Tampilkan postingan dengan label Syariah amp; Ekonomi Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Syariah amp; Ekonomi Islam. Tampilkan semua postingan

Kamis, 13 Februari 2020

Rektor IAIN Parepare: "Mari Kita Berpikir Visioner"


IAIN PAREPARE--- Rektor IAIN Parepare Dr. Ahmad Sultra Rustan, M.Si secara resmi membuka kegiatan rapat kerja, Kamis (13/2/2020) di J4 Hotel Legian Bali.





Rektor dalam sambutannya menyampaikan beberapa hal penting terkait pelaksanaan rapat kerja tahun 2020. “Meskipun beberapa sorotan media online menyoroti kegiatan rapat kerja yang dinilai sebagai pemborosan anggaran, namun tetap kita laksanakan. Sebab kalau kita menelusuri PTKIN di Indonesia, maka kitalah orang-orang yang terakhir melakukan kegiatan rapat kerja di luar pulau," ujarnya.









"Pelaksanaannya telah diajukan tahun 2019 melalui rapat kerja dan telah disetujui Kementerian Agama, sehingga kegiatan rapat kerja ini tetap kita laksanakan di Bali ini sesuai dengan perencanaan,” jelasnya.





Lebih lanjut diuraikan pula, “Teman-teman kita ini bekerja tanpa jeda, sehingga perlu juga diapresiasi dalam rapat kerja di luar pulau, saya malah bermimpi suatu saat kita rapat kerja di luar negeri. Kalau tidak terwujud dalam kepemimpinan saya maka diharapkan pada pemimpin mendatang," tambahnya.





Rapat kerja menjadi rapat program kerja lembaga pada setiap tahun. "Saya berharap rapat kerja dijadikan sebagai acuan, menyusun program kerja. Mari kita berpikir visioner dalam menyusun program dengan menghadirkan masa yang akan datang dengan lompatan-lompatan program kegiatan yang relevan dengan masa depan," jelasnya lagi.









"Marilah kita mulai bekerja dengan membiasakan yang benar, dan patuh terhadap regulasi yang tertuang dalam pedoman yang lahir di kampus kita. Perubahan pedoman akan dilakukan apabila dalam pelaksanaannya kita menemukan beberapa hal yang perlu disempurnakan setelah dilakukan evaluasi ," harapnya kepada peserta dalam sambutan pembukaan rapat kerja (nhk/mif).


Rektor IAIN Parepare: "Mari Kita Berpikir Visioner"


IAIN PAREPARE--- Rektor IAIN Parepare Dr. Ahmad Sultra Rustan, M.Si secara resmi membuka kegiatan rapat kerja, Kamis (13/2/2020) di J4 Hotel Legian Bali. Rektor dalam sambutannya menyampaikan beberapa hal penting terkait pelaksanaan rapat kerja tahun 2020.









“Meskipun beberapa sorotan media online menyoroti kegiatan rapat kerja yang dinilai sebagai pemborosan anggaran, namun tetap kita laksanakan. Sebab kalau kita menelusuri PTKIN di Indonesia, maka kitalah orang-orang yang terakhir melakukan kegiatan rapat kerja di luar pulau Sulawesi," ujarnya.









"Pelaksanaannya telah diajukan tahun 2019 melalui rapat kerja dan telah disetujui Kementerian Agama, sehingga kegiatan rapat kerja ini tetap kita laksanakan di Bali ini sesuai dengan perencanaan,” jelasnya.









Lebih lanjut diuraikan pula, “Teman-teman kita ini bekerja tanpa jeda, sehingga perlu juga diapresiasi dalam rapat kerja di luar pulau, saya malah bermimpi suatu saat kita rapat kerja di luar negeri. Kalau tidak terwujud dalam kepemimpinan saya maka diharapkan pada pemimpin mendatang," tambahnya.





Rapat kerja menjadi rapat program kerja lembaga pada setiap tahun. "Saya berharap rapat kerja dijadikan sebagai acuan, menyusun program kerja. Mari kita berpikir visioner dalam menyusun program dengan menghadirkan masa yang akan datang dengan lompatan-lompatan program kegiatan yang relevan dengan masa depan," jelasnya lagi.





"Marilah kita mulai bekerja dengan membiasakan yang benar. Mari kita menjalankan regulasi dengan sebaik-baiknya, dan patuh terhadap regulasi yang tertuang dalam pedoman yang lahir di kampus kita. Perubahan pedoman akan dilakukan pada saat sudah dirasakan," harapnya kepada peserta dalam sambutan pembukaan rapat kerja. (Nurhakki/Mif)


Rapat Kerja: “OKEMI, Optimalisasi Kinerja”


IAIN PAREPARE- Rapat
Kerja IAIN Parepare dibuka secara resmi, Kamis (13/2/2020) dengan tema “Optimalisasi
Kinerja Menuju Kampus Eduwisata dan Islam
”. Kegiatan
yang diselenggarakan
di J4 Hotel Jalan
Raya Legian No. 74, Bali dilaksanakan selama empat hari, Kamis-Sabtu, (13-16/2/2020)









Rapat Kerja ini dihadiri Rektor IAIN Parepare Dr Ahmad Sultra Rustan, Wakil
Rektor I, II dan III, Senat, Dekan dan Wakil Dekan, serta pimpinan unit.
Sebelumnya, Rektor dan rombongan dikalungkan bunga sebagai bentuk sambutan
pengunjung yang datang ke Bali. 





Rapat Kerja diawali laporan Ketua Panitia Hj.
Musyarrafah Amin dengan
menyampaikan tema kegiatan rapat kerja. “Jadi
kegiatan kita ini temanya Optimalisasi
Kinerja Menuju Kampus Eduwisata dan Islam
disingkat ‘OKEMI’ sebagai semangat kita merencanakan program kerja mewujudkan IAIN
sebagai kampus eduwisata,”
jelasnya.





Foto: Hj. Musyarrafah Amin (Kabiro AUAK IAIN Parepare)




 Kegiatan ini bertujuan untuk review penyusunan rencana program tahun 2021 dan juga menghadirkan beberapa narasumber antara lain, Rektor IAIN Parepare Dr Ahmad Sultra Rustan, Biro Keuangan dan Barang Milik Negara (BMN) Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia, Inspektorat Jenderal wilayah IV Kementerian Agama dan Direktoral Jendral Pendidikan Islam.









