Jumat, 13 Desember 2019

Persamaan Persepsi Aturan Pelaporan Keuangan, IAIN Parepare Gelar Workshop Pengelolaan Anggaran


Humas IAIN Parepare--Jumat, (13/12) Workshop Pengelolaan Anggaran di lingkungan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare di laksanakan di meeting room hotel grand star Kota Parepare selama dua hari, mulai jumat- sabtu 13-14 Desember 2019.
Adapun kegiatan workshop pengelolaan anggaran ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mengenai pengelolaan anggaran di lingkungan IAIN Parepare.










Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh kepala biro AUAK, Hj. Musyarrafah Amin, S.Sos., M.Si., dalam sambutannya mengatakan bahwa dengan terlaksananya kegiatan workshop ini diharapkan mampu memberikan pemahaman mengenai pengelolaan anggaran yang sesuai dengan regulasinya dilingkungan internal IAIN Parepare dan mampu meningkatkan akuntabilitas kita sebagai ASN baik secara administrasi maupun secara moral.










"Mari kita bekerja akuntabel secara administrasi dan secara moral dan dengan keberadaan kita disini menjadi komitmen untuk menjadi yang terbaik" ungkap musyarrafah saat memberikan sambutan.
Lebih lanjut Musyarrafah mengatakan bahwa dengan dilaksanakan workshop ini diharapkan dapat menyamakan persepsi dalam membaca dan mengartikan aturan yang ada serta me refresh kembali pengetahuan mengenai pengelolaan anggaran, jelasnya.
Pada Workshop ini juga dihadiri sebanyak 39 orang peserta yang merupakan perwakilan dari tiap unit kerja di IAIN Parepare.
Kemudian materi workshop ini pada hari pertama meliputi: Pola sinergitas KPPN dan Satker dalam pelaksanaan APBN yang efektif dan efisien, Pelaporan pertanggung jawaban keuangan, Sistem Perbendaharaan Negara,dan Tata Kelola dan pertanggung jawaban keuangan menjelang akhir tahun.
Dan materi pada hari kedua hanya satu yaitu Perencanaan dan Pengelolaan Anggaran kemudian dilanjutkan penutupan kegiatan.






Terobosan dan Inovasi Baru dalam Workshop Desain Pembelajaran


Humas IAIN Parepare --- Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare menggelar Workshop Desain Pembelajaran Berbasis Informasi dan Teknologi selama 2 hari, yaitu 14-15 Desember 2019 di gedung Perpustakaan Lantai 5. Workshop ini mengangkat tema Tantangan Pembelajaran Era Revolusi Induatri 4.0.









Banyak terobosan yang tercipta dari panitia pelaksana workshop mau pun gagasan inovasi dalam desain pembelajaran itu sendiri. Terobosan dari panitia pelaksana terlihat dari penerapan absensi dan sertifikat peserta yang berbasis barcode.





"Peserta cukup menggunakan id card dan mengakses barcodenya melalui hp masing-masing peserta. Secara otomatis, sistem yang disediakan panitia merekam dan menandai kehadiran peserta," kata Haramain, salah satu panitia pelaksana kegiatan. "Kita tidak mengunakan absen manual lagi," tambahnya.





Selain itu, panitia pelaksana juga menggunakan barcode dalam mencetak sertifikat. Hal tersebut bertujuan untuk menghindarkan upaya duplikasi sertifikat. Barcode tersebut berisi identitas pemilik sertifikat. "Sertifikat yang memiliki barcode tidak bisa diduplikasi dan atau digunakan orang lain," jelas Musmulyadi panitia lain yang dikonfirmasi.





Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, H. Muhammad Saleh selaku penanggung jawab kegiatan mengapresiasi kerja panitia pelaksana dengan berbagai terobosannya. "Itu terobosan baru dan positif. Perlu dicontoh oleh panitia pada kegiatan berikutnya," katanya. "Hal tersebut akan memberikan kesan bahwa penerapan IT di kampus sudah level tinggi. Selain itu, terobosan dan penerapan IT akan berdampak terhadap efesiensi penggunaan kertas dan ATK lainnya," ujarnya menambahkan.





