Rabu, 04 September 2019

Zainal Said; Majelis Pengawas Pro Aktif Menerima Pengaduan Masyarakat Terkait Kinerja Notaris


Humas IAIN Parepare --- Tercatat sebagai anggota Majelis Pengawas Daerah Notaris (MPDM) kota Parepare, Zainal Said bersama anggota MPDM lainnya secara pro aktif menerima laporan dan keluhan masyarakat terkait notaris dan kinerjanya. Wakil Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Parepare ini efektif melaksanakan tugas kepengawasannya setelah dilantik sebagai anggota Majelis Pengawas Daerah Notaris (MPDN) pada bulan April lalu.









Menurut Zainal Said, DPC MPDN kota Parepare sejak pelantikannya telah melaksanakan pengawasan terhadap kinerja notaris. Seperti yang dilaksanakan kemarin, Selasa, 2/9/2019, DPC MPDN kota Parepare menggelar Rapat Majelis untuk membahas aduan masyarakat. Dalam rapat ini, majelis pengawas melakukan evaluasi terhadap notaris yang bermasalah dengan tugas atas pengaduan yang diajukan kliennya (masyarakat).





Melalui rapat ini, majelis melakukan identifikasi dan pemetaan masalah, merumuskan masalah, mengeluarkan rekomendasi dan mendorong penyelesaian dari permasalahan yang tengah dihadapi. "Pada intinya, majelis pengawas melakukan mediasi antara notaris dan klinenya agar masalah yang sedang dihadapi dapat terselesaikan. Kita tidak ingin, ada masalah kenotarisan yang mengalami masalah berkepanjangan dengan klien atau berlanjut ke pengadilan," kata alumni doktor ilmu hukum ekonomi Universitas Gaja Mada Yokyakarta.





Menurut Zainal Said, kasus notaris di wilayah kerja DPC. MPDN kota Parepare yang meliputi Parepare, Pinrang, Sidrap, Barru dan Enrekang cukup banyak. Aduan masyarakat yang masuk di meja Majelis Pengawas ini beragam. Mulai masalah administrasi, penerbitan sertifikat, sampai persoalan etika notaris. Pengaduan masyarakat diterima oleh Majelis Pengawas di sekretariat DPC MPDN kota Parepare yang bertempat di kantor Imigrasi, Jl. Jenderal Sudirman kota Parepare.





Hanya saja, lanjut Zainal Said, Majelis Pengawas tidak memiliki kewenangan untuk mengadili dan menjatuhkan sanksi kepada notaris. "Sebagai majelis pengawas, kita hanya memberikan pembinaan, konsultasi, dan membantu notaris dan kliennya dalam menyelesaikan masalahnya. "Tetapi Majelis Pengawas dapat memberikan rekomendasi sanksi kepada pihak terkait, misalnya organisasi kode etik notaris, jika ada notaris yang tidak bisa dibina lagi," katanya.





Berdasarkan Permenkumham nomor 02.PR.08.10 tahun 2004, peranan Majelis Pengawas Notaris adalah melaksanakan pengawasan terhadap Notaris, supaya dalam menjalankan tugas jabatannya tidak menyimpang dari kewenangannya dan tidak melanggar peraturan perundang-undangan yang berlaku, disamping itu juga melakukan pengawasan dan pemeriksaan terhadap notaris.


Selasa, 03 September 2019

Rapat Pimpinan Penerimaan Mahasiswa Baru, Rektor Resmi Sambut MABA


Humas IAIN Parepare--Institut
Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare menggelar Rapat Pimpinan Penerimaan
Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2019/2020 di gedung Auditorium, pasca pelaksanaan
kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK), Senin (02/09).





Dalam kegiatan ini sebanyak kurang lebih 1.700 orang
mahasiswa baru yang hadir memadati auditorium IAIN Parepare.





Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan, Dr Sitti Jamilah Amin, dalam laporannya menyampaikan sebanyak 1.799 orang mahasiswa baru yang diterima di IAIN Parepare. Fakultas Tarbiyah berjumlah 544 orang Mahasiswa, Fakultas Syariah dan Hukum Islam berjumlah 325 orang mahasiswa, Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah berjumlah 371 orang mahasiswa, dan fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam berjumlah 564 orang mahasiswa.









