Selasa, 18 September 2018

Workshop Dosen: Kenalkan Pembelajaran E-Learning

IAIN Parepare--- Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare menggelar workshop dosen di ruang seminar Pascasarjana IAIN Parepare, Jum’at (16/09).

Diikuti 25 orang yang terdiri dari 24 dosen PPNPN (Pegawai Pemerintah Non PNS) tahun 2018 dan satu orang dosen PPNPN tahun 2018. Hadir sebagai pemateri Rektor IAIN Parepare, para pelaksana tugas Wakil Rektor, Kepala Biro AUAK, ketua-ketua jurusan serta tim dari TIPD (Teknologi Informasi Pusat Data) IAIN Parepare.



Workshop dosen merupakan kegiatan wajib diikuti oleh dosen khususnya dosen baru. Hal ini dilaksanakan guna menyamakan persepsi (relevansi) ilmu pengetahuan serta metode pembelajaran yang dimiliki dosen dengan aturan yang berlaku di IAIN Parepare.

Ketua Panitia, Dr. Herdah mengungkapkan alumni workshop tersebut akan menggunakan e-learning dalam proses pembelajarannya. “Jadi alumni workshop ini diharapkan menggunakan pembelajaran E-learning dan akan dipantau langsung oleh TIPD,”ungkapnya saat memberi laporan.

Sebelumnya, pembelajaran E-learning telah diterapkan dalam beberapa tahun terakhir. E-learning tersebut merupakan adopsi dari UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta. Dalam penggunaan E-learniang, dosen dan mahasiswa dapat melakukan interaksi seperti melakukan diskusi mengenai topik tertentu, dosen dapat mempublish (mengupload) materi, sementara mahasiswa dapat mengirim tugasnya maupun mejawab kuiz yang telah disediakan oleh dosen yang pengampuh mata kuliah.



Dalam sambutannya, Rektor IAIN Parepare Dr. Ahmad Sultra Rustan mengungkapkan perluanya inovasi-inovasi baru dalam lembaga.

“Semua yang kita anggap positif, kita akan laksanakan di lembaga yang kita cintai ini. Kita juga selalu melakukan studi banding di beberapa perguruan tinggi, yang kita anggap sudah bisa dilaksanakan di kampus kita, maka kita akan laksanakan,” jelasnya.

Selain itu, Ahmad juga mengajak agar para dosen tetap objektif dalam memberi penilaian kepada mahasiswa, senantiasa melakukan update (memperbaruhi) ilmu pengetahuan dan teknologi. Ahmad juga menekankan tidak ada larangan dosen untuk mendaftar CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil) yang akan dibuka dalam waktu dekat ini.

“Tidak ada larangan dari kami, dosen PPNPN dan dosen luar biasa (LB) selama dia masih bukan PNS (Pegawai Negeri Sipil maka silahkan ikut berkompetisi dalam CPNS ,” ujarnya sebelum mengakhiri sambutan.

Senin, 17 September 2018

3 DOSEN IAIN PAREPARE MENJADI PANELIS AICIS ke-18 DI PALU

IAIN PAREPARE. Pertama dalam sejarah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare. Sebanyak 3 orang Dosen IAIN Parepare menjadi Panelis pada forum Akademik yang sangat bergengsi bagi Akademisi dunia. Sejumlah akademisi dari 22 negara bakal menghadiri kegiatan Annual International Conference  on Islamic Studies (AICIS), di Palu Sulawesi Tengah.

Dari 3 orang Dosen IAIN Parepare itu akan mempresentasikan karya ilmiah yang akan dilaksanakan pada tanggal 17-21 September 2018. Adapun yang lulus panel itu terdiri dari 1 orang lulus di invited panel, kemudian 1 orang lulus di open panel dan 1 orang lulus di selected panel. Ketiganya lolos atas undangan panitia.

Invited panel atas nama Dr. Zulfah, M.Pd dengan judul panel sessions : Skill production and teaching values in Islamic education.

Dosen yang lulus selected panel atas nama  Dr. H. Muhyddin Bakry, Lc, M.Th.I  dengan judul panel : The dynamic of Pesantren in Indonesia and its challenges in the millennial era.