Selanjutnya, ketua panitia sekaligus Kepala Biro (Kabiro) Administrasi Umum, Akademik, dan Kemahasiswaan (AUAK) IAIN Parepare menyampaikan harapan kepada peserta agar mengikuti kegiatan dengan semangat.





“Saya berharap kita semua semangat melaksanakan kegiatan rapat kerja ini, demi kemajuan lembaga kita dan mewujudkan mimpi-mimpi kita kedepan, sebab kita hadir demi kita dan untuk kita,” urainya menutup laporan ketua panitia.





Peserta rapat kerja juga dihibur oleh tari tradisional Bali saat pembukaan acara. (Nurhakki/mif)






Selasa, 30 April 2019

Seminar Nasional, Kolaborasi 2 Fakultas Hadirkan Praktisi Ekonomi


IAIN Parepare--- Himpunan Mahasiswa Jurusan Syariah dan Ekonomi Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare menggelar seminar nasional dan silaturahmi BEM Fakultas/ HMJ se Sulawesi Selatan dengan tema Implementasi Bisnis Syariah di Era Digital.





Dilaksanakan di Auditorium IAIN Parepare, Selasa (30/04), kegiatan ini diikuti ratusan peserta mulai dari kalangan mahasiswa IAIN Parepare sendiri, dosen, umum, dan delegasi dari (Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas atau Humpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) se Sulawesi Selatan.





Ketua pelaksana kegiatan Adriansyah menjelaskan kegiatan ini berlangsung selama dua hari, hari pertama kegiatan seminar nasional kemudian hari berikutnya rabu, 1 Mei 2019 kegiatan silaturahmi BEM Fakultas se Sulawesi Selatan.





"Kegiatan ini dilaksanakan agar kita sebagai mahasiswa di lembaga ekonomi syariah pada khususnya dapat mengetahui bagaimana cara mengimplementasikan bisnis syariah di era digital," jelas Adriansyah, Ketua Pelaksana.





Seminar Nasional tersebut dibuka oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga, Dr. Siti Jamilah Amin, M.Ag.





"Saya mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan ini, banyak hal yang mereka lalui untuk sampai pada tahap terlaksananya kegiatan ini," ucapnya.





Selain itu, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Dr. Kamal Zubair mengungkapkan kegiatan seminar ini merupakan hasil kolaborasi dua fakultas yakni Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Isalam dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam yang dimotori oleh Himpunan mahasiswa jurusan Syariah dan Ekonomi Islam.





"Seminar nasional hari ini sangat luar biasa, di mana kegiatan besar ini awalnya ditargetkan lima ratus peserta tetapi yang hadir melebihi ekspektasi sekitar seribuan lebih peserta yang hadir," ucapnya.





Hadir narasumber dari praktisi ekonomi dari berbagai latar belakang keahlian, di antaranyaDr. H.M. Dawud Arif Khan, S.E., M.Si. AK,CPA, (Dewan Syariah MUI Jakarta dan Pakar Akutansi Syariah), Dr. Andi Mattigaragau Tenrigau,SE.,M.Si. (Wakil Rektor I Universitas Andi Jemma Palopo) dan Dani Surya Sinaga (Direktur pengawas lembaga jasa keuangan OJK Kr 6 Sulawesi, Maluku dan Papua). (Ak)


Kamis, 21 Februari 2019

Wisuda Perdana, Dirjen Pendis; Alumni IAIN Harus Memiliki Soft Skill

IAIN Parepare--- Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare menggelar wisuda perdana di Auditorium IAIN Parepare, Kamin (21/02).

Sebanyak 532 wisudawan dan wisudawati terdiri dari empat fakultas yakni, Fakultas Tarbiyah, Ekonomi dan Bisnis Islam, Hukum Syariah, dan Ushluddin Adab dan Dakwah. Alumni Strata 1 (S1) berjumlah 511 orang dan program magister Pascasarjana 21 orang.

Rektor IAIN Parepare, DR Ahmad Sultra Rustan mengungkapkan pada wisuda perdana ini sebanyak 195 alumni berpredikat Cum-Laude atau dengan pujian.

Rektor berharap agar para wisudawan dan wisudawati tetap menjaga almamater kampus yang akulturasi budaya Islam teknologi informasi.

"Terus menjaga nama baik almamater kampus yang kita cintai, dengan memperkenalkan IAIN lebih luas ke masyarakat. Serta siap menghadapi tantangan global di era teknologi,"ucapnya saat memberi sambutan.

Hadir Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) Kementerian Agama Republik Indonesia, Prof DR Phil H Kamaruddin Amin, membawakan orasi ilmiah yang bertemakan Pengembangan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam.

"Alumni IAIN harus memiliki kompetensi, soft skill untuk menghadapi era revolusi industri 4.0, kita tingkatkan salah satunya lewat pendidikan berkualitas," ungkap Dirjen Pendis.

Dalam wisuda ini, turut dirangkaikan peresmian gedung baru Auditorium yang berkapasitas 2.000 orang dengan anggaran senilai 17,5 miliar.

Turut hadir wakil walikota Parepare Pangerang Rahim beserta unsur jajaran pimpinan Daerah Kota Parepare, jajaran civitas akademik IAIN Parepare, serta para orangtua/wali alumni



Rabu, 23 Januari 2019

Dua Fakultas Adakan Silaturahim dan Ramah Tamah Bersama

IAIN Parepare--- Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Islam bersama Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Parepare melaksanakan kegiatan silaturahim dan ramah tamah di Aula IAIN Parepare, Rabu (23/01).

Kegiatan dihadiri oleh Kepala Biro AUAK IAIN Parepare, Wakil Rektor II dan III, para penanggung jawab program studi dan segenap mahasiswa dari kedua fakultas tersebut.

Budiman ketua jurusan Syariah dan Ekonomi tahun 2014 sampai 2018 mengucapkan terima kasih dan permohonan maaf atas kesalahan selama mengemban amanah tersebut. Lebih lanjut Budiman yang kini menjadi Wakil Dekan Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Islam mengajak para dosen untuk mengawal akhlak mahasiswa.

