Rabu, 22 Mei 2019

Peringati Nuzulul Quran, Yasin Soumena; Pemimpin Harus Berpegang pada al-Quran


Humas IAIN Parepare--- M. Yasin Soumena, menuturkan bahwa pernah mendengar pesan dari gurunya, Prof.Dr. Abd. Muin Salim, ada dua hal penting yang sangat diharapkan dalam peringatan Nuzulul Quran. Pertama, untuk mendapatkan berkah dari Alquran sebagai hidayah. Kedua, untuk mendapatkan berkah dari Alquran sebagai rahmatan.





Alquran adalah hidayah Allah. Melalui peringatan Nuzulul Quran kita harapkan agar nilai-nilai Alquran bisa menjadi petunjuk dan teraktualisasi dalam kehidupan sehari-hari. Terutama bagi para pemimpin di negeri ini. Sebab jika petunjuk Alquran mereka jalankan dengan benar, maka akan berhati-hati dalam menjalankan tugas kesehariannya.





Kedua, Alquran sebagai rahmatan, pembawa kebaikan bagi seluruh umat manusia. Jadi kebaikan yang terdapat dalam Alquran bukan semata-mata untuk umat Islam. Kebaikan atau rahmatan yang terdapat dalam Alquran akan mengayomi dan memberi ketenteraman bagi seluruh manusia.





Bagi negeri tercinta ini, kata Wakil Dekan Bidang AUPK FEBI IAIN Parepare, masalah berkah jelas sangat dibutuhkan. Sebab ketenteraman menjadi prasyarat utama bagi kelangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara. Apalagi dalam menghadapi situasi kekinian pascapemilu 2019, hikmah Nuzulul Quran sangat dibutuhkan bagi semua komponen yang terlibat dalam proses pemilu tersebut.





Sayangnya, lanjut Yasin Soumena, peringatan Nuzulul Quran selama ini masih sebatas serimonial belaka. Buktinya, setiap tahun kita rayakan secara besar-besaran tapi nilai-nilai yang terdapat dalam perayaan Nuzulul Quran itu terlupakan ketika menata pemerintahan. Kita menganggap itu hanya ritual belaka. Kebanyakan dari kita hanya menganggap agama sebatas hubungan dengan Allah belaka, sehingga kita menangani sosial-kemasyarakatan, kadang mengabaikan norma-norma agama.





Seperti yang dituturkan Muin Salim, ketika kita shalat, ingatan kita ke Tuhan sangat tinggi dan khusu’. Tapi saat kita berada di kantor, pasar, dan tempat kerja, Tuhan malah terlupakan. Jadi kekhusuan masih sebatas dalam shalat. Tidak dirasakan sebagai satu bagian dalam kehidupan, ujar Yasin Soumena menirukan contoh yang dikemukan oleh gurunya itu.





Umat Islam perlu memperbanyak ibadah dan doa di malam Nuzulul Quran, dan sepuluh malam terakhir Ramadan. Perlu memperbanyak doa yang tulus dan ikhlas kepada Allah SWT, agar bangsa kita mendapat rahmat dan hidayah, sehingga rakyatnya bisa sejahtera dan pemimpinnya amanah. Tidak perlu kita lakukan persiapan khusus. Beribadalah seperti biasanya, walau kita mengharapkan berkah Lailatul Qadri, seperti yang dijanjikan Nabi Muhammad SAW, Ujar Yasin.





Menurut bapak kelahiran Ambon ini, gurunya itu berpesan, kita tidak boleh terjebak dalam pemahaman yang keliru bahwa, beribadah karena mengharapkan Lailatul Qadri. Ibadah dengan niat untuk mendapatkan Lailatul Qadri adalah tidak murni. Dan ingat, hanya ibadah yang murni yang dapat diterima oleh Allah SWT.