Selanjutnya, Rektor IAIN Parepare Dr. Ahmad Sultra Rustan,
M.Si,  dalam sambutannya memberikan
semangat kepada ribuan mahasiswa serta menerima secara resmi Mahasiswa baru. “pada
hari ini mahasiswa baru resmi kami terima sebagai mahasiswa Institut Agama
Islam Negeri (IAIN) Parepare”.





Rektor juga menyampaikan selamat datang  dalam bahasa arab “Ahlan wa Sahlan” kepada mahasiswa baru di kampus yang menjunjung nilai moral Malebbi Warekkadana Makkiade Ampena.









Lebih lanjut lagi rektor juga berpesan dan mengimbau
mahasiswa untuk tetap mengenakan jas almamater selama kurang lebih 3,5-4 tahun
hingga memakai toga dan mendapat gelar kesarjanaan.





Kemudian rangkaian acara penerimaan mahasiswa baru ini ditandai dengan penyematan jas almamater kepada mahasiswa baru, dilanjutkan dengan ikrar mahasiswa dan penandatanganan Pakta integritas secara simbolis.






Senin, 02 September 2019

Wakil Rektor Sebut Nama Muhammad Zainul Rusdi Sebagai Tahfidz al- Quran 30 Juz; Berikut ini Profilnya


Humas IAIN Parepare --- Senin, 1/9/2019, bertempat di Gedung Auditorium, Rapat Pimpinan Peresmian Mahasiswa Baru IAIN Parepare Tahun Akademik 2019 berlangsung. Sitti Jamilah Amin selaku Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga (APL) menyampaikan laporannya di depan pimpinan dan civitas kampus, seputar data dan kondisi mahasiswa baru tahun akademik 2019 pasca kegiatan PBAK.





Salah satu poin yang dilaporkan Wakil Rektor Bidang APL ini adalah hasil tes baca al- Quran bagi mahasiswa baru. Berdasarkan hasil tes baca al- Quran yang dilakukan tim tester pada masing-masing fakultas, ditemukan ada 2 orang mahasiswa baru yang terdeteksi sebagai tahfidzul al- Quran 30 Juz. Salah satu nama yang disebut adalah Muhammad Zainul Rusdi.
Setelah menelusuri dan menghimpun data-datanya, maka tim Himas menemukan profil lengkap tahfidzul al- Quran 30 Juz ini. Berikut ini uraian profilnya.
Pada tahun 2019 ini, Muhammad Zainul Rusdi telah berusia 19 tahun. Tepatnya, Zainul lahir pada 16 November 2000 di Tanre Assona, salah satu kampung di desa Padakkalawa Kecamatan Mattiro Bulu Kabupaten Pinrang. Muhammad Zainul adalah anak ke- 2 dari pasangan Ipda Rusdi dan Suriante Tahe. Ipda Rusdi bekerja sebagai anggota POLRI yang kini menjabat sebagai anak Kapospol Kecamatan Lanrisang Kabupaten Pinrang.





Sementara Suriante Tahe yang berprofesi ibu rumah tangga adalah salah satu tahfidz Al-Qur’an di Kabupaten Pinrang. Mewarisi dan berkat didikan ibunya. Pada usia sekolah TK, Muhammad Zainul Rusdi sudah gemar membaca dan menghafal al- Quran. Pada saat sekolah dasar, ia sering mengikuti nuzulul al- Quran dan berhasil mendapatkan juara.
Zainul mengecap pendidikan di pondok pesantren. Tingkat SMP, dia masuk ke Pondok Pesantren binaan Dr. KH. Muh. Yunus Samad, Lc., yaitu Pondok Pesantren Ittihadul Uswrati wal Jamaah DDI Lerang-lerang, Kecamatan Paleteang, Kabupaten Pinrang. Di Pondok ini, Zainul menghafal al- Quran 4 Juz.





Setelah tamat dari Pesantren Lerang-lerang, Zainul melanjutkan studinya dengan masuk ke Pondok Pesantren Manbaul 'Ulum Addariyah DDI Patobong Hafiz al- Quran. Di pondok pesantren Patobong, Zainul sudah mampu menghafal al- Quran sebanyak 9 jus. Setelah itu, ia melanjutkan ke Pondok Tahfidz Quran Zamsam Makassar. Di sini, Zainul memperoleh ijazah hafalan 10 Juz pada tahun 2017.
Selanjutnya, Zainul meraih ijazah hafalan 30 juz dari Pondok Tahfidz Karantina Nasional di Kuningan Jawa Barat. Di Pondok Pesantren ini, Zainul mampu menghafal Al Qur’an sebanyak 30 jus. Saat ini, Muhammad Zainul Rusdi tercatat sebagai mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare pada Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, Program Studi Bahasa dan Sastra Arab.