"Bagaimanapun tingginya ilmu seseorang, kalau akhlaknya kurang itu tidak ada artinya. Ilmu itu berada di bawah akhlak, biar setinggi apapun ilmu kalau tidak dibungkus dengan akhlak maka yakin dan percaya tidak akan bisa survive di masyarakat," ucap Budiman mengingatkan.

Sementara Dekan Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Islam, Dr. Muliati berkomitmen akan memajukan fakultas yang disertai dukungan dan kerjasama berbagai pihak. "Saya tidak ada apa-apanya kalau tidak ada wakil dekan dan bapak ibu Prodi  yang akan membantu nantinya dalam hal bagaimana ke depannya fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Islam,"ungkapnya.

Selain itu,  saran dan kritik menurut Dr. Muliati akan tetap dibutuhkan demi kemajuan fakultas. Hal senada juga diungkapkan Dr. Kamal Zubair selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam yang mengatakan kerjasama dan doa sangat penting dilakukan.

Mewakili Sambutan Rektor IAIN Parepare, Dr. H. Muhammad Saleh mengingatkan agar setiap program sejalan dengan visi.

"Setiap program yang akan dilakukan itu beriorentasi dengan visi IAIN Parepare yaitu pengemban kajian Islam dan akulturasi budaya berbasis teknologi informasi,"ucapnya.

Lebih lanjut Muhammad Saleh juga mengingatkan tagline IAIN Parepare Malebbi warekkeadanna makkeade ampena agar diaplikasikan dalam keseharian.

Kegiatan silaturahim dan ramah tamah ditutup dengan pemberian cendramata sebagai tanda penghargaan atas dosen-dosen yang telah berkontribusi memajukan institusi. Rasa haru tampak menghiasi wajah para dosen-dosen yang hadir.



Kamis, 27 Desember 2018

Survive Hadapi Industri 4,0 dengan Peningkatan Skill

IAIN Parepare--- Jurusan Syariah dan Ekonomi Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare melaksanakan seminar multidisipliner pengembangan program studi di lantai 5 Aula Perpustakaan IAIN Parepare, Kamis (27/12).



Empat program studi (Prodi) yang menjadi target peserta seminar ini di antaranya prodi Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah, prodi Manajemen Keuangan Syariah, prodi Akuntansi Syariah dan prodi Pariwisata Syariah.

Seminar yang mengusung tema actualiazation of Islamic ekonomic development in industri 4,0, menghadirkan narasumber akademisi dan praktisi yakni  Dr. Mursalim, SE., MSi., Akt., CA., CPAI., CPA., CSRS., CSP., ASEAN CPA (Ketua Program Studi Magister Akuntansi UMI Makassar), Dr. Anwar Rauf, SE., M.Si (Dosen UNM), dan Rusmin Nuryadin, SE., M.Si (Asosiasi Pelaku Pariwisata Profesional Indonesia).



Ketua Panitia, Syahriah Semaun mengungkapkan dipilihnya tema tersebut karena melihat adanya peluang dan tantangan pada industri 4,0.

"Kami melihat bahwa revolusi  industri tahun ke empat sekarang merupakan peluang dan tantangan. Prospek bagi perkembangan program studi di jurusan Syariah dan Ekonomi Islam dan merupakan tantangan bagi SDM (Sumber Daya Manusia) alumni-alumni dari jurusan Syariah dan Ekonomi Islam," ucapnya saat menyampaikan laporan.



Sementara Ketua jurusan Syariah dan Ekonomi Islam, Budiman mengungkapkan pentingnya membekali diri dengan skill atau keterampilan.

"Tujuan dari kegiatan ini sebenarnya bagaimana membuat anak-anakku melek terhadap keadaan dunia global sekarang. Anak-anakku jangan pernah berfikir bahwa kalian akan berhasil kalau hanya  mengandalkan prestasi akademik tanpa membekali diri dengan skill atau keterampilan. Hari ini kita bisa lihat bahwa orang yang bisa survive dalam hidup itu yang paling banyak keterampilannya," terangnya.

Lebih lanjut Budiman juga mengimbau kepada peserta agar tidak hanya terpaku pada program studi tetapi terus berupaya memperluas wawasan serta melengkapi diri dengan kemampuan berbahasa Inggris.



Seminar tersebut dibuka langsung oleh Dr. H. Sudirman L, selaku Pelaksana tugas (Plt) Wakil Rektor II  bidang Administrasi Umum,  Perencanaan dan Keuangaan IAIN Parepare.

"Saya ucapkan terima kasih, ini adalah jeri payah dalam rangka pengembangan, mengasah kompetensi mahasiswa kita supaya di luar sana masyarakat melihat bahwa ternyata IAIN itu bukan hanya sekedar baca khutbah atau doa saja tapi mereka pintar ekonomi, mereka pandai IT karena visi kami akultrasi budaya dengan Islam berbasis teknologi informasi," ucapnya sebelum membuka kegiatan.





 

 

 

Senin, 24 Desember 2018

Perjalanan Diktum: Jurnal Syariah dan Hukum hingga Terakreditasi

Perjalanan Diktum: Jurnal Syariah dan Hukum di lingkungan Jurusan Syariah dan Ekonomi Islam, STAIN Parepare (sekarang IAIN Parepare) dalam sejarahnya menuju jurnal terakreditasi bahwa mulai pada tahun 2012 hingga tahun 2014 menjadi salah satu jurnal yang diprioritaskan oleh Ketua STAIN Parepare yang saat itu dibawah kepemimpinan Prof.Dr. H. Abd. Rahim Arsyad, MA., sedangkan yang menjabat Ketua Jurusan Syariah dan Ekonomi Islam pada saat itu adalah Bapak Dr. H. Sudirman, L., M.H. Sementara Pengelola Diktum: Jurnal Syariah dan Hukum adalah Ketua Redaktur Dr. sudirman Sesse, M.Pd, Wakil Ketua Redaktur Dr. Aris Widodo, MA (sekarang Ketua Redaktur Jurnal Al-Ahkam IAIN Surakarta), Redaktur Pelaksana Drs. Moh.Yasin Soumena, M.Pd., Dr.H.Sudirman L., M.H. (sekarang menjabat Wakil Rektor II Bidang AUPK), Dr. Agus Muchsin, M.Ag., Dr. Sitti Jamilah Amin, M.Ag. (sekarang Sekretaris P3M IAIN Parepare), Budiman Sulaeman, M.HI. (sekarang Ketua Jurusan Syariah dan Ekonomi Islam), Dr. H. Mukhtar Yunus, M.Th.I. Pada tahun 2014, Dr. Sudirman Sesse, M.Pd sebagai Ketua Redaktur Diktum: Jurnal Syariah dan Hukumtelah bekerja keras agar tersebut diusul menjadi jurnal terakreditasi, akan tetapi saat itu masih ada syarat yang harus dipenuhi dengan penerbitan artikel selama 2 (dua) tahun dengan menggunakan sistem 4:5 yakni (4 (empat) artikel dari dalam dan 5 (lima) artikel dari luar STAIN Parepare), 3:7, atau 2:8. Pengelola Diktum: Jurnal Syariah dan Hukum memilih sistem 4:5 dan artikel terbit selama 2 (dua) tahun dengan sistem itu secara konsisten.