Selasa, 21 Mei 2019

Peringati Nuzulul Quran, Yasin Soumena; Pemimpin Harus Berpegang pada al-Quran


Humas IAIN Parepare--- M. Yasin Soumena, menuturkan bahwa pernah mendengar pesan dari gurunya, Prof.Dr. Abd. Muin Salim, ada dua hal penting yang sangat diharapkan dalam peringatan Nuzulul Quran. Pertama, untuk mendapatkan berkah dari Alquran sebagai hidayah. Kedua, untuk mendapatkan berkah dari Alquran sebagai rahmatan.






Alquran adalah hidayah Allah. Melalui peringatan Nuzulul Quran kita harapkan agar nilai-nilai Alquran bisa menjadi petunjuk dan teraktualisasi dalam kehidupan sehari-hari. Terutama bagi para pemimpin di negeri ini. Sebab jika petunjuk Alquran mereka jalankan dengan benar, maka akan berhati-hati dalam menjalankan tugas kesehariannya.






Kedua, Alquran sebagai rahmatan, pembawa kebaikan bagi seluruh umat manusia. Jadi kebaikan yang terdapat dalam Alquran bukan semata-mata untuk umat Islam. Kebaikan atau rahmatan yang terdapat dalam Alquran akan mengayomi dan memberi ketenteraman bagi seluruh manusia.






Bagi negeri tercinta ini, kata Wakil Dekan Bidang AUPK FEBI IAIN Parepare, masalah berkah jelas sangat dibutuhkan. Sebab ketenteraman menjadi prasyarat utama bagi kelangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara. Apalagi dalam menghadapi situasi kekinian pascapemilu 2019, hikmah Nuzulul Quran sangat dibutuhkan bagi semua komponen yang terlibat dalam proses pemilu tersebut.






Sayangnya, lanjut Yasin Soumena, peringatan Nuzulul Quran selama ini masih sebatas serimonial belaka. Buktinya, setiap tahun kita rayakan secara besar-besaran tapi nilai-nilai yang terdapat dalam perayaan Nuzulul Quran itu terlupakan ketika menata pemerintahan. Kita menganggap itu hanya ritual belaka. Kebanyakan dari kita hanya menganggap agama sebatas hubungan dengan Allah belaka, sehingga kita menangani sosial-kemasyarakatan, kadang mengabaikan norma-norma agama.






Seperti yang dituturkan Muin Salim, ketika kita shalat, ingatan kita ke Tuhan sangat tinggi dan khusu’. Tapi saat kita berada di kantor, pasar, dan tempat kerja, Tuhan malah terlupakan. Jadi kekhusuan masih sebatas dalam shalat. Tidak dirasakan sebagai satu bagian dalam kehidupan, ujar Yasin Soumena menirukan contoh yang dikemukan oleh gurunya itu.






Umat Islam perlu memperbanyak ibadah dan doa di malam Nuzulul Quran, dan sepuluh malam terakhir Ramadan. Perlu memperbanyak doa yang tulus dan ikhlas kepada Allah SWT, agar bangsa kita mendapat rahmat dan hidayah, sehingga rakyatnya bisa sejahtera dan pemimpinnya amanah. Tidak perlu kita lakukan persiapan khusus. Beribadalah seperti biasanya, walau kita mengharapkan berkah Lailatul Qadri, seperti yang dijanjikan Nabi Muhammad SAW, Ujar Yasin.






Menurut bapak kelahiran Ambon ini, gurunya itu berpesan, kita tidak boleh terjebak dalam pemahaman yang keliru bahwa, beribadah karena mengharapkan Lailatul Qadri. Ibadah dengan niat untuk mendapatkan Lailatul Qadri adalah tidak murni. Dan ingat, hanya ibadah yang murni yang dapat diterima oleh Allah SWT.


Mendakwah ke Pelosok Kampung Muallaf


Humas IAIN Parepare--- Momentum bulan suci Ramadhan dimanfaatkan oleh Prodi Tadris IPS untuk melakukan pendampingan kepada masyarakat Kampung Muallaf Darussalam Desa Betteng, Kecamatan Lembang, Kabupaten Pinrang selama sepekan mulai dari tanggal 15 Mei 2019 sampai tanggal 21 Mei 2019.





