iskandar mengapresiasi pelaksanaan kegiatan dan berharap kegiatan terus berlanjut.





"Saya berharap kegiatan yang dilakukan oleh Radio Akademia bersama LKTV (Lentera Kuning TV) itu punya keberlanjutan. Selain itu, kemampuan mahasiswa KPI dalam mengambil gambar ditengah fasilitas yang terbatas itu sangat luar biasa," ujarnya Iskandar sebelum membuka kegiatan.





Kegiatan yang bertepatan 17 Ramadan 1440 ini mengusung tema memperat tali silaturahmi FUAD harmoni dalam media karya. Hal ini terbukti dari peserta lomba yang berasal dari berbagai program studi yang ada di Fakultas Ushuluddin, adab dan Dakwah (FUAD).










Selasa, 21 Mei 2019

Siti Sri Cahyani Prodi Pendidikan Bahasa Inggris IAIN Parepare Lolos Ikut EPIC Camp di Bali


IAIN Parepare--- Siti Sri Cahyani salah satu mahasiswa Program studi Pendidikan Bahasa Inggris fakultas Tarbiyah IAIN Parepare berhasil lolos masuk menjadi peserta Pre service English Teacher EPIC Camp 5 tahun 2019. Hal tersebut berdasarkan email informasi yang dikirim oleh Dr. Barandley Horn selaku Director.





Yanri Ramdhano
alumni dari program EPIC 2 menguraikan pre service teacher camp merupakan
beasiswa penuh selama dua minggu yang disponsori oleh RELO (Regional English
Language Office (RELO) dari kedutaan besar Amerika Serikat di Jakarta.





Program tersebut diperuntukkan bagi mahasiswa tingkat akhir yang akan menjadi guru bahasa Inggris di masa depan. Tahun ini, camp akan dilaksanakan pada tanggal 17 s/d 29 Juni di Nusa Dua, Bali.





Selama dua minggu, peserta akan berpartisipasi dalam seminar dan pembelajaran serta sharing pengalaman. Format camp juga mendorong refleksi dan interaksi selama kegiatan informal seperti permainan, lagu dan kegiatan di luar ruangan. Tidak hanya selama di kelas tetapi juga saat makan dan istirahat, peserta akan memiliki kesempatan untuk berkomunikasi dengan penutur asli, guru ahli yang akan memperkaya kemampuan bahasa Inggris.





Program ini
melibatkan dua negara yaitu Indonesia dan Timor Leste. Kata EPIC merupakan
singkatan dari Empowered, Prepared, Inspired, Connected.





Siti mengungkapkan rasa syukurnya karena berhasil masuk dalam 50 peserta terbaik yang berhak mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.





“Kegiatan ini sudah saya idam-idamkan dari tiga tahun yang lalu sejak pertama kali kegiatan ini disosialisasikan di kampus ‘Epic Sharing Day 2017’. Cuma waktu itu belum bisa daftar karena program ini untuk mahasiswa semester 7 ke atas. Sempat tidak percaya juga bisa lolos karena banyaknya pendaftar dan hanya 50 orang yang terpilih jadi delegasi terbaik,” ucap Siti yang diwawancarai via whatsapp (20/05).





Siti berharap
agar bisa belajar dan melakukan yang terbaik selama kegiatan.





“Ini kesempatan yang sangat berharga untuk meningkatkan kemampuan bahasa inggris sya terutama skill mengajar bhs inggris propesional krn dalam kegiatan ini peserta akan dilatih langsung dari para ahli (experts) dari berbagai negara. dan juga bisa membangun relasi dari peserta dari berbagai daerah di Indonesia dan Timor Leste,” jelasnya.





Lebih lanjut,
Siti berkomitmen usai ikut kegiatan akan sharing pengalaman kepada mahasiswa
lain.





“Tentunya setelah
kegiatan ini saya bisa berbagai pengalaman kepada teman-teman  terkhusus mereka yang dari jurusan Pendidikan
Bahasa Inggris dan ilmu yang saya dapatkan akan saya aplikasikan langsung di ruang-ruang
 kelas mengajar  saya nantinya,” tutupnya.





Sumber informasi
pendukung:






https://yanriramdhano.com/2019/04/12/pre-service-english-teacher-epic-camp-2019-open/#comment-426

Siti Sri Cahyani Prodi Pendidikan Bahasa Inggris IAIN Parepare Lolos Ikut EPIC Camp di Bali


IAIN Parepare--- Siti Sri Cahyani salah satu mahasiswa Program studi Pendidikan Bahasa Inggris fakultas Tarbiyah IAIN Parepare berhasil lolos masuk menjadi peserta Pre service English Teacher EPIC Camp 5 tahun 2019. Hal tersebut berdasarkan email informasi yang dikirim oleh Dr. Barandley Horn selaku Director.