Workshop Desain Pembelajaran Berbasis IT ini diikuti oleh 32 dosen utusan dari 4 fakultas dalam lingkup IAIN Parepare. Kebanyak dari mereka adalah dosen muda yang masih berstatus CPNS. Acara ini dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga, Sitti Jamilah Amin, Sabtu, 14/12/2019.





Tujuan workshop ini adalah untuk meningkatkan kesiapan dosen dalam pembelajaran berbasis Informasi dan Teknologi. "Kami berharap, workshop ini menghasilkan output dosen yang memiliki desain pembelajaran yang menggunakan teknologi. Sehingga proses perkuliahan benar-benar memanfaatkan teknologi dengan hasil yang maksimum".


Kamis, 12 Desember 2019

Direktur PTKI Seriusi Peningkatan Kualitas dan Mutu Mahasiswa


Humas IAIN Parpare --- Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan IAIN Parepare, H. Muhammad Saleh sedang mengikuti Forum Rapat Koordinasi Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) yang berlangsung selama 3 hari, yaitu 11-13 Desember 2019 di hotel Amaroossa Brande Bekasi Jawa Barat.









Rapat Koordinasi ini diikuti oleh seluruh Wakil Rektor atau Wakil Ketua Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama PTKIN se- Indonesia. Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Ditjen Pendis Kemenag RI, H. Arskal Salim GP hadir dan membuka acara ini secara resmi. Turut hadir mendampingi, Kasubdit Sapras Ruchman Basori, dan Kasi Kemahasiswaan Amiruddin Kuba





Berdasarkan sumber informasi yang diperoleh dari portal berita Diktis Kemenag RI, Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Ditjen Pendis Kemenag RI, Arskal Salim GP sangat serius memikirkan pengembangan kualitas dan mutu mahasiswa. "Persoalan kualitas mahasiswa tidak bisa ditawar-tawar lagi," kata H. Arskal Salim saat memberi sambutan pada acara pembukaan Rapat Koordinasi tersebut.





Menurut Direktur PTKI, peningkatan kualitas dan mutu mahasiswa tersebut penting dilakukan guna mendukung mutu Perguruan Tinggi Keagamaan Islam di tengah persaingan global. Keikutsertaan kompetisi internasional menjadi tuntutan untuk mendapatkan pengakuan rekognisi internasional untuk meningkatkan mutu PTKI.





Lebih lanjut ia menjelaskan, keikutsertaan mahasiswa di ajang internasional tersebut juga untuk memenuhi kebutuhan akreditasi PTKI. Untuk itu ia berharap agar prestasi mahasiswa di berbagai forum akademik baik nasional maupun internasional harus ditingkatkan."Kita harus memperbanyak prestasi mahasiswa dalam forum akademik, pengembangan bakat, minat dan aspek pengabdian mahasiswa kepada masyarakat," tuturnya.





Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan IAIN Parepare, H. Muhammad memberikan informasi via whatshapp bahwa Rapat Koordinasi Direktorat PTKI intens membahas beberapa hal penting yaitu KIP Kuliah, Akreditasi Ormawa, Pendis Day, Apresiasi Bintang Mahasiswa dan Launching KIP Kuliah.





"Pada tahun 2020, Beasiswa Bidikmisi akan berubah nama menjadi program Kartu Indonesia Kuliah (KIP Kuliah).KIP Kuliah merupakan bentuk affirmasi negara kepada anak bangsa yang kurang mampu, agar meningkat keejahteraannya di masa depan," tulis mantan Kajur Dakom ini menjelaskan.


Rabu, 11 Desember 2019

Konsistensi Prodi KPI Tingkatkan Kualitas


HUMAS IAIN Parepare--- Berbagai upaya terus dilakukan dalam rangka peningkatan kualitas output (keluaran alumni) program studi yang ada di IAIN Parepare seperti yang dilakukan  Program studi (Prodi) Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Parepare.