Kegiatan pendampingan diikuti oleh duta relawan mahasiswa Prodi Tadris IPS Fakultas Tarbiyah IAIN Parepare sebanyak 6 Orang yang terdiri dari perwakilan setiap angkatan.





Guntur salah seorang tokoh masyarakat kampung muallaf sangat mengapresiasi kedatangan mahasiswa Prodi Tadris IPS untuk berbagi pengetahuan dengan masyarakat, pasalnya selama bulan ramadhan masyarakat sepi dengan kegiatan amaliah ramadhan karena tidak ada Pembina yang mengarahkan mereka.





Kegiatan yang dilakukan mahasiswa selama berada di kampung muallaf diantaranya, berbagi pengetahuan tentang keagamaan dengan masyarakat, membina anank-anak untuk mengaji, menapaki jejak anak-anak kampung muallaf yang harus menempuh jarak kurang lebih 10 km untuk menempuh pendidikan, menginspirasi anak-anak dengan tontonan kartun yang bernuansa islami.





Lilis seorang duta relawan, mengungkapakn bahwa selama satu pekan kami berada di kampung muallaf, banyak hal yang dapat kami pelajari dari masyarakat di sana, diantaranya semangat mereka untuk terus mau belajar tentang islam, kehangatan persaudaraan diantara semua masyarakat kampung muallaf yang saling menguatkan satu sama lain, meskipun jumlah kepala keluarga disana sebanyak 16 KK dan keceriaan anak-anak yang tak pernah lelah untuk berjalan kaki puluhan km menumpuh pendidikan.





Bilal seorang anak kampung muallah, mengungkapkan rasa senangnya bisa belajar dengan kakak-kakak dari Prodi Tadris IPS IAIN Parepare. Semenjak kedatangan kakak-kakak di kampung ini kami merasa sangat senang karena sebelumnya anak-anak yang ada dikampung ini hanya menghabiskan waktu mereka untuk berenang di pinggir sungai dan bermain saja tapi semenjak ada kakak-kakak Pembina kami mulai lagi untuk bisa belajar mengaji, belajar tentang pengetahuan umum, dan belajar tentang islam.





Dr. Ahdar, M.Pd.I, selaku ketua Prodi Tadris IPS mengungkapkan rasa syukurnya karena duta relawan mampu untuk menjalankan tugasnya dengan baik selama berada di kampung muallaf. Terlaksananya kegiatan ini sebagai wujud pengaplikasian ilmu-ilmu yang didapatkan oleh mahasiswa dibangku perkuliahan dan sebagai langkah awal untuk mahasiswa dapat berbaur dan sharing knowledge dengan masyarakat.





Harapan terbesar masyarakat kampung muallaf, mereka sangat membutuhkan pembinaan terutama untuk anak-anak agar lebih memahami tentang agama islam. Anak-anak sebagai generasi penerus harus dikuatkan pondasi agamanya, itulah kenapa kami sangat mengharapkan uluran tangan dari masyarakat agar dapat membantu anak-anak kami dalam memahami agama islam yang Rahmatan Lil Alamin.


Siti Sri Cahyani Prodi Pendidikan Bahasa Inggris IAIN Parepare Lolos Ikut EPIC Camp di Bali


IAIN Parepare--- Siti Sri Cahyani salah satu mahasiswa Program studi Pendidikan Bahasa Inggris fakultas Tarbiyah IAIN Parepare berhasil lolos masuk menjadi peserta Pre service English Teacher EPIC Camp 5 tahun 2019. Hal tersebut berdasarkan email informasi yang dikirim oleh Dr. Barandley Horn selaku Director.