Hanya saja di akhir tahun 2014, setelah syarat tersebut terpenuhi, Diktum: Jurnal Syariah dan Hukum mengalami kendala pengusulan jurnal terakreditasi sebab Ketua Redaktur pindah tugas ke Universitas Negeri Makassar (UNM), dan syarat selanjutnya adalah bahwa jurnal yang akan diakreditasi harus dengan menggunakan sistem OJS (Open Jounal System). Meskipun begitu, pada awal tahun 2015 yang menjadi Ketua Redaktur dijabat oleh Andi Bahri, M.E., dan sempat dua kali pergantian Surat Keputusan (SK) Pengelola dari Ketua STAIN Parepare yang saat itu sudah dijabat oleh Bapak Dr. Ahmad Sultra Rustan, M..Si., dengan alasan bahwa Andi Bahri, M.E., lulus ujian dalam mengikuti seleksi5000 Doktor. Selanjutnya, ditunjuk Bapak Drs. Moh. Yasin Soumena, M.Pd. sebagai Ketua Redaktur, Dr. Fikri, S.Ag., M.HI. sebagai Wakil Ketua Redaktur, dan Redaktur Pelaksana berturut-turut; Dr. H. Sudirman, L., M.H., Budiman Sulaeman, M.HI., Dr. Zainal Said, M.H., Dr. Agus Muchsin, M.Ag., Dr. Rahmawati, M.Ag., Aris, M.HI, dan Dr. Muh. Ali Rusdi Bedong, M.HI. Hal yang sangat berkesan pada tahun 2015 dengan euforia yang luar biasa dari seluruh pengelola adalah Diktum: Jurnal Syariah dan Hukum terindeks moraref. Tidak berhenti sampai di situ, Ketua Jurusan Syariah dan Ekonomi Islam, Bapak Budiman, M.HI., terus memberikan dukungan dan mendorong pengelola pada setiap pertemuan selalu menyampaikan dan mengingatkan agar Diktum: Jurnal Syariah dan Hukum ini dapat terakreditasi.

Pada tahun 2016, selain pengelola menggunakan dana yang bersumber dari DIPA STAIN Parepare pada setiap tahunnya, juga memperoleh bantuan pengembangan jurnal dari Diktis. Dana bantuan tersebut digunakan untuk pelatihan jurnal OJS di UIN Maulana Malik Ibrahim  Malang bersaman dengan pengelola Jurnal Al-Maiyyah. Hasil dari pelatihan itu belum maksimal dan pengelolaan jurnal masih stagnan. Hanya beberapa artikel tertentu saja yang dapat dionlinekan. Hingga tahun 2017, Ketua STAIN Parepare melalui kebijakannya dengan mengajak semua pengelola jurnal untuk mengikuti Workshop “OJS Menuju Jurnal Akdereditasi” dengan mendatangkan tim trainer dari STAIN Kudus.Pasca workshop itu, pengelola Diktum: Jurnal Syariah dan Hukum terus bekerja keras agar menjadi jurnal OJS. Hampir semua artikel dari setiap volumeberhasil dibaca dan diterbitkan secara online. Akan tetapi, beberapa bulan kemudian dari artikel yang sudah berhasil  diterbitkan secara online dengan OJS versi 2 berafiliasi ke jurnal OJS versi 3. Berkaitan dengan sistem tersebut, pengelola Diktum: Jurnal Syariah dan Hukum terus mempelajari sistem OJS versi 3 hingga mengajak semua pengelola jurnal di IAIN Parepare, saat itu masih STAIN Parepare untuk bersama-sama menggelar training secara intensif pada setiap malam Rabu selama 4 (empat) bulan di ruangan TIPD Training yang dibimbing oleh Muhammad Haramain, M.Sos.I. Tidak terkecuali Bapak Budiman, M.HI sebagai Ketua Jurusan Syariah dan Ekonomi Islam rela berpartisipasi dalam kegiatan tersebut hingga pukul 24.00 malam untuk ikut lembur.



Pada tahun 2018 berdasarkan SK. Rektor IAIN Parepare No.10 Tahun 2018 bahwa pengelola DIKTUM: Jurnal Syariah dan Hukum dengan menunjuk Ketua Redaktur Dr. Fikri, S.Ag., M.HI., Wakil Ketua Redaktur Dr. Muh. Ali Rusdi Bedong, M.HI., Redaktur Pelaksana diantaranya Aris, M.HI., Dr. H. Abdul Syatar, M.HI., Andi Baso Pallawagau, MA., Muhammad Majdy, Lc., M.MA., Dr. Muhammad Ilham, M.Fil.I. Masih melanjutkan kegiatan pada tahun 2017 dengan melakukan training yang dilaksanakan pada bulan April sampai bulan Juli dengan mempelajari lebih mendalam sistem OJS versi 3. Pada bulan Oktober yang lalu, pengelola menerima undangan dari DIKTI untuk workshop persiapan Akreditasi Jurnal yang dilaksanakan di Makassar. Kegiatan dalam workshop itu berbenah untuk persiapan proses daftar di ARJUNA untuk pengusulan akreditasi. Alhamdulillah prosesnya begitu cepat. Bulan oktober kami dari pengelola mendaftar, tepatnya tanggal 18  Desember 2018 sudah terbit SK Direktur Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan Kemenristek Dikti No. 34/E/ KPT/2018 tentang Peringkat Akreditasi Jurnal Ilmiah Periode III Tahun 2018. Capaian itu patut disyukuri di tengah segala keterbatasan yang ada, kami banyak disupport oleh pimpinan utamanya Bapak Rektor IAIN Parepare, Ketua Jurusan Syariah dan Ekonomi Islam kepada pengelola.