Yanri Ramdhano
alumni dari program EPIC 2 menguraikan pre service teacher camp merupakan
beasiswa penuh selama dua minggu yang disponsori oleh RELO (Regional English
Language Office (RELO) dari kedutaan besar Amerika Serikat di Jakarta.





Program tersebut diperuntukkan bagi mahasiswa tingkat akhir yang akan menjadi guru bahasa Inggris di masa depan. Tahun ini, camp akan dilaksanakan pada tanggal 17 s/d 29 Juni di Nusa Dua, Bali.





Selama dua minggu, peserta akan berpartisipasi dalam seminar dan pembelajaran serta sharing pengalaman. Format camp juga mendorong refleksi dan interaksi selama kegiatan informal seperti permainan, lagu dan kegiatan di luar ruangan. Tidak hanya selama di kelas tetapi juga saat makan dan istirahat, peserta akan memiliki kesempatan untuk berkomunikasi dengan penutur asli, guru ahli yang akan memperkaya kemampuan bahasa Inggris.





Program ini
melibatkan dua negara yaitu Indonesia dan Timor Leste. Kata EPIC merupakan
singkatan dari Empowered, Prepared, Inspired, Connected.





Siti mengungkapkan rasa syukurnya karena berhasil masuk dalam 50 peserta terbaik yang berhak mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.





“Kegiatan ini sudah saya idam-idamkan dari tiga tahun yang lalu sejak pertama kali kegiatan ini disosialisasikan di kampus ‘Epic Sharing Day 2017’. Cuma waktu itu belum bisa daftar karena program ini untuk mahasiswa semester 7 ke atas. Sempat tidak percaya juga bisa lolos karena banyaknya pendaftar dan hanya 50 orang yang terpilih jadi delegasi terbaik,” ucap Siti yang diwawancarai via whatsapp (20/05).





Siti berharap
agar bisa belajar dan melakukan yang terbaik selama kegiatan.





“Ini kesempatan yang sangat berharga untuk meningkatkan kemampuan bahasa inggris sya terutama skill mengajar bhs inggris propesional krn dalam kegiatan ini peserta akan dilatih langsung dari para ahli (experts) dari berbagai negara. dan juga bisa membangun relasi dari peserta dari berbagai daerah di Indonesia dan Timor Leste,” jelasnya.





Lebih lanjut,
Siti berkomitmen usai ikut kegiatan akan sharing pengalaman kepada mahasiswa
lain.





“Tentunya setelah
kegiatan ini saya bisa berbagai pengalaman kepada teman-teman  terkhusus mereka yang dari jurusan Pendidikan
Bahasa Inggris dan ilmu yang saya dapatkan akan saya aplikasikan langsung di ruang-ruang
 kelas mengajar  saya nantinya,” tutupnya.





Sumber informasi
pendukung:






https://yanriramdhano.com/2019/04/12/pre-service-english-teacher-epic-camp-2019-open/#comment-426

Kamis, 02 Mei 2019

Inspirasi Pendidikan, Langkah Nyata Mahasiswa Tadris IPS Peringati Hardiknas


IAIN Parepare--- Sejumlah mahasiswa Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare melakukan kunjungan ke beberapa sekolah, Kamis (02/05).









Kunjungan tersebut dalam rangka Sehari bersama Tadris IPS melalui Fun Learning based Culture. Ahdar Djamaluddin selaku Ketua Penanggungjawab Program studi (Prodi) Tadris IPS mengungkapkan inspirasi pendidikan ini dilakukan agar mahasiswa sadar akan nilai-nilai perjuangan Ki Hajar Dewantara lewat perjuangannya di dunia pendidikan.





Perlu diketahui setiap tanggal 2 Mei diperingati Hari Pendidikan Nasional, disingkat HARDIKNAS.





Tanggal 2 Mei merupakan hari nasional yang bukan hari libur, ditetapkan oleh pemerintah Indonesia untuk memperingati kelahiran Ki Hadjar Dewantara, tokoh pelopor pendidikan di Indonesia dan pendiri lembaga pendidikan Taman Siswa.





Adapun beberapa sekolah yang dikunjungi di antaranya SDN 76 Bacukiki dan MI DDI Bacukiki dan Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri 1 Parepare.