Di bawah bimbingan Ketua Prodi KPI Nurhakki, sejumlah mahasiswa KPI yang tergabung dalam study club LK Channel melaksanakan Training of Broadcasting di Lab Movie Room IAIN Parepare Sabtu (07/12/2019).





Kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari ini mengusung tema Quality of Minority. Dilansir dari koran cetak harian Parepos, Dita Reky Ananda  selaku Pimpinan Redaksi LK Channel mengungkapkan kegiatan ini dilakukan sebagai jenjang awal bagi anggota baru usai dilakukannya perekrutan.









 “Peserta mendaftar ada 40 orang dan dibagi sesuai dengan bakat minat mereka. Seperti reporter, news anchor, presenter narator, editor, fotografer, videographer dan cameramen,” terang Dita.





Berbagai narasumber dihadirkan mulai dari akademisi dan praktisi, materi yang diberikan pun cukup beragam  mulai teknik news anchor, teknik dubbing, teknik photografi, teknik penulisan berita, teknik editing video, desain grafis, dan teknik pengambilan gambar berita dan film.





Ketua Prodi KPI IAIN Parepare sekaligus Pembina LK Channel, Nurhakki berharap melalui training broadcasting ini dapat menjadi cikal bakal lahirnya broadcaster yang konsisten dalam mempertahankan eksistensi di jalur diseminasi informasi Islami di LK Channel dan Radio Akademia IAIN Parepare.





“Eksistensi keduanya sangat ditentukan oleh crew dalam mengenal program berkualitas, menarik dan mendidik khalayak,” jelasnya.













Adanya LK Channel dan Radio Akademia IAIN Parepare  dapat menjadi wadah untuk  belajar bagi mahasiswa khususnya Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) sebagai wujud konsistensi Prodi KPI dalam meningkatkan kualitas. (hyn)






Selasa, 10 Desember 2019

KPI Pascasarjana IAIN Parepare Adakan Workshop Penelusuran Referensi Digital dan Sitasi


HUMAS IAN Parepare--- Sejumlah mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri (IAN) Parepare mengikuti workshop penulusuran referensi digital dan sitasi di Lab Komputer gedung TIPD IAIN Parepare, Kamis (05/12/2019).





Ketua Penanggungjawab Pascasarjana IAIN Parepare Ramli mengungkapkan workshop ini penting dilaksanakan dalam rangka mendukung mahasiswa KPI pascasarjana dalam proses penyusunan tesis.









Hadir narasumber: Muhammad Haramain M. Sos. I




Dalam materinya Muhammad Haramain memperkenalkan sebuah aplikasi Mendeley yang dapat memudahkan mahasiswa dalam mengutip referensi karya tulis ilmiah. Selain itu, Haraman juga menghimbau agar mahasiswa turut mendukung sitasi tulisan dosen dengan cara mengutip sebagai referensi karya tulis ilmiah. (hyn).














Jumat, 06 Desember 2019

BRI Serahkan Buku Rekening Kepada Penerima Program Beasiswa Bidikmisi


Humas IAIN Parepare --- Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Parepare menjadi bank mitra Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare dalam mendistribusikan bantuan dana pendidikan dari pemerintah kepada mahasiswa penerima program beasiswa Bidikmisi.









Siang tadi, Jumat, 6/12/2019 pihak BRI Cabang Parepare menyerahkan buku rekening BRI kepada 103 mahasiswa penerima program beasiswa Bidikmisi tahun anggaran 2019. Sebanyak tiga karyawan BRI datang langsung ke kantor Akademik untuk melayani mahasiswa.





Selain menyerahkan buku rekening plus ATM BRI, karyawan juga langsung mengaktivasi ATM sekaligus mengajarkan penggunaan ATM tersebut kepada mahasiswa. Proses ini membutuhkan waktu yang cukup lama. Jelang jam pulang kantor, pembagian buku rekening belum selesai.