Keberhasilan kami sebagai pengelola mengantar Diktum: Jurnal Syariah dan Hukum terakreditasi, meskipun bukan yang terbaik berada di Sinta 6, namun paling tidak ini adalah torehan emas karena Diktum: Jurnal Syariah dan Hukum merupakan jurnal pertama di IAIN Parepare yang terakreditasi. Hal ini sekali lagi berkat arahan Penanggungjawab Bapak Dr. Ahmad Sultra Rustan, M.Si., dan Bapak Budiman, M.HI., serta kerjasama yang apik Ketua Redaktur Dr. Fikri, S.Ag., M.HI., Wakil Ketua Redaktur Dr. Muh. Ali Rusdi Bedong, M.HI., Redaktur Pelaksana Aris, M.HI., Dr. H. Abdul Syatar, M.HI., H. Andi Baso Pallawagau, Lc., MA., Muhammad Majdy, Lc., M.MA., Dr. Muhammad Ilham, M.Fil.I. Tentunya harapan kami dari pengelola akan terus bekerja dan berkreasi(never stop) agar dapat meningkatkan kualitas artikel, manajemen OJS serta tata kelola organisasi di OJS, hingga nantinya berada di Sinta 2. Harapan kami selanjutnya adalah semua jurnal di lingkungan IAIN Parepare dapat mengikuti jejak Diktum: Jurnal Syariah dan Hukum untuk  dapat terakreditasi. Kami dari pengelola tidak akan meninggalkan mereka, sebab mereka semua adalah kawan kami, teman seperjuangan dalam training yang bersama-sama membagi pikiran hingga dapat menghasilkan gagasan yang tercerahkan.

Plt. Ketua Jurusan Syariah dan Ekonomi Islam menyampaikan selamat atas keberhasilan pengelola mengantarkan Diktum: Jurnal Syariah dan Hukum terakreditasi. Capaian ini, bukan kerja baru kemarin, tetapi melalui proses panjang dan berkesinambungan dari tahun ke tahun khususnya 4 (empat) tahun terakhir ini. Ditambahkan pula wujud dari usaha tidak mengenal lelah dari pengelola yang bekerja keras dengan spirit keikhlasan dan keberkahan. Pencapaian ini juga merupakan kado istimewa kepada Bapak Budiman, M.HI selaku Ketua Jurusan Syariah dan Ekonomi Islam. Semoga pencapaian itu menjadi sinyal kuat bahwa beliau husnul khatimah dalam mengemban amanah yang begitu berat namun mulia.

Penulis: Dr. Fikri, S. Ag., M. HI

Terakreditasi, Diktum: Jurnal Syariah dan Hukum

IAIN Parepare--- Kabar gembira datang dari jurusan Syariah dan Ekonomi Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare. Pasalnya jurnal Diktum: Jurnal Syariah dan Hukum akhirnya terakreditasi (24/12).



Diktum: Jurnal Syariah dan Hukum merupakan jurnal yang paling tua di IAIN Parepare, jurnal ini telah ada sejak 2003 yang konsisten terbit secara berkala dalam dua kali setahun dengan fokus kajian studi Ilmu Syariah, hukum Islam, dan ekonomi Islam meliputi: ruang lingkup ibadah, hukum tentang keluarga atau hukum badan pribadi (ahkam al-ahwal al-syakhshiyyah, hukum tentang kebendaan (al-ahkam al-madaniyyah, hukum pidana (al-ahkam al-jinaiyayah), hukum acara (al-ahkam al-murafa’at), hukum ketatanegaraan (al-ahkam al-dusturiyyah), hukum internasional (al-ahkam al-dauliyyah), dan hukum ekonomi dan keuangan (al-ahkam al-iqtishadiyyah wa al-maliyyah).

[caption id="attachment_9403" align="alignnone" width="212"] Lihat Jurnal[/caption]

Wakil Ketua Redaktur jurnal Diktum,  Dr. M. Ali Rusdi Bedong mengungkapkan tepatnya pada bulan Oktober 2018, pihak pengelola jurnal Diktum menerima undangan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (DIKTI) untuk mengikuti workshop persiapan akreditasi jurnal yang dilaksanakan di Makassar. Workshop tersebut dilakukan guna persiapan proses pendaftaran di Akreditasi Jurnal Nasional (Arjuna) dalam rangka pengusulan akreditasi.

“Alhamdulillah prosesnya begitu cepat. Bulan Oktober kami dari pengelola mendaftar, tepatnya tanggal 18  Desember 2018 sudah terbit SK Direktur Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan Kemenristek Dikti No. 34/E/ KPT/2018 tentang Peringkat Akreditasi Jurnal Ilmiah Periode III Tahun 2018,” jelas Dr. M. Ali Rusdi Bedong.

Pada tahun 2018 berdasarkan surat keputusan. Rektor IAIN Parepare No.10 Tahun 2018 tentang pengelola DIKTUM: Jurnal Syariah dan Hukum dengan menunjuk Ketua Redaktur Dr. Fikri, S.Ag., M.HI., Wakil Ketua Redaktur Dr. Muh. Ali Rusdi Bedong, M.HI., Redaktur Pelaksana diantaranya Aris, M.HI., Dr. H. Abdul Syatar, M.HI., Andi Baso Pallawagau, MA., Muhammad Majdy, Lc., M.MA., Dr. Muhammad Ilham, M.Fil.I.