"Sekolah ini kami pilih sebagai sekolah sekolah inspirasi karena sekolah ini berbatasan dengan kabupaten Sidrap yang sebagian dari siswa pada SD 76 berasal dari Sidrap mereka menempuh perjalanan sekita 1.5 jam jadi mereka harus menempuh sekitas 3 jam dalam sehari," jelas Ahdar.









Dengan mengangkat tema Inspirasi pendidikan, para mahasiswa dapat saling sharing bersama siswa-siswi pada sekolah tersebut.





"Kami pilih juga tema fun learning based culture dengan mengenalkan model-model pendidikan yang menyenangkan dan cara playing with learning," tambah Ahdar.









Nurhikmah salah satu mahasiswa Tadris IPS mengaku bersyukur dengan dilaksanakannya kegiatan ini.





"Semoga adek-adek bisa menghargai sebuah pendidikan bahwa pendidikan itu sangat penting. Selain itu, Tadris IPS juga bisa dikenal lebih luas dan alhamdulillah guru-guru menyambut baik dan mereka berharap agar kegiatan seperti ini sering-sering dilaksanakan," jelasnya saat diwawancarai via whatsapp.






Rabu, 01 Mei 2019

Inspirasi Pendidikan, Langkah Nyata Mahasiswa Tadris IPS Peringati Hardiknas


IAIN Parepare--- Sejumlah mahasiswa Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare melakukan kunjungan ke beberapa sekolah, Kamis (02/05).





Kunjungan tersebut dalam rangka Sehari bersama Tadris IPS melalui Fun Learning based Culture. Ahdar Djamaluddin selaku Ketua Penanggungjawab Program studi (Prodi) Tadris IPS mengungkapkan inspirasi pendidikan ini dilakukan agar mahasiswa sadar akan nilai-nilai perjuangan Ki Hajar Dewantara lewat perjuangannya di dunia pendidikan.





Perlu diketahui setiap tanggal 2 Mei diperingati Hari Pendidikan Nasional, disingkat HARDIKNAS.





Tanggal 2 Mei merupakan hari nasional yang bukan hari libur, ditetapkan oleh pemerintah Indonesia untuk memperingati kelahiran Ki Hadjar Dewantara, tokoh pelopor pendidikan di Indonesia dan pendiri lembaga pendidikan Taman Siswa.





Adapun beberapa sekolah yang dikunjungi di antaranya SDN 76 Bacukiki dan MI DDI Bacukiki dan Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri 1 Parepare.





"Sekolah ini kami pilih sebagai sekolah sekolah inspirasi karena sekolah ini berbatasan dengan kabupaten Sidrap yang sebagian dari siswa pada SD 76 berasal dari Sidrap mereka menempuh perjalanan sekita 1.5 jam jadi mereka harus menempuh sekitas 3 jam dalam sehari," jelas Ahdar.





Dengan mengangkat tema Inspirasi pendidikan, para mahasiswa dapat saling sharing bersama siswa-siswi pada sekolah tersebut.





"Kami pilih juga tema fun learning based culture dengan mengenalkan model-model pendidikan yang menyenangkan dan cara playing with learning," tambah Ahdar.





Nurhikmah salah satu mahasiswa Tadris IPS mengaku bersyukur dengan dilaksanakannya kegiatan ini.





"Semoga adek-adek bisa menghargai sebuah pendidikan bahwa pendidikan itu sangat penting. Selain itu, Tadris IPS juga bisa dikenal lebih luas dan alhamdulillah guru-guru menyambut baik dan mereka berharap agar kegiatan seperti ini sering-sering dilaksanakan," jelasnya saat diwawancarai via whatsapp.






Selasa, 30 April 2019

Seminar Nasional, Kolaborasi 2 Fakultas Hadirkan Praktisi Ekonomi


IAIN Parepare--- Himpunan Mahasiswa Jurusan Syariah dan Ekonomi Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare menggelar seminar nasional dan silaturahmi BEM Fakultas/ HMJ se Sulawesi Selatan dengan tema Implementasi Bisnis Syariah di Era Digital.





Dilaksanakan di Auditorium IAIN Parepare, Selasa (30/04), kegiatan ini diikuti ratusan peserta mulai dari kalangan mahasiswa IAIN Parepare sendiri, dosen, umum, dan delegasi dari (Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas atau Humpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) se Sulawesi Selatan.