Dan Dosen yang lulus open panel atas nama H. Islamul Haq, Lc, M.A  dengan judul panel : “ Text Philology, and interpretation: The contribution of manuscriptstudies in the current muslim world.

Rektor IAIN Parepare, Dr. Ahmad Sultra Rustan, M.Si mengapresiasi Dosen yang lulus seleksi pada kegiatan yang dijadwalkan akan di buka oleh Menteri Agama tersebut.

“Selamat kepada para Dosen IAIN Parepare yang akan mempresentasikan karya ilmiah di ajang AICIS ke-18 di Palu. Semoga kegiatan AICIS tahun depan akan lebih banyak lagi Dosen-dosen  akan menjadi panelis” tuturnya.

Kamis, 13 September 2018

Serap Masukan melalui Rapat Akademik Dosen

IAIN Parepare--- Menjelang aktifnya perkuliahan pada semester ganjil yang akan diikuti oleh seluruh mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare, ratusan orang mengikuti rapat dosen tahun akademik 2018/2019 di Aula IAIN Parepare, Kamis (13/09).




Dibuka langsung oleh Muhammad Djunaidi selaku Pelaksana tugas (Plt) Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kelembagaan, turut dihadiri pula para ketua dari berbagai jurusan, mulai dari Ketua jurusan Tarbiyah dan Adab, Ketua jurusan Syariah dan Ekonomi Islam dan Ketua jurusan Dakwah dan Komunikasi.

Rapat tersebut merupakan rapat yang rutin dilaksanakan sekali dalam setiap tahun. Hal ini dilakukan dalam rangka mengevaluasi serta membahas hal-hal yang terkait masalah-masalah (problem) yang ditemui dosen dalam aktivitas perkuliahan.  Selain itu dalam pertemuan ini para dosen juga diberi kesempatan mengajukan pertanyaan maupun saran dalam sesi tanya jawab.



Hamdanah Said salah seorang dosen sekaligus penggagas kode etik IAIN Parepare, memberi saran agar dalam proses perkuliahan kode etik tetap diberlakukan. "Dosen diharapkan membaca pelanggaran ringan dengan sanksi ringan. Sebab, dosen mempunyai hak menjatuhkan sanksi ringan berupa teguran," ungkapnya. Tidak hanya Hamdanah Said, beberapa dosen pun turut mengajukan beberapa pertanyaan serta saran yang ditanggapi langsung oleh para Ketua jurusan yang hadir.





Sementara Muhammad Djunaidi dalam memimpin rapat mengakui masih adanya  kekurangan yang perlu diperbaiki ke depannya. "Harus kita menyadari, memang pasti ada kekurangan. Namun, untuk menutupi kekurangan itu mari bersama-sama kita mencari solusi," ajaknya.



Selain itu, Muhammad Djunaidi juga mengungkapkan dalam waktu dekat ini, IAIN Parepare akan memiliki beberapa fakultas. "Pada saat kita berubah jadi fakultas, di situ saatnya perlu banyak pertemuan agar kita memperoleh masukan dan mencari solusi terhadap permasalahan-permasahan yang dihadapi,"terangnya.

 

Rabu, 12 September 2018

IAIN Parepare: Enam Orang dari Thailand, Resmi diterima jadi Mahasiswa Baru

IAIN Parepare--- Dari 1.851 orang penerimaan mahasiswa baru Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare tahun akademik 2018/2019, enam diantaranya merupakan mahasiswa asing dari negara Thailand.

Keenam mahasiswa asing tersebut telah diterima langsung oleh Rektor IAIN Parepare, Dr. Ahmad Sultra Rustan di gedung Rektorat IAIN Parepare yang turut didampingi oleh Muhammad Djunaidi Wakil Rektor I bidang Akademik dan Kelembagaan serta beberapa dosen IAIN Parepare, Selasa (11/09).

[caption id="attachment_8774" align="alignnone" width="300"] Enam orang mahasiswi tersebut akan tinggal di Asrama Putri yang dikelola oleh Pusat Pengembangan Sumber Daya Insani yang Handal (PASIH) IAIN Parepare.[/caption]

 

Dalam sambutannya, Rektor IAIN Parepare Dr. Ahmad Sultra Rustan menjelaskan berbagai hal yang menyangkut IAIN Parepare termasuk aturan yang berlaku (kode etik mahasiwa). Meskipun kegiatan perkuliahan akan dimulai pada 24 September mendatang, namun mahasiswa asing tersebut telah diundang hadir di kampus IAIN Parepare. Hal ini dikarenakan agar para mahasiswa asing dapat segera beradaptasi dengan lingkungan baru.