Yanri Ramdhano
alumni dari program EPIC 2 menguraikan pre service teacher camp merupakan
beasiswa penuh selama dua minggu yang disponsori oleh RELO (Regional English
Language Office (RELO) dari kedutaan besar Amerika Serikat di Jakarta.





Program tersebut diperuntukkan bagi mahasiswa tingkat akhir yang akan menjadi guru bahasa Inggris di masa depan. Tahun ini, camp akan dilaksanakan pada tanggal 17 s/d 29 Juni di Nusa Dua, Bali.





Selama dua minggu, peserta akan berpartisipasi dalam seminar dan pembelajaran serta sharing pengalaman. Format camp juga mendorong refleksi dan interaksi selama kegiatan informal seperti permainan, lagu dan kegiatan di luar ruangan. Tidak hanya selama di kelas tetapi juga saat makan dan istirahat, peserta akan memiliki kesempatan untuk berkomunikasi dengan penutur asli, guru ahli yang akan memperkaya kemampuan bahasa Inggris.





Program ini
melibatkan dua negara yaitu Indonesia dan Timor Leste. Kata EPIC merupakan
singkatan dari Empowered, Prepared, Inspired, Connected.





Siti mengungkapkan rasa syukurnya karena berhasil masuk dalam 50 peserta terbaik yang berhak mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.





“Kegiatan ini sudah saya idam-idamkan dari tiga tahun yang lalu sejak pertama kali kegiatan ini disosialisasikan di kampus ‘Epic Sharing Day 2017’. Cuma waktu itu belum bisa daftar karena program ini untuk mahasiswa semester 7 ke atas. Sempat tidak percaya juga bisa lolos karena banyaknya pendaftar dan hanya 50 orang yang terpilih jadi delegasi terbaik,” ucap Siti yang diwawancarai via whatsapp (20/05).





Siti berharap
agar bisa belajar dan melakukan yang terbaik selama kegiatan.





“Ini kesempatan yang sangat berharga untuk meningkatkan kemampuan bahasa inggris sya terutama skill mengajar bhs inggris propesional krn dalam kegiatan ini peserta akan dilatih langsung dari para ahli (experts) dari berbagai negara. dan juga bisa membangun relasi dari peserta dari berbagai daerah di Indonesia dan Timor Leste,” jelasnya.





Lebih lanjut,
Siti berkomitmen usai ikut kegiatan akan sharing pengalaman kepada mahasiswa
lain.





“Tentunya setelah
kegiatan ini saya bisa berbagai pengalaman kepada teman-teman  terkhusus mereka yang dari jurusan Pendidikan
Bahasa Inggris dan ilmu yang saya dapatkan akan saya aplikasikan langsung di ruang-ruang
 kelas mengajar  saya nantinya,” tutupnya.





Sumber informasi
pendukung:






https://yanriramdhano.com/2019/04/12/pre-service-english-teacher-epic-camp-2019-open/#comment-426

Siti Sri Cahyani Prodi Pendidikan Bahasa Inggris IAIN Parepare Lolos Ikut EPIC Camp di Bali


IAIN Parepare--- Siti Sri Cahyani salah satu mahasiswa Program studi Pendidikan Bahasa Inggris fakultas Tarbiyah IAIN Parepare berhasil lolos masuk menjadi peserta Pre service English Teacher EPIC Camp 5 tahun 2019. Hal tersebut berdasarkan email informasi yang dikirim oleh Dr. Barandley Horn selaku Director.





Yanri Ramdhano
alumni dari program EPIC 2 menguraikan pre service teacher camp merupakan
beasiswa penuh selama dua minggu yang disponsori oleh RELO (Regional English
Language Office (RELO) dari kedutaan besar Amerika Serikat di Jakarta.





Program tersebut diperuntukkan bagi mahasiswa tingkat akhir yang akan menjadi guru bahasa Inggris di masa depan. Tahun ini, camp akan dilaksanakan pada tanggal 17 s/d 29 Juni di Nusa Dua, Bali.