Ketua pelaksana kegiatan Adriansyah menjelaskan kegiatan ini berlangsung selama dua hari, hari pertama kegiatan seminar nasional kemudian hari berikutnya rabu, 1 Mei 2019 kegiatan silaturahmi BEM Fakultas se Sulawesi Selatan.





"Kegiatan ini dilaksanakan agar kita sebagai mahasiswa di lembaga ekonomi syariah pada khususnya dapat mengetahui bagaimana cara mengimplementasikan bisnis syariah di era digital," jelas Adriansyah, Ketua Pelaksana.





Seminar Nasional tersebut dibuka oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga, Dr. Siti Jamilah Amin, M.Ag.





"Saya mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan ini, banyak hal yang mereka lalui untuk sampai pada tahap terlaksananya kegiatan ini," ucapnya.





Selain itu, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Dr. Kamal Zubair mengungkapkan kegiatan seminar ini merupakan hasil kolaborasi dua fakultas yakni Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Isalam dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam yang dimotori oleh Himpunan mahasiswa jurusan Syariah dan Ekonomi Islam.





"Seminar nasional hari ini sangat luar biasa, di mana kegiatan besar ini awalnya ditargetkan lima ratus peserta tetapi yang hadir melebihi ekspektasi sekitar seribuan lebih peserta yang hadir," ucapnya.





Hadir narasumber dari praktisi ekonomi dari berbagai latar belakang keahlian, di antaranyaDr. H.M. Dawud Arif Khan, S.E., M.Si. AK,CPA, (Dewan Syariah MUI Jakarta dan Pakar Akutansi Syariah), Dr. Andi Mattigaragau Tenrigau,SE.,M.Si. (Wakil Rektor I Universitas Andi Jemma Palopo) dan Dani Surya Sinaga (Direktur pengawas lembaga jasa keuangan OJK Kr 6 Sulawesi, Maluku dan Papua). (Ak)


Senin, 29 April 2019

Bedah Buku, Upaya Peningkatan Hasrat Menulis Civitas Akedemik


IAIN Parepare--- Perpustakaan IAIN Parepare melaksanakan kegiatan bedah buku selama dua hari di Lantai lima Gedung Perpustakaan, Senin (29/04). Dengan tema memantik animo menulis bagi civitas akademik melalui hasil pikir dan karya tulis dosen IAIN Parepare.





Ketua panitia Sirajuddin, mengungkapkan terdapat empat judul buku dosen yang akan dibedah yaitu buku Pengaruh Paham Keagamaan Terhadap Etos Kerja Pedagang Muslim: Suatu Kajian Teologi, Buku Membangun Tatanan Negara, Buku Pembelajaran Cinta Lingkungan dan Buku Konstruksi Ideologi Analisis Wacana Keagamaan: Jaringan Islam Liberal.





Kegiatan dibuka langsung oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan Dr. Siti Jamilah Amin.





Dalam sambutannya, Jamilah mengatakan sangat tertarik dengan tema yang diusung oleh panitia bedah buku. Panitia dapat melihat kegelisahan mengenai sedikitnya animo menulis dari dosen.





Menanggapi hal tersebut, pada tahun ini Rektor IAIN Parepare juga telah mencanangkan program penerbitan 100 judul buku daras yang terbagi ke empat fakultas.





“Saya mempercayai menulis itu adalah sebuah kegiatan intelektual bagi dosen-dosen dan mahasiswa. Ide-ide intelektual yang ada di kepala kita dapat dituangkan dalam bentuk tulisan salah satu caranya adalah dengan menulis buku," ucap Siti Jamilah saat menyampaikan sambutan.





Sementara Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perpustakaan IAIN Parepare, Usman Noer menjelaskan kegiatan bedah buku ini merupakan salah satu program dari unit perpustakaan





"Kegiatan ini diarahkan untuk meningkatkan animo dari para dosen untuk bisa membuat karya tulis ilmiah yang kemudian diterbitkan dalam bentuk buku," jelasnya saat diwawancara usai pembukaan.





Dalam kamus besar bahasa Indonesia animo merupakan hasrat dan keinginan yang kuat untuk berbuat, melakukan, atau mengikuti sesuatu.





"Buku tersebut bisa disosialisasikan kepada masyarakat pembaca terutama kepada mahasiswa. Adapun peserta bedah buku berasal dari para dosen dan mahasiswa IAIN Parepare serta tamu undangan yang berasal dari perpustakaan sekolah di kota Parepare," urainya. (Ae)






"Sebuah karya yang baik apabila karya tersebut itu dipublish"





Dr. Sitti Jamilah Amin, M. Ag, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan IAIN Parepare