[caption id="attachment_9401" align="alignnone" width="300"] Foto training: dibimbing oleh Muhammad Haramain, M.Sos.I[/caption]

Berbagai upaya terus dilakukan, sejak tahun 2017 para pengelola melakukan training secara intensif setiap malam Rabu selama empat bulan. Hingga tahun 2018, training tetap dilanjutkan. “Masih melanjutkan kegiatan pada tahun 2017 dengan melakukan training yang dilaksanakan pada bulan April sampai bulan Juli dengan mempelajari lebih mendalam sistem Open Journal Systems (OJS) versi 3,” ungkap Ketua Redaktur, Dr. Fikri.

Sementara pelaksana tugas (Plt) Ketua Jurusan Syariah dan Ekonomi Islam IAIN Parepare, Budiman menyampaikan selamat atas  keberhasilan pengelola mengantarkan jurnal DIKTUM terakreditasi.

“Capaian ini bukan kerja baru kemarin, tetapi melalui proses panjang dan  berkesinambungan dari tahun ke tahun khususnya 4 tahun terakhir dan wujud dari usaha tidak mengenal lelah dari pengelola yang bekerja  dengan spirit keikhlasan dan  keberkahan,” ungkap Budiman.

Lebih lanjut Budiman mengungkapkan pencapaian tersebut merupakan kado istimewa baginya.

“Pencapaian ini merupakan kado istimewa di akhir masa jabatan saya selaku Ketua Jurusan. Semoga pencapaian ini semacam sinyal kuat bahwa saya husnul khatimah dalam mengemban amanah yang begitu berat namun mulia ini,” ungkap Budiman saat diwawancarai via whatsapp (23/12).



Kamis, 20 Desember 2018

Saring Sebelum Sharing Cegah Penyebaran Hoax dan Ujaran Kebencian

IAIN Parepare--- Ratusan  orang mengikuti seminar nasional yang diselenggarakan oleh jurusan Syariah dan Ekonomi Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare di Auditorium IAIN Parepare, Kamis (20/12).



Dipilihnya  tema cerdas bermedia sosial dikarenakan maraknya berita-berita hoax dan ujaran kebencian yang tersebar pada dunia maya.

Hadir empat narasumber di antaranya Ach. Dhofir Zuhry (Rektor STIF Al-Farabi, Malang. Penulis buku Peradaban Sarung), M. Ali Rusdi Bedong (Dosen IAIN Parepare, penulis buku Maqashid al-Mukallaf), Syafrillah Syahrir (Peneliti Litbang Sulawesi Selatan, penulis buku Calabai) dan Zulkarnain AS (Dosen Teknik Arsitektur UIN Alauddin Makassar, penulis buku Guru Malaikat).

[caption id="attachment_9373" align="alignnone" width="300"] Moderator: Islamul Haq[/caption]

Salah satu narasumber, Syafrillah Syahrir mengungkapkan pentingnya saring sebelum sharing ketika membaca suatu informasi.

“Kenali sumber media, apakah abal-abal atau kredibel? Kenali konteks berita, kapan di mana, siapa yang membuat berita itu? Jangan terpedaya dengan judul, semua berita wajib dibaca tuntas. Jangan percaya pada meme, minta link beritanya. Kemudian puasa sebar, semua berita meragukan berhenti di Anda,” jelas Syafrillah Syahril saat menyampaikan materi.

Sementara Budiman ketua jurusan Syariah dan Ekonomi Islam berharap agar para peserta seminar dapat mengamalkan apa yang didapatkan oleh para pemateri.

“Orang yang cerdas itu adalah orang yang mengamalkan ilmunya. Kalau ada orang yang berilmu sampai langit, tidak diamalkan nonsen itu. Amal, aktivitas, perilaku atau apa saja harus kembali ke empat kriteria. Pertama, sebelum bertindak harus tau dulu (paham) harus cerdas. Kemudian niat, lalu sabar dan keikhlasan,” ucap Budiman menutup seminar.

Dalam seminar tersebut juga dirangkaikan pengumuman para pemenang nominasi Syariah Award 2018. Berbagai penghargaan diberikan kepada mahasiswa berprestasi, alumni inspiratif, dosen, serta program studi terbaik yang ada di jurusan Syariah dan Ekonomi Islam.

Rabu, 19 Desember 2018

Tingkatkan Kualitas Karya Ilmiah Mahasiswa Tanpa Plagiarism

IAIN Parepare--- Program studi Ekonomi Syariah jurusan Syariah dan Ekonomi Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN Parepare) melaksanakan workshop metode penelitian kualitatif dan penelitian kuatitatif di Aula IAIN Parepare, Rabu (19/12).

Hadir narasumber metode penelitian kuantitatif Dr. Hj. Sri Undai Nurbayani, M. Si (Dosen Fakultas Ekonomi UNHAS Makassar), narasumber metode penelitian kualitatif Dr. Fikri, M.HI (Dosen IAIN Parepare), narasumber praktikum metode kualitatif dan kuantitatif yaitu pedoman wawancara dantabulasi data Abd. Hamid, SE., MM (Dosen IAIN Parepare), dan narasumber praktikum statistik (SPSS) Syahriyah Semaun, SE., MM (Dosen IAIN Parepare).

[caption id="attachment_9358" align="alignnone" width="300"] Foto mulai sisi kiri: Syahriyah Semaun, SE., MM, Dr. Hj. Sri Undai Nurbayani, M. Si, Dr. Zainal Said, MH, dan Dr. Fikri, M.HI.[/caption]

Syahriyah Semaun yang juga selaku Ketua penanggungjawab Prodi Ekonomi Syariah mengungkapkan workshop ini dilakukan untuk lebih meningkatkan kualitas mahasiswa khususnya di Prodi Ekonomi Syariah dalam penulisan karya ilmiah.

Dengan mengusung tema  peningkatan kualitas karya ilmiah dalam mempertahankan originalitas, kegiatan ini diikuti ratusan peserta yang terdiri dari semester tiga, lima dan tujuh.

“Tidak menutup kemungkinan, materi ini penting untuk semester 3  karena sekarang mereka juga mengikuti mata kuliah statistik dan semester 5 sudah selesai tahapan statistik dua jadi yang lebih mendalami semester 7 yang sedang proposal,” ucapnya.



Kegiatan berlangsung sehari ini, dirasa sangat penting dilakukan menurut Dr. Fikri selaku sekretaris Jurusan Syariah dan Ekonomi Islam. Hal ini dikarenakan pentinya mahasiswa dalam menghasilkan karya ilmiah tanpa plagiarism.

