Minggu, 10 November 2019

KPM Expo 2019, Ajang Pamer Produk dari Program Unggulan


 HUMAS IAIN Parepare---Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) IAIN Parepare menggelar KPM Expo di gedung Aula IAIN Parepare, Jum’at malam (08/11). Kegiatan ini merupakan  rangkaian terakhir setelah para mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) menuntaskan masa pengadian selama 45 hari. Sebanyak 54 posko tersebar di empat kecamatan kabupaten Wajo dan satu posko di kampung Muallaf, kecamatan Lembang kabupaten Pinrang.









KPM Expo menjadi wadah bagi mahasiswa KPM IAIN Parepare untuk memamerkan hasil karya produk dari program unggulan. Hal ini sesuai dengan penjelasan Ketua pelaksana KPM IAIN Parepare, Kaharuddin Ramli.





“Setelah shalat Isya dilanjutkan dengan KPM Expo yaitu memamerkan program-program unggulan dari 55 posko dengan jumlah peserta 413. KPM Expo ini memamerkan hasil kerajinan tangan dari peserta KPM yang diambil dari potensi-potensi yang ada di lokasi masing-masing,” jelasnya.

















Dalam KPM Expo ini hadir sebagai tim penilai Wakil Rektor I Sitti Jamilah Amin, Wakil Rektor II Sudirman L dan Wakil Rektor III Muhammad Saleh.





Wakil Rektor I, Sitti Jamilah Amin mengaku melihat karya-karya mahasiswa yang ditampilkan semakin inovatif.





“Saya melihat karya-karya yang ditampilkan oleh masiswa KPM sudah semakin inovatif walau ada di antaranya terulang tahun kemarin tetapi saya melihat ada peningkatan dan cara kerjanya lebih halu. Saya berharap bukan hanya sampai di expo saja tetapi ke depannya kita ingin tidak hanya berlangsung sampai KPM Expo saja tetapi ke depannya bisa menggandeng para pelaku industri agar bisa dipasarkan lebih luas lagi,” ucap Jamilah, Wakil Rektor I IAIN Parepare usai kegiatan.

















Berbagai produk dipamerkan mulai dari makanan, minuman dengan memanfaatkan sumber daya alam setempat maupun  olahan dari barang-barang bekas.





Adapun yang mendapat juara yakni Posko desa Assorajang, kecamatan Tanasitolo sebagai juara I, posko kelurahan Paria kecamatan Majauleng sebagai juara II, posko desa Pakkanna kecamatan Tanasitolo sebagai juara III. (hyn)






Dapat Respon Positif, KPM IAIN Parepare Tetap Dinanti Masyarakat


HUMAS IAIN Parepare--- Sebanyak 4 13 mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare kembali ke lingkungan kampus IAIN Parepare (09/11).





Kembalinya mahasiswa tersebut setelah dilakukan penarikan di masing-masing lokasi pengabdian yakni empat kecamatan di kabupaten Wajo dan satu di kabupaten Pinrang dengan jumlah keseluruhan 55 posko.









Para mahasiswa  telah menyelesaikan berbagai program kerja selama 45 hari sesuai masa pengabdian. Berbagai program kerja tiap posko dilaksanakan mulai dari penyuluhan, festival maupun pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.





Berbagai respon positif diungkapkan oleh pemerintah daerah maupun masyarakat.





“Bagus sekali anak-anak di sini. Berbagai kegiatan dilakukan seperti festival, menarik perhatian anak-anak,” ucap Raoda masyarakat Wajo.





Sementara perwakilan dari bupati Wajo, A. St. Khamariah bidang pembangunan dan ekonomi melihat para mahasiswa dapat bersinergi dengan masyarakat.





“Alhamdulillah mahasiswa dan masyarakat bisa bersinergi. Mudah-mudahan mahasiswa mendapatkan kesan yang baik,” ucapnya saat ditemui di kantor Bupati Wajo, Rabu (07/11/19).





Salah satu mahasiswa KPM mengaku mendapatkan banyak hal selama kuliah pengabdian masyarakat.





“Kami sangat bersyukur, pemerintah kabupaten Wajo dalam hal ini kecamatan Maniangpajo, begitu banyak yang kami dapatkan. Terkadang kita sudah merasa pintar, sudah merasa bisa akan tetapi dunia masyarakat dengan dunia mahasiswa sangatlah berbeda,” ucapnya.





Bukan hanya masyarakat Wajo yang melepas peserta KPM dengan haru, satu posko di kampung Muallaf di kelurahan Betteng kecamatan Lembang kabupaten Pinrang juga turut dilepas dengan rasa haru oleh masyarakat setempat.