"Kalian sudah resmi diterima, jangan ragu-ragu bertanya kalau ada hal yang tidak dipahami. Tanggal 24 September itu, kalian akan belajar sama-sama dengan mahasiswa Indonesia. Tidak ada perbedaan cuma bedanya kalian ini mahasiswa asing artinya bukan mahasiswa Indonesia," jelas Rektor IAIN Parepare, Ahmad Sultra Rustan. 



Dengan hadirnya mahasiswa asing di IAIN Parepare akan memberi nuansa baru antar mahasiwa serta dapat meningkatkan kredibilitas dari sebuah perguruan tinggi negeri.

"Kami bangga kalian semua ada di IAIN Parepare, mudah-mudahan kalian bisa senang tinggal di Indonesia khususnya di IAIN Parepare. Kemudian kalau ada orangtua ingin jalan-jalan kesini menjenguk, itu boleh," tambah Ahmad Sultra Rustan, Rektor IAIN Parepare.

[caption id="attachment_8771" align="alignnone" width="300"] Foto Bersama[/caption]

Ke depan, Rektor IAIN Parepare juga berharap pada penerimaan mahasiswa berikutnya tidak hanya dari negara Thailand tetapi juga akan hadirnya pendaftar mahasiswa asing dari negara-negara lain.

 

Tiga Pejabat Pengelola Barang dan Jasa IAIN Parepare dilantik di Jakarta

IAIN Parepare--- Sebanyak 108 orang pejabat telah dilantik oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Nur Syam, tiga diantaranya merupakan pejabat dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare yakni Ishak, Hasim dan Abdullah Hamid (31/08).

Para pejabat dilantik sebagai pejabat Fungsional Pengelola Barang dan Jasa Kementerian Agama. Hadir selaku saksi Kepala Biro Umum Syahrizal dan Kepala Biro Ortala Afrizal Zen.

[caption id="attachment_8767" align="alignnone" width="300"] Foto: Sekjen Nursyam menyaksikan penandatanganan berita acara pelantikan (foto: Sandi)[/caption]

Dikutip dari laman kemenag.go.id, pelantikan tersebut sekaligus mengukuhkan Forum Komunikasi Pengelola Pengadaan Barang dan Jasa periode 2018-2023. Sekertaris Jenderal Kementerian Agama, Nur Syam mengatakan forum komunikasi adalah ikhtiar membangun jejaring. "Dunia ini tidak hanya dibangun dengan pemikiran, materi, tidak pula hanya dengan imej, tetapi juga dibangun dengan jejaring. Dengan jejaring Kementerian Agama bisa memberikan informasi kepada lebih banyak khalayak," jelasnya.



Sementara Hasim, salah seorang yang dilantik dari IAIN Parepare mengatakan pelantikan tersebut sebagai wujud apresiasi dan memberi dampak psikologi. "Alhamdulillah, pelantikan ini kami seperti diapresiasi dan kami akan lebih giat lagi," ungkapnya saat ditemui di pelataran gedung Rektorat IAIN Parepare (12/09).

 

 

Senin, 10 September 2018

Jalin Silaturahim, IAIN Parepare Undang Orangtua/Wali Maba

IAIN Parepare--- Ratusan orangtua atau wali mahasiswa baru (Maba) tahun akademik 2018/2019 memadati gedung Auditorium IAIN Parepare dalam rangka menghadiri pertemuan orangtua/wali mahasiswa baru, Senin (10/09). Dihadiri oleh Rektor IAIN Parepare, para Wakil Rektor, para Ketua jurusan, para kepala unit-unit kampus serta para dosen IAIN Parepare.

Pertemuan tersebut merupakan kegiatan rutin yang dilakukan Institut Agama Islam (IAIN) Parepare sebelum dimulainya pembukaan perkuliahan yang akan dilaksanakan pada 24 September mendatang. Hal ini dilakukan guna menjalin silaturahim antara pihak civitas akademika kampus dengan para orangtua/wali mahasiswa serta memberi gambaran informasi mengenai IAIN Parepare.