Daftar Nama Peserta PTQ Kelompok 1






BAGI MAHASISWA YANG TERCANTUM NAMANYA DIATAS WAJIB DATANG PADA:





HARI/TANGGAL      : SELASA/3
September 2019





PUKUL                    :
07.30 Wita





TEMPAT                  : MASJID
AL-WASILAH IAIN Parepare





PAKAIAN                 :





Baju       : Putih





Rok/Celana: Hitam





Kopia/Jilbab :Hitam





Bagi yang tidak ada namanya yang tercantum juga wajib datang di Fakultas masing-masing


Minggu, 01 September 2019

Budiman Sulaiman Bawakan Taushiyah Peringatan Tahun Baru Islam di Kota Parepare


Humas IAIN Parepare --- Pemerintah Kota Parepare menggelar peringatan tahun baru Islam, 1 Muharram 1441 H dengan melaksanakan zikir dan taushiyah di Masjid Raya, Sabtu malam, 31/8/2019. Dosen IAIN Parepare, Budiman Sulaiman, S.H.,M.H.I., menjadi pembawah taushiyah pada acara tersebut.





Acara zikir dan taushiyah yang dilaksanakan ba'da Shalat Magrib ini, dihadiri Wakil Walikota Parepare, H.A. Pangeran Rahim, Kepala Kementerian Agama Parepare, Kapolresta Parepare, para pejabat struktural dan fungsional Pemkot, Tim Safari Zikir TP Center, Jamaah dan sejumlah tokoh masyarakat. Nampak juga hadir, Wakil Rektor IAIN Parepare H. Muhammad Shaleh, yang juga Ketua Majelis Anak Shaleh Kota Parepare.





Dalam taushiyahnya, utstadz Budiman Sulaiman mengurai peristiwa dan makna hijrah Rasulullah Saw. "Hijrah adalah gambaran perjuangan Rasulullah Saw untuk menyelamatkan aqidah. Nabi hijrah dari Makkah ke Madinah bukan takut mati tapi karena Rasulullah Saw pada waktu itu masih minoritas. Dalam sejarah disebutkan pengikut Islam saat itu baru sekitar 100 - 200 orang. Rasulullah Saw dan pengikutnya dibaikot di Makkah sehingga kehidupannya bersama para sahabat mengalami penderitaan yang luar biasa, baik secara fisik mau pun secara ekonomi. Tiga tahun, Rasulullah Saw dan para sahabat hanya makan daun karena kaum Quraiys memboikot dan melarang perdagangan qandum dan makanan pokok lainnya".





"Karena perjuangan menyelamatkan aqidah, maka Rasulullah Saw atas perintah Allah Swt melalui malaikat Jibril melakukan hijrah dari kota Makkah menuju kota Madinah," urai Budiman Sulaiman, yang menjabat sebagai Wakil Dekan pada Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Islam IAIN Parepare.
Rasulullah Saw memiliki kesabaran yang luar biasa tingginya, lanjut Budiman dalam taushiyahnya, beliau tidak pernah menyerah dan membalas kekejaman kaum Quraiys tersebut. Andai Rasulullah mau, cukup beliau berdoa kepada Allah Swt untuk menghancurkan kaumnya, seperti yang dilakukan para Nabi sebelumnya. Tetapi beliau tak sedikit pun mengeluh, menyerah dan berdoa untuk itu.





"Di situlah, keluhuran dan ketinggian akhlak Rasulullah Saw. Keburukan dan kejahatan tidak pernah dibalas dengan keburukan yang sama. Rasulullah Saw adalah rahmatan lil alamin. Jadi, intisari ajaran Islam adalah rahmatan lil alamin. Islam harus jadi cahaya penerang di sekitarnya. Tidak boleh jadi gelap dan menggelapkan masyarakat," urai ustadz Budiman Sulaiman, yang dikenal dengan seruan-seruan kemanusiaannya.
Ustadz Budiman juga mengapresiasi Pemerintah Kota Parepare. Menurutnya, perjuangan Pemerintah Kota Parepare telah memancarkan "nur budi atau bercahaya". Ada berbagai program yang telah memancarkan cahaya tersebut. Seperti pemberangkatan umrah bagi imam-imam Masjid dan adanya tim zikir yang mempelopori gerakan zikir di kota Parepare. Program ini lah yang akan menebarkan cahaya dan penerang bagi masyarakat", kuncinya.