Beberapa masyarakat kampung Muallaf mengaku ingin agar para peserta KPM memiliki waktu yang panjang. Bahkan pemerintah dari kecamatan Pinrang mengaku menanti kedatangan peserta KPM lagi dengan jumlah posko yang lebih banyak.





“Kami siap menerima lagi bahkan kalau perlu seluruhnya ditempatkan di kecamatan Lembang lah, tinggal memilih lokasinya mau yang di dataran rendah atau di dataran tinggi,” ucap Burhanuddin mewakili camat Lembang.





Lokasi: di kampung Muallaf, Lembang Pinrang.




Sementara Ketua LP2M IAIN Parepare, Muhammad Djunaidi berharap mahasiswa KPM ke depannya bisa meningkatkan kinerja yang lebih baik lagi.





“Ke depan mudah-mudahan mahasiswa KPM di manapun penempatan bisa lebih meningkatkan kinerjanya, lebih mampu memberikan motivasi kepada masyarakat untuk membangun daerahnya,” ucapnya.





Setelah penarikan dilakukan, Jum’at malam (08/11) dilanjutkan dengan Expo KPM yakni suatu kegiatan memamerkan berbagai produk dari program unggulan mahasiswa. (hyn)


Sabtu, 09 November 2019

208 Mahasiswa FEBI Ikuti Pembekalan PPL


Humas IAIN Parepare --- Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) melakukan pembekalan Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) di gedung Seni Budaya IAIN Parepare, Sabtu, 9/11/2019. Sebanyak 208 mahasiswa FEBI mengukuti acara pembekalan tersebut.









Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) merupakan program akademik yang wajib diikuti setiap mahasiswa. Program PPL didesain sebagai prores pembelajaran mahasiswa secara langsung di lapangan atau dunia kerja. Tujuannya adalah agar mahasiswa dapat mengaplikasikan teori yang mereka pelajari di lapangan atau dunia kerja.





Prof. Dr. H. Dedi Djubaidi, MA., bertindak sebagai narasumber utama dalam pembekalan PPL tersebut. H. Dedi Djubaidi adalah professor yang ditugaskan sebagai peserta Program Sabbatical Leave Tahun 2019 di IAIN Parepare.





"Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) adalah kesempatan yang baik bagi mahasiswa untuk belajar dan memperoleh pengalaman kerja. "Oleh karenanya, mahasiswa PPL harus memperlihatkan sense of belonging dan loyalitas yang tinggi terhadap perusahaan atau kantor tempat prakteknya," papar Prof. Dedi.





"Mahasiswa PPL harus memperlihatkan kesiapan dirinya dalam bekerja. Khususnya dalam penampilan dan kemampuan berkomunikasi. Seorang pegawai/karyawan harus berpenampilan menarik dan rapi. Mereka juga harus mampu berkomunikasi dengan baik. Bertutur kata yang sopan, santun, dan juga berdisiplin tinggi" katanya memberi kunci.





"Jika anda semua dapat memanfaatkan praktek kuliah lapangan ini dengan belajar dan bekerja dengan baik, maka bukan mustahil, kantor / perusahaan tempat anda melakukan PPL akan menawari lowongan pekerjaan atau memanggil anda bekerja nantinya".





Pembekalan PPL Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) berlangsung hikmat. Wakil Rektor Bidang APK, Dr. Sitti Jamilah Amin, M. Ag., hadir sekaligus membuka acara tersebut dengan resmi. "Saya berharap mahasiswa PPL yang akan berpraktek di berbagai kantor dan lembaga yang telah disiapkan oleh fakultas, agar memperlihatkan kesan yang terbaik. Jaga diri dan almamater kita", tegasnya saat memberi sambutan.





Hadir pula dalam acara pembekalan ini, Dekan FEBI, Dr. Muhammad Kamal Zubaer, M. Ag., Wakil Dekan FEBI, Dr. Muh. Zainal Said, MH., dan Drs. Muh. Yasin Soumena, M.Si., Ketua-ketua Prodi, para Kasubag dan beberapa dosen dalam lingkup Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam.


Jumat, 08 November 2019

Prof. Dedi Djubaidi Ajak Mahasiswa Berpikir Out of the Box


Humas IAIN Parepare --- Prof. Dr. H. Dedi Djubaidi, MA., memberikan Kuliah Tamu di Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Islam (Fakshi) di gedung Seni Budayah IAIN Parepare, Kamis, 7/11/2019.