Wakil Rektor I bidang Akademik dan Kelembagaan IAIN Parepare, Muhammad Djunaidi mengungkapkan jumlah keseluruhan mahasiswa baru tahun akademik 2018/2019 mencapai 1.851 orang di mana 6 diantaranya merupakan mahasiswa asing dari Thailand. "Mahasiswa-mahasiswa inilah yang akan mengikuti kegiatan akademik sebagai mahasiswa baru tahun akademik 2018/2019", ungkapnya saat memberi laporan.

[caption id="attachment_8759" align="alignnone" width="300"] Foto: Wakil Rektor I, Muhammad Djunaidi, M. Ag[/caption]

Lebih lanjut Muhammad Djunaidi juga menjelaskan kegiatan pertemuan dengan orangtua/wali mahasiswa baru merupakan tahapan ke tujuh dari segala rangkaian rekruitmen (penerimaan) mahasiswa baru IAIN Parepare.

Sementara Rektor IAIN Parepare Dr. Ahmad Sultra Rustan menjelaskan berbagai hal mulai dari kode etik mahasiswa sampai pada Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang dibebankan kepada setiap mahasiswa.

"Biaya kuliah tunggal itu adalah biaya yang digunakan oleh anak-anak kita sampai selesai. Biaya kuliah tunggal ini dicicil setiap semester, itulah yang disebut dengan UKT (Uang Kuliah Tunggal) di dalamnya tidak ada lagi pembayaran lain seperti ujian, biaya KKN atau KPM (Kuliah Pengabdian Masyarakat) kecuali biaya makan (living cost)," jelas Ahmad.

[caption id="attachment_8760" align="alignnone" width="300"] Foto: Dr. Ahmad Sultra Rustan, M. Si[/caption]

Dr. Ahmad Sultra Rustan juga menekankan kampus IAIN Parepare hadir untuk semua umat  yang senantiasa menjaga 4 pilar kebangsaan. "NKRI Harga mati, bhineka tunggal ika harus dipelihara, undang-undang dasar harus dijunjung tinggi, pancasila harus mewarnai kehidupan kita dalam bernegara. Jangan sampai kita memiliki pikiran-pikiran yang menganggap pancasila itu salah. Jangan memposisikan pancasila itu sama posisinya dengan Al-Qur'an. Kita berada di negara yang pancasila, mari kita saling menghormati, menghargai. Boleh ada perbedaan, tetapi kita harus tetap bhineka tunggal ika (berbeda-beda tapi tetap satu)," jelas Rektor IAIN Parepare, Dr. Ahmad Sultra Rustan sebelum mengakhiri sambutannya.

Salah seorang orangtua mahasiswa baru, Hj. Nur Afiat merespon baik atas diselenggarakannya pertemuan tersebut. "Pertama, saya terkesan sekali karena pertama kali masuk dalam kampus ini yang begitu luas. Kedua, tidak ada perpoloncoan mahasiswa, maka kami sebagai orangtua merasa bahagia mendengarkan penjelasan itu. Ketiga, uang kuliah tunggal rendah dibandingkan kampus-kampus lain," jelasnya saat ditemui usai menghadiri pertemuan.

 

 

 

 

 

Rabu, 05 September 2018

Info: Undangan Orangtua Mahasiswa Baru

Yth. Bapak/Ibu orang tua/ Wali Mahasiswa

Dengan hormat, dalam rangka menjalin silaturahim civitas akademika IAIN Parepare dengan orangtua / wali mahasiswa, maka kami mengundang Bapak/Ibu/Saudara (i) untuk mengikuti pertemuan yang Insya Allah akan dilaksanakan pada:
Hari/ Tanggal: Senin, 10 September 2018

Jam                  : 08.00 WITA

Tempat            : Auditorium IAIN Parepare

Mengingat pentingnya acara ini maka kehadiran Bapak/Ibu Saudara (i) sangat diharapkan.

Demikian, atas kehadiran Bapak/Ibu Saudara (i) diucapkan banyak terima kasih.