Selama dua minggu, peserta akan berpartisipasi dalam seminar dan pembelajaran serta sharing pengalaman. Format camp juga mendorong refleksi dan interaksi selama kegiatan informal seperti permainan, lagu dan kegiatan di luar ruangan. Tidak hanya selama di kelas tetapi juga saat makan dan istirahat, peserta akan memiliki kesempatan untuk berkomunikasi dengan penutur asli, guru ahli yang akan memperkaya kemampuan bahasa Inggris.





Program ini
melibatkan dua negara yaitu Indonesia dan Timor Leste. Kata EPIC merupakan
singkatan dari Empowered, Prepared, Inspired, Connected.





Siti mengungkapkan rasa syukurnya karena berhasil masuk dalam 50 peserta terbaik yang berhak mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.





“Kegiatan ini sudah saya idam-idamkan dari tiga tahun yang lalu sejak pertama kali kegiatan ini disosialisasikan di kampus ‘Epic Sharing Day 2017’. Cuma waktu itu belum bisa daftar karena program ini untuk mahasiswa semester 7 ke atas. Sempat tidak percaya juga bisa lolos karena banyaknya pendaftar dan hanya 50 orang yang terpilih jadi delegasi terbaik,” ucap Siti yang diwawancarai via whatsapp (20/05).





Siti berharap
agar bisa belajar dan melakukan yang terbaik selama kegiatan.





“Ini kesempatan yang sangat berharga untuk meningkatkan kemampuan bahasa inggris sya terutama skill mengajar bhs inggris propesional krn dalam kegiatan ini peserta akan dilatih langsung dari para ahli (experts) dari berbagai negara. dan juga bisa membangun relasi dari peserta dari berbagai daerah di Indonesia dan Timor Leste,” jelasnya.





Lebih lanjut,
Siti berkomitmen usai ikut kegiatan akan sharing pengalaman kepada mahasiswa
lain.





“Tentunya setelah
kegiatan ini saya bisa berbagai pengalaman kepada teman-teman  terkhusus mereka yang dari jurusan Pendidikan
Bahasa Inggris dan ilmu yang saya dapatkan akan saya aplikasikan langsung di ruang-ruang
 kelas mengajar  saya nantinya,” tutupnya.





Sumber informasi
pendukung:






https://yanriramdhano.com/2019/04/12/pre-service-english-teacher-epic-camp-2019-open/#comment-426

Sabtu, 18 Mei 2019

Asesor BAN-PT laksanakan Asesment Lapangan Prodi BKI IAIN Parepare


Humas IAIN Parepare - Program studi Bimbingan dan Konseling Islam (BKI) Fakultas Usuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD), jumat 17/05/2019 di gedung Zona Akreditasi Lantai dua. Telah kedatangan tamu dari tim asesor dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) untuk melakukan visitasi akreditasi dan assesmen lapangan. Kegiatan ini berlangsung mulai tanggal 16-18 Mei 2019.









Prof.
Dr.  Nasruddin Harahap, SU Asesor dari
universitas Negeri Sunan kalijaga dan Dr. Arief Subhan, M.Si Asesor dari
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah. Merupakan tim asesor yang
melakukan cek data, dokumen, borang dan kelengkapan berkas lainnya pada Prodi
BKI.





Kedatangan
kedua Asesor ini juga langsung disambut oleh Rektor IAIN Parepare Dr. Ahmad
Sultra Rustan M.Si , dalam sambutannya “selamat datang dan ahlan wasahlan
kepada bapak prof. Nasaruddin dan dr. Arief atas kedatangannya dikota parepare
ini khususnya di IAIN Parepare”





Rektor
menjelaskan bahwa IAIN Parepare ini baru berusia 1 Tahun berubah bentuk menjadi
Institut Agama Islam Negeri (IAIN) yang sebelumnya Sekolah tinggi Agama Islam
Negeri (STAIN) Parepare. Dimana tadinya program yang mau divisitasi ini berada
dibawah  jurusan dakwah dan komunikasi
kemudian setelah berubah bentuk BKI berada dibawah Fakultas FUAD”.