“Bagaimana anak-anakku itu bisa menghasilkan karya ilmiah yang baik, terbebas dari plagiarism. Ini hal terpenting yang harus diperhatikan, kenapa? Karena mulai saat ini semester 3, 5 dan 7 dibekali pengetahuan tentang bagaimana menulis dengan baik menghasilkan suatu karya ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan dan sekaligus menghasilkan suatu keilmuan yang bisa dinikmati siapa saja yang membacanya,” jelas Fikri saat member sambutan.

Tanggapan senada juga disampaikan oleh Dr. Zainal Said, Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) IAIN Parepare.

“Kegiatan ini menurut saya sangat penting dan saya berharap adik-adik mahasiswa bisa mengikuti secara saksama. Semester 3 ini, harusnya memahami lebih awal supaya kekeliruan-kekeliruan dalam menulis itu bisa diminimalisir,” tanggapnya sebelum membuka kegiatan mewakili Rektor IAIN Parepare.

Selasa, 18 Desember 2018

Perbankan Syariah: One Day Training Job Seeker

IAIN Parepare--- Program studi (Prodi) Perbankan Syariah jurusan Syariah dan Ekonomi Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare menggelar One Day Training Job Seeker, Selasa (18/12).

Training ini dilaksanakan di Aula IAIN Parepare yang diikuti ratusan mahasiswa Prodi Perbankan Syariah. Ketua panitia, Dr. Muhammad Kamal Zubair mengungkapkan training tersebut dikhususkan diikuti oleh mahasiswa semester 7 yang sebelumnya telah melaksanakan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL).

Dipilihnya peserta dari kalangan mahasiswa semester akhir guna memberi bekal dalam menghadapi persaingan dunia kerja.

"Membekali mahasiswa khususnya Prodi Perbankan Syariah terkait dengan kemampuan soft skill. Bagaimana persiapan-persiapan membuat lamaran kerja, menghadapi tes wawancara dalam dunia kerja. Target dari Prodi tentu saja bagaimana alumni-alumni dari perbankan syariah dapat terserap di lembaga keuangan syariah, khususnya perbankan atau lembaga keuangan lainnya.," jelasnya saat memberi laporan ketua panitia.

Hadir membuka kegiatan sekertaris jurusan Syariah dan Ekonomi, Dr. Fikri mewakili Rektor IAIN Parepare. Menurutnya, training ini merupakan kegiatan yang sangat menarik. "Kegiatan ini memberikan pembekalan dan juga sebagai langkah-langkah atau cara-cara sehingga mudah terekrut di lembaga keuangan," ucap Fikri.

Dengan menghadirkan narasumber akademisi dan praktisi yang telah memiliki pengalaman di bidangnya masing-masing. Salah satu narasumber pertama, Muhammad Satar, MM menjelaskan trik dan tips wawancara.

"Untuk mencapai kesuksesan, setiap apa yang kita ingin ajukan harus dengan persiapan matang. Tentunya yang pertama adalah menyiapkan diri baik physical (fisik) maupun mental," ucapnya Muhammad Satar.

Selain itu, Satar menambahkan pentingnya mempersiapkan pengetahuan, penguasaan bahasa Inggris, attiude dan responsibility (tanggungjawab).

 

 

 

 

Senin, 17 Desember 2018

Tumbuhkan Jiwa Entrepreneur melalui Semesta

IAIN Parepare--- Alumni sebuah perguruan tinggi tidak hanya diharapkan diterima pada instansi pemerintahan ataupun swasta tetapi juga mampu menjadi pembuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Entrepreneur atau menjadi seorang pengusaha dapat menjadi pilihan alternatif untuk mencapai tujuan tersebut.



Salah satu upaya yang dilakukan oleh program studi (Prodi) Ekonomi Syariah jurusan Syariah dan Ekonomi Islam IAIN Parepare yakni dengan menggelar Semesta (Seminar Ekonomi Syariah Tahunan), Sabtu (16/12).

Ketua Panitia, Aldy Baharuddin Asia mengungkapkan seminar ini dilaksanakan guna menumbuhkan jiwa entrepenuership pada mahasiswa baru terkhusus untuk mahasiswa Prodi ekonomi syariah.

"Paling penting juga Semesta dilaksanakan untuk menumbuhkan dan menjaga jiwa solidaritas antara senior dan junior," ungkapnya saat diwawancarai via whatsapp (16/12).



Dihadiri ratusan peserta dengan menghadirkan para pengusaha berpengalaman di antaranya Samsul Rijal, S.E (owner Kaosta),  Iqbal Ardianto (Penulis buku Uang Panaik) dan Juneda Nurdin, S.H (Owner Ice Jun-Jun).

"Pesertanya khusus untuk mahasiswa Prodi Ekonomi Syariah angkatan 2015-2018. Tapi yang diwajibkan hadir hanya mahasiswa semester 1," tambahnya.

Kegiatan ini merupakan kegiatan tahunan yang dilaksanakan sekali dalam setahun.





 

 

Selasa, 27 November 2018

Workshop Muamalah, Hadirkan Praktisi dan Akademisi

IAIN Parepare--- Program studi (Prodi) Ekonomi Syariah (muamalah) jurusan Syariah dan Ekonomi Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare melaksanakan workshop Muamalah di Aula IAIN Parepare, Selasa (27/11).

Workshop yang dihadiri ratusan peserta ini mengusung tema Inovasi Akad pada Lembaga Keuangan Syariah.

Ketua Panitia, Abdul Hamid mengungkapkan akan pentingnya inovasi akad pada lembaga keuangan syariah. Dalam setiap tahun, memang sudah menjadi tradisi oleh setiap Prodi untuk melaksanakan workshop guna penguatan prodi khususnya mahasiswa.

Sementara Ketua jurusan Syariah dan Ekonomi Islam IAIN Parepare, Budiman menyambut baik kegiatan ini.

"Akad-akad yang kita praktikkan hari ini masih yang dipraktikkan oleh ulama-ulama lalu tentu ketinggalan zaman maka perlu inovasi.  Saya menyambut baik kegiatan workshop ini yang akan membahas inovasi-inovasi. Ini akan menjadi pendorong  terutama yang terkait kajiannya," ucap Budiman, sebelum membuka kegiatan.