Disertasi Abdul Aziz Tentang Konsep Milk al- Yamin Muhammad Syahrur, Memantik Diskusi Dosen IAIN Parepare


Humas IAIN Parepare --- Salah satu kandidat Doktor bernama Abdul Aziz dengan hasil disertasinya tiba-tiba menghentak masyarakat Indonesia. Mahasiswa program doktor Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini viral dan ramai dibicarakan menyusul hasil disertasinya yang berjudul Konsep Milk al- Yamin Muhammad Syahrur Sebagai Keabsahan Hubungan Seks Non-Marital.





Disertasi ini menuai kontroversi setelah awak media ramai memberitakan hasil riset ini sebagai rujukan legalisasi sahnya hubungan seks diluar nikah. Berbagai tanggapan dan penolakan bermunculan, khususnya dari kalangan akademisi di kampus. Tak terkecuali para dosen di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare. Mereka tertarik dan terpancing mendiskusikan tema yang lagi marak tersebut.





Dalam 2 hari terakhir, diskusi hangat terkait disertasi Abdul Aziz ini berlangsung seru dan menarik di grup whatshapp "Akademia IAIN Parepare". Ada beberapa dosen yang memotori diskusi tersebut, diantaranya Budiman Sulaiman, S.H., M.H.I., H. Islamul Haq, Lc., M.Ag., Dr. H. Muhiddin Bakry, Lc., M. Ag., dan Drs. Nurkidam, M. Si. Mereka membincang konsep Milk al- Yamin Muhammad Syahrur yang melegalkan hubungan seks di luar nikah dari berberbagai perspektif.





Pada awal diskusi, Islamul Haq mengetengahkan kesimpulan disertasi milik Abdul Aziz. Dalam kesimpulan disertasinya, Abdul Aziz menuliskan bahwa konsep milk al-yamin Muhammad Syahrur merupakan sebuah teori baru yang dapat dijadikan sebagai justifikasi terhadap keabsahan hubungan seksual non- marital. Dengan teori ini, maka hubungan seksual non- marital adalah sah menurut syariat sebagaimana sahnya hubungan seksual marital.





Konsep ini menawarkan akses hubungan seksual yang lebih luas dibanding dengan konsep milk al-yamin tradisionalis. Namun, ditinjau dari perspektif emansipatoris, ekstensitas akses seksual dalam konsep ini masih tampak timpang, karenanya dapat dinikmati olehlaki-laki sementara bagi perempuan cenderung stanan. Kontribusi yang diperloleh dari penelitian ini adalah dapat memperkaya khazanah ilmu pengetahuan hukum Islam, khususnya terkait seksualitas manusia (fiqh seksual). Di samping itu, peneltian ini juga dapat menjadi dasar untuk melakukan pembaruan hukum perdata dan pidana Islam.
Kesimpulan disertasi ini dikritisi Islamul Haq. Menurut pakar hukum Islam jembolan Universitas al- Azhar Mesir ini, rujukan pustaka yang digunakan Abdul Aziz dalam mengkaji konsep Muhammad Syahrur agak keliru, karena hanya merujuk pada buku-buku yang pro terhadap pemikiran tersebut dan tidak menggunakan rujukan yang kritis terhadap pemikiran Muhammad Syahrur. Abdul Aziz sebagai peneliti terjebak hanya mengamini dan menerima konsep Milk al- Yamin Muhammad Syarur secara sepihak. Ismaul Haq mengkhawatirkan jika konsep ini diframing oleh media akan membahayakan. "Bisa saja anak-anak kita menghalalkan seks", tulis Islamul Haq.