Oleh karena perubahan bentuk ini sehingga mungkin Asesor masih menemukan Dokumen dan bukti fisik ketika Prodi BKI masih berada diposisi STAIN Parepare. Agar kiranya dapat memaklumi hal ini” tambah ahmad Rustan.









Dengan
mengacu hasil akreditasi sebelumnya Program Studi BKI yang mendapat nilai C,
berharap pada visitasi kali ini akan mendapatkan hasil yang maksimal.





Kegiatan
Assement Lapangan yang dilakukan oleh tim Asesor ini juga merupakan kelanjutan
dari  Desk
Evalution
terhadap borang Akreditasi Prodi BKI yang sebelumnya telah
dikirim ke BAN-PT.





Kemudian dalam sambutan Prof. Dr. Nasaruddin juga mengatakan “ adapun tujuan assesor datang Ke IAIN Parepare tak lain karena ada tugas yang diamanahkan oleh BAN PT yaitu untuk menverifikasi data yang telah disiapkan didalam Borang oleh karena itu kita mengharapkan kerjasama yang baik”.






Asesor BAN-PT laksanakan Asesment Lapangan Prodi BKI IAIN Parepare


Humas IAIN Parepare - Program studi Bimbingan dan Konseling Islam (BKI) Fakultas Usuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD), Jumat 17/05/2019 di gedung Zona Akreditasi Lantai dua. Telah kedatangan tamu dari tim asesor dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) untuk melakukan visitasi akreditasi dan assesmen lapangan. Kegiatan ini berlangsung mulai tanggal 16-18 Mei 2019.





Prof. Dr.  Nasruddin Harahap, SU Asesor dari Universitas Negeri Sunan Kalijaga dan Dr. Arief Subhan, M.Si Asesor dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah. Merupakan tim asesor yang melakukan cek data, dokumen, borang dan kelengkapan berkas lainnya pada Prodi BKI.





Kedatangan kedua Asesor ini juga langsung disambut oleh Rektor IAIN Parepare Dr. Ahmad Sultra Rustan M.Si , dalam sambutannya “Selamat datang dan ahlan wasahlan kepada bapak prof. Nasaruddin dan Dr. Arief atas kedatangannya dikota parepare ini khususnya di IAIN Parepare”.





Rektor
menjelaskan bahwa IAIN Parepare ini baru berusia 1 Tahun berubah bentuk menjadi
Institut Agama Islam Negeri (IAIN) yang sebelumnya Sekolah tinggi Agama Islam
Negeri (STAIN) Parepare. Dimana tadinya program yang mau divisitasi ini berada
dibawah  jurusan dakwah dan komunikasi
kemudian setelah berubah bentuk BKI berada dibawah Fakultas FUAD”.





Oleh karena perubahan bentuk ini sehingga mungkin Asesor masih menemukan Dokumen dan bukti fisik ketika Prodi BKI masih berada diposisi STAIN Parepare. Agar kiranya dapat memaklumi hal ini” tambah ahmad Rustan.





Dengan
mengacu hasil akreditasi sebelumnya Program Studi BKI yang mendapat nilai C,
berharap pada visitasi kali ini akan mendapatkan hasil yang maksimal.





Kegiatan
Assement Lapangan yang dilakukan oleh tim Asesor ini juga merupakan kelanjutan
dari  Desk
Evalution
terhadap borang Akreditasi Prodi BKI yang sebelumnya telah
dikirim ke BAN-PT.





Kemudian dalam sambutan Prof. Dr. Nasaruddin juga mengatakan “ adapun tujuan assesor datang Ke IAIN Parepare tak lain karena ada tugas yang diamanahkan oleh BAN PT yaitu untuk menverifikasi data yang telah disiapkan didalam Borang oleh karena itu kita mengharapkan kerjasama yang baik”.