Lebih lanjut Budiman juga berharap agar para peserta tidak hanya sekedar hadir namun benar-benar memahami apa yang akan disampaikan oleh narasumber.

Adapun narasumber dalam workshop ini di antaranya pertama, Rio Subagio seorang praktisi perbankan dengan moderator Moh. Yasin Soemena dan narasumber kedua Dr. Fikri dari kalangan akademisi dengan moderator I Nyoman Budiono.



Dengan dihadirkan narasumber dari kalangan praktisi dan akademisi, para peserta diharapkan mampu memahami materi baik secara teori maupun secara praktis sesuai dengan kondisi real zaman sekarang.

Jumat, 19 Oktober 2018

LKPKM 2018: Bangun Jiwa Integritas, Totalitas dan Loyalitas Mahasiswa

IAIN Parepare--- Pembukaan Latihan Kepemimpinan dan Pengembangan Karakter Mahasiswa (LKPKM) tahun 2018 dibuka secara resmi di gedung Auditorium IAIN Parepare, Kamis (18/10).

Kegiatan yang dilaksanakan oleh Dewan Mahasiswa (Dema) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare. LKPKM merupakan kegiatan tahunan yang diikuti oleh mahasiswa IAIN Parepare khususnya mahasiswa baru.

Sebanyak 860 peserta mengikuti kegiatan LKPKM yang mengusung tema Membangun Jiwa Integritas, Totalitas dan Loyalitas Mahasiswa yang Sadar akan Tanggungjawab Sosial. Kegiatan tersebut akan berlangsung mulai 18 sampai 21 Oktober 2018.



Meskipun dari jumlah keseluruhan mahasiswa baru tidak semuanya mengikuti LKPKM. Namun Ketua Dema IAIN Parepare Muhammad Arafah  melihat, mahasiswa yang memutuskan pilihan untuk mendaftarkan diri sebagai peserta LKPKM 2018 merupakan satu langka kemajuan.

"Maka kalianlah yang sampai pada titik ini, apa poin pertama yang kalian sudah dapatkan? Kalian sudah mampu berbeda dengan teman-teman seperjuangan kalian, satu langkah lebih maju," ucapnya saat memberi sambutan di hadapan ratusan peserta.



Sementara Pelaksana Tugas Wakil Rektor III bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, Dr. Abu Bakar Juddah melihat kegiatan LKPKM merupakan salah satu upaya untuk mempersiapkan diri sebagai pemimpin masa depan.

"Kita sudah dilahirkan bersama potensi itu tapi untuk mengimplementasikan potensi menjadi kompetensi tentulah tidak semudah membalikkan telapak tangan harus melalui sejumlah langkah-langkah di antaranya melalui pelatihan-pelatihan yang kalian ikuti seperti ini," ungkapnya.

[caption id="attachment_9085" align="alignnone" width="300"] Foto: Dr. Abu Bakar Juddah, M. Si (Plt. Wakil Rektor III)[/caption]

Lebih lanjut, Abu Bakar Juddah juga mengingatkan kepada peserta akan pentingnya kedisiplinan.

"Dalam diri kita, kita ini adalah pemimpin paling tidak memimpin diri kita menjadi orang yang disiplin karena kedisiplinan mengantar kita ke pintu kesuksesan. Kalau Anda tidak disiplin belajar, mengikuti perkuliahan tentulah amburadul. Tapi kalau disiplin, Insyaa Allah akan mengatar kalian mencapai cita-cita," jelasnya sebelum membuka kegiatan.

"Kita tidak mampu memprediksi masa depan kita, kita hanya mampu menata. Apa yang kalian lakukan hari ini merupakan bagian dari penataan masa depan"


-Dr. Abu Bakar Juddah, M. Si-


Plt. Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, IAIN Parepare


 

 

Kamis, 13 September 2018

Serap Masukan melalui Rapat Akademik Dosen

IAIN Parepare--- Menjelang aktifnya perkuliahan pada semester ganjil yang akan diikuti oleh seluruh mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare, ratusan orang mengikuti rapat dosen tahun akademik 2018/2019 di Aula IAIN Parepare, Kamis (13/09).




Dibuka langsung oleh Muhammad Djunaidi selaku Pelaksana tugas (Plt) Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kelembagaan, turut dihadiri pula para ketua dari berbagai jurusan, mulai dari Ketua jurusan Tarbiyah dan Adab, Ketua jurusan Syariah dan Ekonomi Islam dan Ketua jurusan Dakwah dan Komunikasi.

Rapat tersebut merupakan rapat yang rutin dilaksanakan sekali dalam setiap tahun. Hal ini dilakukan dalam rangka mengevaluasi serta membahas hal-hal yang terkait masalah-masalah (problem) yang ditemui dosen dalam aktivitas perkuliahan.  Selain itu dalam pertemuan ini para dosen juga diberi kesempatan mengajukan pertanyaan maupun saran dalam sesi tanya jawab.



Hamdanah Said salah seorang dosen sekaligus penggagas kode etik IAIN Parepare, memberi saran agar dalam proses perkuliahan kode etik tetap diberlakukan. "Dosen diharapkan membaca pelanggaran ringan dengan sanksi ringan. Sebab, dosen mempunyai hak menjatuhkan sanksi ringan berupa teguran," ungkapnya. Tidak hanya Hamdanah Said, beberapa dosen pun turut mengajukan beberapa pertanyaan serta saran yang ditanggapi langsung oleh para Ketua jurusan yang hadir.





Sementara Muhammad Djunaidi dalam memimpin rapat mengakui masih adanya  kekurangan yang perlu diperbaiki ke depannya. "Harus kita menyadari, memang pasti ada kekurangan. Namun, untuk menutupi kekurangan itu mari bersama-sama kita mencari solusi," ajaknya.



Selain itu, Muhammad Djunaidi juga mengungkapkan dalam waktu dekat ini, IAIN Parepare akan memiliki beberapa fakultas. "Pada saat kita berubah jadi fakultas, di situ saatnya perlu banyak pertemuan agar kita memperoleh masukan dan mencari solusi terhadap permasalahan-permasahan yang dihadapi,"terangnya.