Kegiatan Kuliah Tamu ini didahului dengan sambutan Dekan Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam, Dr. Muliati, M. Ag. dan membuka acara tersebut dengan resmi. Tema yang dibahas dalam Kuliah Tamu ini adalah Komitmen Kebangsaan dan Pembangunan Nasional dalam Bingkai Maqashid Syariah di Era Revolusi Industri 4.0.





Hadir dalam kegiatan dihadiri seluruh civitas Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Islam (Fakshi). Selain Dekan, hadir juga mendampingi Wakil Dekan 1 dan 2, Budiman dan Agus Muchsin. Ketua-ketua Program Studi, dosen, pegawai, dan ratusan mahasiswa se- Fakshi. Kepala Pusat Penerbitan dan Publikasi Ilmiah LP2M, Muh. Ali Rusdi bertindak sebagai pemandu kuliah tamu tersebut.





Dalam kuliah tamu ini, Prof. Dedi Djubaidi berbicara sekitar 2 jam non stop di depan mahasiswa. Dalam kuliahnya, Prof. Dedi bukan saja mencerahkan dan meningkatkan wawasan keilmuan mahasiswa. Beliau juga memberikan inspirasi dan motivasi kepada mahasiswa sebagai generasi muda dan masa depan bangsa.





"Mahasiswa sebagai generasi muda bangsa harus memiliki komitmen kebangsaan yang kuat. Tetapi komitmen kebangsaan pemuda itu ditunjukkan dalam bentuk kreativitas. Pemuda harus kreatif. Saatnya pemuda berpikir "out of the box. Berpikir dan berkreativitas diluar kebiasaan atau kelaziman".





"Bangsa ini membutuhkan pemuda yang kreatif dan solutif. Bukan sebatas pemuda yang hanya bisa menghargai sejarah dan sejarah bangsanya. Tetapi bagaimana mereka menjadi inspirator dan solutif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara".





Dalam uraian selanjutnya, Prof. Dedi Djubaidi menegaskan bahwa komitmen kebangsaan harus dibangun melalui pendekatan syariah. "Inti syariah itu ada pada al- Quran, mulai dari Surah al- Fatihah sampai kepada Surah an- Nas. Al- Quran harus menjadi pentunjuk, bukan saja bagi Islam, tapi petunjuk untuk semua manusia. Keimanan menjadi tolak ukur kecintaan kepada negara", urainya panjang lebar.


Kamis, 07 November 2019

Launching Layanan SMS Gateway, Orangtua Pantau Prestasi Anaknya di Kampus


Humas IAIN Parepare --- Sistem dan pelayanan dalam lingkungan kerja IAIN Parepare akan semakin ditingkatkan. Hal tersebut terungkap dalam sambutan Kepala Biro AUAK, Hj. Musyarrafah Amin pada acara Launching Layanan Pesan Elektronik Prestasi Akademik Mahasiswa Bidikmisi Berbasis SMS Gateway, Jumat, 8/11/2019.









"Tahun ini ada beberapa pejabat yang sedang mengikuti Diklat PIM III dan IV dan semuanya diarahkan untuk membuat proyek perubahan yang berorientasi pada peningkatan pelayanan administrasi dan akademik di kampus IAIN Parepare," kata Musyarrafah Amin saat memberikan sambutan pada acara tersebut.





"Salah satunya adalah produk yang sedang dirancang dan dibuat oleh Sunandar, Kepala Sub Bagian Akademik yang mengikuti Diklat PIM IV di Makassar. Sunandar membuat proyek perubahan berupa Layanan Pesan Elektronik Prestasi Akademik Mahasiswa Bidik Misi Berbasis SMS Gateway. Aplikasi ini dibuat khusus untuk orangtua agar mereka dapat mengetahui sekaligus mengontrol prestasi akademik anaknya yang sedang kuliah di IAIN Parepare," katanya Hj. Musyarrafah Amin.





Sunandar selaku Reformer menilai pentingnya pelibatan orangtua dalam mengontrol prestasi akademik mahasiswa, khususnya bagi mahasiswa penerima beasiswa bidikmisi. "Selama ini, banyak orangtua yang tidak mengetahui dan tidak memiliki akses untuk melihat nilai atau IPS/K anaknya. Melalui SMS Gateway ini, orangtua akan memperoleh informasi prestasi anaknya. Dengan demikian, orangtua secara langsung dapat memantau dan mengontrol prestasi akademik anaknya di kampus".