Sementara Budiman Sulaiman meng- upload naskah pers release dari pihak Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga yang merilis pendapat dan koreksi tim promotor dan penguji disertasi Abdul Aziz. Wakil Dekan Fakultas Syariah dan Hukum Islam ini mengawali penilaiannya dari sosok Abdul Aziz sebagai penulis artikel populis di media, yang banyak membahas topik munakahat dan bahkan secara spesifik tentang al- muharamat.
Ditanya soal kesimpulan disertasi tersebut, Budiman secara diplomatis menjawab jika tim promotor dan penguji meloloskan, maka yang bersangkutan menjadi doktor. Sebagai hasil riset, secara implisit Budiman menilai disertasi ini dapat memperkaya khazanah ilmu pengetahuan hukum Islam, khususnya terkait seksualitas manusia (fiqh seksual). Meski membenarkan bahaya hasil disertasi ini terhadap persepsi anak-anak tentang kehalalan seks, tetapi Budiman menyimpulkan bahwa disertasi tersebut bukan menganjurkan apa lagi memprovokasi. "Syahrur hanya melihat dari aspek seksualitas, sementara Abdul Aziz perspektif kemanusiaan. Itu pun bukan melegalitas prostitusi".





Lebih jauh, Budiman menilai ada kesamaan Muhammad Syahrur dan Abdul Aziz. Keduanya ingin menjadikan al- Quran sebagai basis moral-teologis untuk menyelesaikan problem-problem kontemporer. Hasil risetnya adalah produk pemikiran tafsir yang mesti menjadi basis transformasi dan solusi bagi problem sosial keagamaan masyarakat kontemporer. "Negara kita butuh penafsir beraliran reformis-moderat. Bukan tradisionalis-konservatif apa lagi penafsir beraliran progresif-sekularis. Kita butuh Quraish Shihab baru", tulis alumni MANPK ini.
Tanggapan menarik lainnya, dikemukakan salah satu jembolan al- Azhar lainnya, yaitu Muhiddin Bakry. Ketua Prodi Sosiologi Agama ini menilai lebih kritis terhadap pemikiran Syahrur. Menurutnya, Hermeneutika al- Quran Syahrur terlihat dominan menggunakan teori hermeneutika Paul Ricoeur. Teori ini menggiring untuk melakukan dekontekstualisasi ketika teks berlepas dari cakrawala intens yang terbatas dari pengarangnya. Ataukah membuka teks dibaca secara luas dengan pembaca beragam atau terekontekstualisasi. "Artinya, Syahrur anti otoritas (muktabar) keilmuan, sehingga sesuatu yang qath'i bisa jadi zhanni (asumtif) dan begitu sebaliknya," tulis Muhiddin.
Doktor bidang pemikiran Islam ini mengakui jika pemikiran selevel Syahrur selalu merangsang untuk dikaji karena pendekatannya merujuk pada filsafat dan hermeneutika. Lebih lanjut Muhiddin menuliskan, jika ditinjau dari sosiologi umum konsep Abdul Aziz tidak bermasalah. Para pecandu hedonisme akan merujuknya, karena mereka beranggapan masalah seks adalah hak azazi manusia. Sebaliknya dalam tinjauan agama, khususnya agama Islam konsep ini pasti bermasalah. Dalam perspektif ini, Muhiddin menilai hasil disertasi tersebut bermasalah.
Pendapat yang lebih kritis datang dari Nurkidam. Sepanjang diskusi via whatshapp ini, Ketua Prodi Sejarah Kebudayaan Islam ini sangat kritis dan mencurigai penulis disertasi ini memiliki misi lain, selain dari kepentingan riset. Bahkan Nurkidam mengusulkan perlunya meneliti asal usul Muhammad Syahrur. Dia curiga pemikiran Syahrur dipengaruhi gaya hidup tanpa nikah dan sebagai pengagung kehidupan barat. Nurkidam secara tegas berkesimpulan bahwa pemikiran Muhammad Syahrur dalam disertasi Abdul Aziz tidak relevan dan melanggar nilai budaya dan moral bangsa Indonesia.
Selain pendisuksi di atas, disuksi via grup whatshapp ini melibatkan banyak dosen lainnya, yang pendapatnya tidak terangkum dalam diskusi menarik ini. Diantaranya, Rusnaenah Amin, Ali Halidin, Nahrul Hayat, Muh. Ismail, Badruzzaman, Muh. Ali Rusdi, Haramain, dan lain-lain. Saat berita ini dirilis, diskusi tentang tema masih berlangsung dan semakin menarik.


Jumat, 30 Agustus 2019

Penutupan PBAK; Mahasiswa Asal Thailand Hibur Peserta. Fakshi Juara Umum


Humas IAIN Parepare --- Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (IAIN) Parepare yang berlangsung selama 4 hari ditutup hari ini, Jumat, 30/8/2019. Rektor IAIN Parepare, yang diwakili Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga, Sitti Jamilah Amin menutup secara resmi kegiatan tersebut sekitar jam 17.30 wita.