Sunandar selaku pengelola Beasiswa Bidikmisi sekaligus Kepala Sub Bagian Akademik meminta kepada karyawan BRI melanjutkan penyerahan buku rekening tersebut pada hari Senin, 9 Desember 2019 pada tempat yang sama. "Proses ini kita lanjutkan hari Senin. Silahkan datang ba'da shalat dhuhur di tempat ini," kata Sunandar kepada mahasiswa.





Program beasiswa Bidikmisi adalah bantuan dana pendidikan yang diberikan oleh Pemerintah RI kepada mahasiswa yang berprestasi tetapi tidak mampu secara ekonomi. Pada tahun ini, IAIN Parepare memberikan kuota sebanyak 103 mahasiswa. Seleksinya melalui proses yang sangat ketat, cukup panjang dan objektif.





Selaku pengelola beasiswa Bidikmisi, Sunandar berharap agar mahasiswa dapat memanfaatkan bantuan ini sebaik-baiknya untuk memenuhi kebutuhan dan menunjang perkuliahan. Misalnya beli buku, laptop, fotocopy materi kuliah dan lain-lain. Bukan diperuntukkan pada hal-hal lain yang tidak relevan dengan proses perkuliahan, apa lagi untuk berfoya-foya.





Berdasarkan Surat Keputusan Rektor Nomor 901 tahun 2019, jumlah nominal biaya bantuan pendidikan bagi mahasiswa penerima Beasiswa Bidikmisi adalah sebanyak Rp. 6.600.000,- per orang setiap semester selama 8 semester berdasarkan tahun anggaran berjalan.


Rabu, 04 Desember 2019

Tertarik dengan Praktek Penentuan Arah Kiblat, Rektor Janji Laboratorium Falak


Humas IAIN Parepare --- Praktek penggunaan theodolite dalam menentukan arah kiblat pada workshop yang diselenggarakan Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Islam (Fakshi) mengundang perhatian khusus Rektor IAIN Parepare, Ahmad S. Rustan









Hal tersebut terlihat ketika pemateri dan peserta turun kelapangan (depan halaman gedung perpustakaan) menggunakan alat theodolite. Ahmad S. Rustan tanpa sungkan bergabung dengan peserta memperhatikan dengan saksama materi praktek yang disampaikan Abdul Karim Faiz sebagai pakar dan praktisi Falak IAIN Parepare, Rabu, 4/12/2019.





Dekan Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Islam, Hj. Rusdaya Basri mengungkapkan bahwa Rektor tertarik dengan praktek dan pengembangan ilmu falak ini. Rektor, menurut Hj. Rusdaya Basri memperhatikan dengan serius ulasan yang disampaikan narasumber. "Beliau mendengarkan materi sampai selesai," ungkap Dekan Fakshi ketika dikonfirmasi.





"Saya sempat grogi membawakan materi yang dihadiri langsung bapak Rektor," curhat Abdul Karim Faiz melalui telpon selulernya. Kehadiran Rektor pada kegiatan praktek ilmu falak tersebut mendatangkan berkah. "Alhamdulillah, Rektor menyatakan akan memprogramkan pengadaan laboratorium falak pada tahun 2020 di kampus kita," kata dosen yang masih berstatus CPNS ini.





Keberdaan laboratorium falak ini, lanjut Abdul Karim Faiz akan mendatangkan manfaat yang sangat besar bagi kampus dan masyarakat. Jika laboratorium ini ada, maka Parepare akan menjadi salah satu pusat ru'yat dan falakiyah di Indonesia. "Parepare akan menjadi tempat pemantauan dan menentukan hilal," katanya.





"Selain itu, secara akademik dan pengembangan ilmu pengetahuan, laboratorium falak akan menjadi media bagi para dosen dan mahasiswa untuk mengembangkan riset dan ilmu perbintangan dan alam semesta," papar dosen berdarah Jawa ini.





Workshop Arah Kiblat yang melibatkan Pemkot, Kemenag RI, Imam-imam Masjid se- Kota Parepare, mahasiswa dan dosen Fakshi ditutup secara resmi hari ini oleh Dekan Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Islam, Hj. Rusdayah Basri.