Hilmiyah, salah satu orangtua mahasiswa yang hadir dalam acara launching layanan SMS Gateway ini mengaku senang sekaligus bangga dengan program ini. "Bagus ini program pak, orangtua sudah bisa melihat nilai-nilai yang diperoleh anaknya. Biasanya, anak-anak itu tidak mau memperlihatkan nilainya kepada orangtua. Tapi ada ini program, jadi gampangmi," katanya dalam dialeg Bugis.


Aplikasi "Lakedo Beraksi" Sangat Dibutuhkan oleh Dosen


Humas IAIN Parepare --- Sosialisasi dan uji coba proyek perubahan peserta Diklat PIM IV angkatan XXXIV berlangsung hari ini, Jumat, 8/11/2019 di Ruangan Seminar FUAD IAIN Parepare.









Nurmi, S. Ag., MA., selaku peserta Diklat PIM sedang membuat program aplikasi pelayanan kepegawaian, khususnya untuk administrasi dosen. Aplikasi layanan yang dibuat adalah Laporan Beban Kinerja Dosen Berbasis Aplikasi Online, disingkat Lakedo Beraksi.





Lakedo Beraksi adalah aplikasi online yang disiapkan untuk dosen dalam membuat laporan beban kinerja. "Aplikasi ini dibuat dan diperuntukkan kepada dosen. Jadi aplikasi ini dapat ber- aksi jika teman-teman dosen menggerakkan atau menggunakannya. Kami hanya menyiapkan dan membuatkan aplikasinya", kata Nurmi kepada peserta sosialisasi.





Kepala Biro AUAK, Hj. Musyarrafah Amin yang bertindak sebagai supervisor menyampaikan bahwa setiap peserta Diklat PIM diwajibkan untuk membuat program proyek perubahan. "Kami mengarahkan agar setiap peserta membuat proyek perubahan yang bermanfaat bagi lembaga dalam jangka waktu yang panjang. Aplikasi Lakedo Beraksi yang dirangcang ibu Nurmi ini diharapkan memberikan manfaat, khususnya kepada dosen dalam membuat laporan kinerjanya", paparnya saat memberi sambutan.





Sementara, Wakil Rektor Bidang AUPK, H. Sudirman L., menyatakan salut kepada Nurmi sebagai peserta Diklat PIM yang menurutnya telah menghasilkan suatu aplikasi yang sangat bermanfaat bagi lembaga. "Aplikasi Lakedo Beraksi ini sangat bermanfaat. Jika dulu dosen membuat laporan kinerja dosen dibuat secara manual, sehingga agak sulit dan rumit. Maka dengan adanya aplikasi ini, dosen pasti terbantu dan tidak perlu lagi kesulitan dalam mengumpulkan dokumen-dokumennya", paparnya.





H. Sudirman L., juga memberikan apresiasi dan pujian kepada Kepala Biro AUAK yang menurutnya, berandil besar terciptanya banyak karya-karya perubahan yang menumental dan bermanfaat bagi lembaga. "Di sini ada peran dan kontribusi besar ibu Kabiro dalam memberikan bimbingan, sehingga mereka mampu melahirkan produk yang sangat bermanfaat", puji Wakil Rektor Bidang AUPK ini.


Selasa, 05 November 2019

Manajemen dan Tata Kelola Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Islam


Humas IAIN Parepare--Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan Fakultas syariah dan Ilmu Hukum Islam melaksanakan kegiatan Manajemen dan Tata Kelola di ruang seminar lantai 2 gedung Fakshi dan dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang AUPK, Pimpinan Fakultas , dosen dan staf Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Islam,  selasa (05/11).





Guru besar UIN Syarif Hidayatullah, Prof. Dedi Djubaidi, M.A. menjadi pemateri pada kegiatan ini. Prof. Dedi, menjelaskan tak perlu terlalu banyak menjelaskan mengenai  manajemen tata kelola karena sesungguhnya kepala Biro yang lebih tahu menahu mengenai hal terebut.









Prof. Dedi menambahkan bahwa yang perlu ditambahkan adalah
menyisipkan ruh tanggung jawab dan amanah.





“Karena sebagus apapun manajemen dan tatakelola suatu instansi tanpa adanya tanggung jaawab dan sikap amanah maka tidak akan efektif” ungkapnya saat memberikan materi.









Selain itu Prof Dedi juga menjelaskan bahwa yang terpenting itu seorang pemimpin itu harus bisa merangkul semua jajarannya.





“dan upaya yang paling efektif itu dengan pendekatan
personal pemimpin kepada seluruh jajarannya serta untuk menjadi seorang
pemimpin itu harus banyak-banyak melayani agar nantinya juga bisa dilayani
tambahnya lagi.