Hadir dalam acara penutupam kegiatan PBAK sejumlah pejabat, diantaranya Wakil Rektor Bidang AUPK, H. Sudirman L., Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, H. Muhammad Saleh sekaligus penanggung jawab PBAK, para Dekan dan Wakil Dekan Fakultas, Ketua LPM, Ketua LP2M, Kepala Perpustakaan, Kepala Laboratorium, Kepala TIPD, Ketua PBAK, Iskandar, para Ketua Prodi, dan sejumlah dosen lainnya.





Sitti Jamilah Amin dalam sambutannya memberikan apresiasi dan ucapan selamat kepada mahasiswa baru yang telah melewati proses PBAK dengan penuh semangat dan telah resmi menyandang mahasiswa IAIN Parepare. Pelaksanaan PBAK tahun 2019 dinilai Sitti Jamilah Amin telah berjalan lancar dan sukses. "Saya memberikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh panitia yang telah mendedikasikan tenaga, pikiran dan waktunya dalam pelaksanaan PBAK ini. Terima kasih atas dedikasi dan kerja keras panitia, sehingga pelaksanaan PBAK ini sukses," paparnya di depan ribuan mahasiswa baru.





Hal serupa disampaikan Penanggung jawab PBAK, H. Muhammad Saleh sekaligus Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama. Melalui pesan whatshapp yang di upload di grup whatshapp Akademia IAIN Parepare, H. Muhammad Saleh menuliskan "terima kasih atas kerjasama semuanya dengan bekerja bersama dengan bekerja bersama PBAK sukses dan ini sukses kita bersama. Maaf bila ada hal yang tidak yang tidak berkenan, tidak sesuai harapan kita. Sekali lagi terima kasih. PBAK tidak sukses dan berjalan lancar tanpa kebersamaan. #SuksesPBAK".





Rangkaian acara penutupan PBAK tahun 2019 berlangsung seru dan semarak. Khususnya pada saat peserta menyelesaikan ajang lomba bakat dan pembacaan juara lomba. Muh. Ali Rusdi yang membaca pengumuman juara-juara lomba disambut yel-yel dan teriakan peserta. Auditorium yang berkapasitas 2.000 orang langsung bergemuru ala stadion sepak bola. Dengan suara lantang, Muh. Ali Rusdi membacakan hasil keputusan juri yang diketuai Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga, Sitti Jamilah Amin.
Tak kalah menariknya adalah penampilan mahasiswa asal Thailand yang turut berpartisipasi dalam memberikan hiburan kepada peserta PBAK. Tampil berenam, mereka berlenggak lenggok ala Melayu di atas panggung membawakan nasyid dan lagu Thailand. Serentak, para peserta memberikan tepuk tangan meriah atas penampilan mereka.





Sementara hasil lomba dalam ajang lomba bakat antar fakultas adalah





PEMENANG LOMBA BARZANJI:





  1. FAKSHI (Nilai 83)
  2. FUAD (Nilai 82)
  3. FAKTAR (Nilai 80)
  4. FEBI (Nilai 79)
    PEMENANG LOMBA PIDATO:
  5. FAKSHI (Nilai 87)
  6. FAKTAR (Nilai 85)
  7. FUAD (Nilai 84)
  8. FEBI (Nilai 72)
    PEMENANG LOMBA NASYID:
  9. FAKTAR (Nilai 90)
  10. FUAD (Nilai 89)
  11. FEBI (Nilai 88)
  12. FAKSHI (Nilai 87)
    PEMENANG LOMBA HYMNE/MARS:
  13. FEBI (Nilai 90)
  14. FAKTAR (Nilai 85)
  15. FAKSHI (Nilai 83)
  16. FUAD (Nilai 80)
    PEMENANG LOMBA YEL-YEL:
  17. FAKTAR (Nilai 91)
  18. FAKSHI (Nilai 88)
  19. FUAD (Nilai 84)
  20. FEBI (Nilai 83)
    PEMENANG LOMBA JINGLE:
  21. FAKSHI (Nilai 85)
  22. FEBI (Nilai 84)
  23. FAKTAR (Nilai 82)
  24. FUAD (Nilai 80)
    ** JUARA UMUM: FAKULTAS SYARIAH DAN ILMU HUKUM ISLAM